
Ella tak langsung masuk ke ruangannya. Tapi dia langsung ke ruang atasannya. Dia akan meminta ijin agar di perbolehkan untuk Adrian ikut dengannya.
Tok...tok... tok...
"Masuk." jawab atasan Ella yang bernama Ricky.
"Oh Ella. Duduklah." Ricky tersenyum, karena pagi-pagi Ella sudah menyapanya di kantor. Ricky sebenarnya ada rasa pada Ella. Hanya saja dia gengsi untuk berkata jujur. Ricky adalah atasan Ella yang berusia 30 tahun dia memiliki perawakan yang atletis.
"Maaf pak apa saya boleh minta ijin?" tanya Ella yang to the point.
"Ijin? Ijin apa? Dan siapa dia Ella?" tanya Ricky yang manik matanya tertuju pada Adrian.
"Iya ini yang saya maksud pak. Apakah boleh saya membawa keponakan saya ikut kerja pak? Kakinya sedang sakit dan di rumah tak ada yang mengurusnya. Tapi saya janji dia tak akan mengganggu pekerjaan saya." ucap Ella dengan menyatukan kedua tangannya memohon. Lama Ricky diam dan memandangi kedua orang yang ada di depannya itu.
Ricky berpikir lama, mungkin dengan adanya anak ini ada alasan dia untuk bertemu Ella di ruangannya dengan alasan kerjanya terganggu atau tidak. Karena selama di kantor Ricky memang jarang bertemu Ella.
"Baiklah, tapi dengan syarat setiap dua jam sekali laporkan pekerjaanmu padaku, jika kau tak bekerja dengan baik aku tak bisa membiarkan anak ini tetap di sini. Mengerti?" ucap Ricky tegas.
"Ah... Baik pak terima kasih. Saya janji akan tetap bekerja dengan baik." jawab Ella dengan senyum cantiknya.
"Kalau begitu saya permisi pak." Ella segera keluar dari ruangan Ricky. Sedangkan saat Ella keluar Ricky tersenyum lebar. Hari ini akan dia mulai dengan bahagia pikirnya.
Ella membawa Adrian masuk ruangannya. Dia senang Ricky bisa mengijinkannya semudah itu. Karena Ricky memang terkenal dingin.
"Ini ruang kerja kakak Adrian. Nanti kamu diam di sini yah jangan nakal. Kalau mau apa-apa bilang kakak." ucap Ella yang membawa Adrian ke sudut ruangan yang di sana tersedia televisi dan ada makanan ringan juga di meja sofa.
"Baik kak Ella. Terima kasih." jawab Adrian dengan senyum tampanya.
"Uhh emes sekali sih kesayangannya kakak." gemes sekali Ella dengan bocah ini. Tak lupa dia juga cubit pipi chubby Adrian.
Klek..
"Pagi Ella.." sapa Steven yang baru datang.
"Pagi..." jawab Ella dengan senyum cantiknya melihat ke arah Steven yang baru masuk ruangan.
Steven belum menyadari keberadaan Adrian. Karena Adrian tak mengeluarkan suara apapun. Sepertinya Adrian mengantuk, mungkin effect obatnya sudah bereaksi.
Ella melihat Adrian yang mulai menguap. Ella menghampiri Adrian dan mengambil selimut yang dia bawa tadi. Dia duduk berlutut memandangi Adrian lembut.
"Kau mengantuk sayang?" tanya Ella sambil mengelus rambut Adrian. Steven yang melihat ada anak kecil memicingkan matanya ke arah keduanya, dia akan bertanya pada Ella nanti.
"Iya kak, Adrian ngantuk. Boleh Adrian tidur?" tanyanya dengan mulut yang terus menguap.
"Boleh sayang, tidurlah yang nyenyak ya. Kakak akan bekerja dulu." Adrian memejamkan matanya. Steven yang melihat interaksi Ella dengan Adrian teesenyum. Ternyata Ella sayang dengan anak kecil pikirnya.
Setelah menyelimuti Adrian, Ella kembali ke kursinya karena lima menit lagi jam masuk kerjanya akan di mulai. Dan hari ini sepertinya Ella akan kembali sibuk. Melihat file yang ada di meja cukup banyak, itu menandakan Ella akan banyak bertemu nasabah.
"Siapa dia El?" tanya Steven pada Ella yang sudah duduk di kursi kebesarannya.
"Dia anakku Steven." jawab Ella..
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE