
Satu jam setelah Ella menghilang...
"Ehm.. apa yang terjadi?" tanya Ella yang baru saja sadar dan merasakan sakit di belakang kepalanya. Ella dengan pelan mengedarkan pandangannya ke tempat di mana dia berada.
Tapi ruangan itu gelap!
"Di mana aku?" sekali lagi Ella bertanya, namun tak ada yang menjawab. Ella mencoba menggerakkan kaki dan tangannya namun tak bisa. Tangan dan kakinya terikat di sandaran tempat tidur sepertinya.
'Tunggu, bukankah aku terakhir duduk bersama Noah? Apa ini perbuatan Noah?' gumam Ella yang mulai sadar.
"Hey apa yang kau lakukan padaku? Noah? Ini perbuatanmu bukan?" teriak Ella pada Noah. Tapi entah ada di mana Noah. Tak ada suara sama sekali. Ruangan itu hampa.
Klek..
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Dan cahaya masuk memberondong Ella hingga harus menyipitkan matanya karena silau.
"Kau Noah kan?" tanya Ella saat ada sosok yang masuk ke dalam namun masih tak terlihat jelas karena dia masuk dengan membelakangi cahaya.
Setelah pintu itu di tutup orang itu menghidupkan lampu dalam ruangan itu. Dan benar saja. Yang Ella liat memang benar Noah.
Ternyata Ella di bawa ke sebuah rumah, yang entah itu di mana. Yang jelas terlihat ruangan itu seperti kamar tapi sama sekali tak ada pencahayaan dari jendela, lebih mirip dengan gudang bawah tanah. Yang ada hanya tempat tidur yang sedang Ella duduki serta lampu menggantung. Itu saja isi kamar itu.
"Apa yang kau lakukan Noah? Lepaskan ikatanku?" tanya Ella saat melihat Noah ada di depannya. Ella baru sadar jika dirinya masih menggunakan pakaian renang sexynya. Secara otomatis kakinya menekuk hingga menutupi tubuhnya.
"Kau sama sekali tak mengerti aku Ella. Aku sangat menyukaimu sejak kita masih sekolah." ucap Noah yang membuat Ella diam mendengarkan.
"Kau tau berapa lama aku harus menunggumu untuk menyukaiku Ella? Tapi kau tetap sama sekali tak menyukaiku." ucap Noah yang di tangannya sibuk memegang pisau lipat kecil.
"Kau bahkan meninggalkanku untuk menikah." ucap Noah sekali lagi.
"Kau bahkan dengan tak tau malunya kembali ke sini dan bertemu denganku. Apa kau tau jika kau menyakitiku Ella?" ucap Noah yang menggebu-gebu.
"Maafkan aku Noah, tapi apa yang kau lakukan saat ini salah." ucap Ella lembut. Dia hanya tak ingin Noah berbuat yang lebih dari ini jika dia bersikap kasar pada Noah.
"Lalu apa yang kau lakukan padaku tak salah? Kau membuat hidupku hancur Ella." ucap Noah dengan tegasnya. Apa salah Ella? Kenapa ini bisa jadi kesalahannya?
"Kau ingin apa dariku?" tanya Ella yang sudah tak tau harus melakukan apa. Dia saja bingung salahnya apa. Apa karena Ella tak membalas cintanya?
"Aku ingin kau menandatangani surat cerai ini dan menikahlah denganku." ucap Noah yang menatap tajam manik mata Ella. Jelas saja Ella terkejut.
"Jika kau meminta itu dariku, aku jelas tak bisa melakukannya Noah. Aku sudah memiliki anak dengan Victor." jelas Ella. Bagaimana bisa Ella harus menceraikan Victor, jika Ella mencintainya. Dasar gila.
"Aakhh... Apa yang kau lakukan Noah?" teriak Ella yang melihat Noah baru saja melukai dirinya sendiri dengan menyayat tangannya. Untung saja bukan di pergelangan tangannya. Keringat dingin pun muncul di wajah Ella. Dia mulai takut.
"Tanda tangani surat ini." ucap Noah sekali lagi dengan penuh penekanan.
"Noah please sadarlah, jangan lakukan ini. Itu akan membuatmu sakit sendiri." ucap Ella yang sudah menangis. Dia tak mungkin bisa jika harus bercerai dengan Victor.
"Cepat tanda tangani surat cerai itu atau aku akan melakukan ini." ucap Noah yang mengarahkan pisau ke pergelangan tangannya. Bahkan sudah ada noda darah sedikit di pergelangan tangannya karena Noah menekannya terlalu kuat.
"Baiklah, tapi jauhkan dulu pisau itu dari sana aku mohon." akhirnya Ella pasrah. Dia tak ingin karena dirinya orang lain kehilangan nyawanya. Saat Ella akan menandatangani surat cerai yang ada di depannya tiba-tiba..
Dorr...
"Apa yang kau lakuakan?"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤