
"Jenny?" ucap Ella terkejut.
"Ah kakak aku merindukanmu..." teriak Jenny yang sudah berlari dan memeluk Ella.
"Egghh.." Ella meringis karena Jenny terlalu erat memeluknya.
"Eh maaf kak, masih sakit yah?" tanya Jenny dan melihat ke arah punggung Ella. Ella menjawabnya dengan anggukan dan senyum manisnya.
Mereka berdua mengobrol panjang kali lebar di ruang tamu dan Adrian juga ikut bermain disana. Mereka menikmati pertemuan mereka yang sudah 3 hari tak bertemu. Bi April juga menyiapkan makanan untuk mereka bertiga untuk menikmati obrol santainya.
Tak terasa waktu sudah sore dan Jenny harus pulang. Ketika Jenny pulang, Ella melihat ada mobil yang masuk ke mansion. Ella perhatikan dan ternyata Della. Ella memyambutnya di pintu masuk, tapi Della hanya melewati Ella begitu saja. Ella hanya tersenyum kecut menaggapinya.
"Sayang, kau sedang bermain apa? Tante akan menemanimu bermain ya?" ucap Della dan langsung mencium pipi Adrian.
"No.. don't touch me aunty." Adrian berdiri, dia menghentakkan kakinya kesal dan pergi ke kamarnya.
"Maaf nona, Adrian masih anak-anak. Maafkan dia." ucap Ella yang melihat Della sudah nampak marah.
"Siapa kau sudah lancang berbicara denganku hah?" Della menoleh ke arah Ella dan berkata dengan sedikit membentak.
"Saya adal..." belum selesai Ella menjelaskan tapi Della sudah memotongnya.
"Kau hanya pelatihnya. Dan jika kau tau diri di mana posisimu pergilah dari sini. Victor hanya kasian saja padamu. Dan jangan pernah mengharapkan lebih dari itu." to the point Della yang ingin mengusir Ella dari rumah Victor.
"Saya hanya menuruti perintah tuan Victor. Saya mengerti posisi saya seperti apa." ucap Ella dengan tegas.
"Dan maaf nona, jika anda berhadapan dengan anak kecil seharusnya menggunakan pakaian yang lebih sopan. Atau kalau memang kekurangan bahan saya bisa minta tolong bi April untuk memberikan anda kain." jelas Ella sebelum pergi meninggalkan Della. Masalahnya Della hanya menggunakan pakaian yang hanya menutupi dadanya saja, itupun di bagian belahannya terbuka.
"Dasar kurang ajar. Awas kau." teriak Della dari bawah yang di dengar para pelayan.
Seminggu lebih sudah Ella berada di mansion. Lukanya sudah mulai mengering, Dan Ella juga sudah bisa menggerakkan tangannya dengan baik. Hubungannya dengan Victor masih sama. Hanya saja Ella masih ragu dengan perasaannya. Setiap Victor menyatakan perasaannya, Ella selalu ingat siapa dirinya dan siapa Victor.
Hari ini rencananya Ella akan kembali ke rumah neneknya. Dia akan melanjutkan aktivitasnya kembali, sebagai pegawai dan waiters restoran. Ella tak memberitahukan Victor sebelumnya kalau hari ini dia akan kembali ke rumahnya, karena sudah pasti Victor madih tak mengijinkannya.
"Kak Ella mau pulang?" tanya Adrian saat melihat Ella berkemas.
"Iya sayang, kakak sudah sehat dan harus kerja lagi, kalau tidak kakak akan kehilangan pekerjaan kakak." jawab Ella dan mengelus pipi Adrian.
"Emmm... kalau Adrian tidur di rumah kakak boleh?" tanya Adrian.
"Tentu saja boleh, kakak malah senang Adrian bisa tidur di rumah kakak." jawab Ella menenangkan Adrian.
"Horeee.. Baiklah nanti aku akan bicara pada daddy." jawabnya kembali. Ella hanya tersenyum saja.
"Tapi ingat, harus nurut perintah daddy. Apapun yang daddy lakukan, semuanya adalah untuk kebaikan Adrian. Promise?" tanya Ella dan memberikan jari kelingkingnya pada Adrian.
"Promise." jawab Adrian lantang dan mengaitkan jari kelingkingnya pada Ella.
Selama dekat dengan Adrian Ella merasa memiliki keluarga kembali selain Jenny. Adrian yang bergantung padanya membuat Ella merasa keberadaannya sangat di butuhkan. Dia memeluk Adrian dan meneteskan air matanya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE