Daniella

Daniella
Kamar mandi



Perban sudah berhasil Ella lepas semua. Tinggal kapas saja yang belum karena ukuran kapas yang kecil membuat Ella kesusahan untuk menjangkaunya, dan lagi kapasnya sudah mulai lengket. Alhasil membuat seluruh tubuhnya semakin menahan rasa sakitnya. Apalagi luka itu memang baru satu hari di jahit.


Saat Ella mencoba membuka kembali kapasnya justru tangannya yang sakit karena terlalu menarik otot tangannya. Dan Ella sekali lagi mencoba dan..


"Auww.." teriak Ella yang merasa lukanya semakin terbuka. Sampai keluar air mata Ella di ujung matanya karena sakit yang di rasakannya.


Sebelum Ella membuka perban...


Setelah Victor mengantar Della ke pintu rumah dia langsung masuk kamarnya untuk membersihkan dirinya. Dia akan mengecheck Adrian dan Ella terlebih dulu karena waktu sudah malam.


Victor membuka pintu kamar Adrian tapi Victor tak melihatnya. Mungkin dia masih bermain di kamar Ella pikirnya. Victor mengetuk pintu kamar Ella dua kali tapi tak ada jawaban. Kemudian Victor mencoba membuka pintu Ella pelan. Dan benar saja ternyata Adrian berada di kamar Ella. Adrian sedang tertidur pulas di tempat tidur Ella. Tapi kemana Ella berada?


"Auh.." teriak Ella.


Victor langsung menoleh ke arah kamar mandi. Dan tanpa mengetuk Victor langsung membuka pintu dan membuat Ella menoleh dan berteriak.


"Aaaaaaaaa....!!" teriak Ella dan langsung duduk jongkok dengan memeluk tubuhnya. Sedangkan Victor justru masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu agar Adrian tak mendengar teriakan Ella.


"Tuan sedang apa? Cepat keluar...!" teriak Ella kembali. Dia sudah menangis saat ini karena gerakan refleknya yang terduduk tadi menarik lukanya dan membuat darah semakin keluar.


"Aku tak akan berbuat jahat. Aku hanya khawatir karena kau berteriak dari dalam." ucap Victor dan memakaikan handuk di badan Ella. Dan dia melihat luka Ella yang sudah banyak darah di kapas yang masih menempel.


"Dan aku membawamu ke sini untuk mempermudah dirimu merawat luka, bukan untuk membuatnya lebih parah." sindir Victor dan dia membantu Ella untuk duduk di closet. Tubuh Ella sudah di tutup handuk namun bagian belakang sedikit lebih rendah.


Victor sebenarnya sudah ingin keluar. Karena setelah melihat Ella yang seperti ini membuat si adik sedikit memberontak ingin di bebaskan. Apalagi saat Ella hanya menggunakan pakaian dalamnya tadi. Buah dadanya sungguh sempurna. Mengngembul keluar seperti minta di ganti saja itu penutupnya. Dan tubuh Ella yang mulus sungguh semakin membuat darahnya berdesir.


Tapi melihat luka pada punggung Ella dia hilangkan niatnya untuk pergi. Dia berdiri dan mengambil kotak obat di dalam laci kamar mandi. Dengan pelan dia membersihkan luka Ella. Saat dia meneteskan alkohol Ella meremas kakinya hingga merah karena sakit yang tak tertahankan.


Victor yang melihatnya, membawa tangan Ella ke pundaknya. Agar Ella tidak lagi melukai kakinya. Ella hanya menurut saja karena dia memang tak memikirkan itu sekarang. Yang dia rasakan adalah lukanya yang sakit.


Victor mulai menarik pelan kapas yang mulai terbuka. Ella kembali meremas dan kali ini punggung Victor yang menjadi sasaran. Victor melirik Ella saat meremas punggungnya dan melihat air matanya sudah ada di ujung matanya. Pasti sakit sekali pikir Victor.


Dengan pelan Victor membersihkan lukanya dia pakaikan obat oles dan dia tutup kembali lukanya. Ella masih dalam posisi menutup matanya. Sedang Victor melihat Ella yang menggigit bibirnya menahan rintihannya. Dan


Cup....


Victor mengecup bibir Ella singkat, sehingga membuat Ella membuka matanya dan tangannya untuk menutup mulutnya. Victor tersenyum melihat Ella yang gugup. Dia pegang tangan Ella dan dia turunkan. Hingga dia kembali mencium bibir Ella kembali.


Cup...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE