
Hari ini Ella pulang dari rumah sakit. Meski lukanya belum mengering setidaknya kondisi Ella sudah membaik. Victor menyiapkan satu perawat yang akan ikut untuk menjaga Ella.
Sampai di mansion Ella di gendong Victor masuk ke kamar Ella. Sedang kamar perawat Deniz di sebelah kamar Ella. Victor juga sudah menyambungkan telpon intercom yang tersambung dari kamar Ella ke kamar Deniz dan Victor sendiri.
Kedatangan Ella tentu saja di sambut dengan Adrian. Adrian sudah bergelayut manja di tempat tidur Ella saat Victor mendudukan Ella di tempat tidurnya. Ella rindu sekali dengan Adrian kecilnya. Apalagi sudah beberapa minggu terakhir mereka selalu bersama.
"Kak Ella sakit apa? Kenapa sampai masuk rumah sakit? Apa parah? Apa masih sakit?" banyak sekali pertanyaan Adrian yang ia tanyakan pada Ella. Sedangkan Ella tak menghiraukan pertanyaan Adrian. Dia justru sibuk menciumi pipi Adrian. Victor yang melihatnya ikut tersenyum.
"Kakak rindu sekali dengan Adrian, Adrian sudah makan?" bukannya menjawab pertanyaan Adrian Ella malah bertanya balik Adrian sudah makan atau belum.
"Aku juga rindu kak Ella. Kakak jangan sakit ya, nanti tak ada lagi yang akan menemani Adrian dan Emmy main." ucap Adrian penuh harap.
"Kakak akan cepat sembuh jika Adrian selalu berada dekat kakak." jawab Ella yang memeluk Adrian.
"Ehem ... ehem... Sekarang kakak harus istirahat terlebih dulu Adrian, mainlah dulu bersama Emmy." ucap Victor yang memotong pembicaraan antara Adrian dan Ella.
"Baiklah dad," jawab Adrian. Adrian berdiri dan mencium pipi Ella kemudian keluar.
"Sus kau keluarlah dulu. Aku akan memanggilmu jika Ella membutuhkanmu." ucap Victor. Dan suster berlalu pergi.
"Istirahatlah, jika perlu apapun panggil Deniz. Aku harus pergi sebentar." ucap Victor sambil membenarkan posisi Ella tidur dan mencium bibirnya singkat. Ella hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian Victor pergi.
"Siapkan mobil Hugo," perintah Victor saat menutup pintu kamar Ella.
"Baik tuan." segera Hugo menghubungi supirnya.
Victor akan menemui Della. Dia akan membuat perhitungan dengannya. Dia sudah membuat Ella terluka, dan dia bahkan memberi Victor obat terlarang. Apa mau Della sebenarnya?
Bukannya meminta pengampunan Della justru tersenyum sinis saat Victor masuk kamarnya.
"Kau ingin menghukumku Victor?" tanyanya santai sebelum Victor bertanya.
"Aku hanya ingin bertanya, kenapa kau melakukan ini semua?" tanya Victor yang sekarang duduk di sofa dan Hugo masih setia menemani.
"Karena aku menyukaimu," jawabnya singkat.
"Apa kau tau ada pria yang bisa lebih menghargai dirimu dari pada kau menyukaiku?" Victor sudah geram sekali dengan tingkah Della yang tak tau diri itu.
"I just love you," dan itu jawaban yang keluar dari mulut Della.
"Kau tau siapa Hugo bukan? Dia asistenku yang paling setia. Jika kau ingin aku melepaskanmu nikahlah bersamanya." tanya Victor yang melirik ke arah Hugo yang berdiri di sebelahnya. Hugo tentu saja terkejut dan juga ada rasa bahagia setelah mendengar kalimat terkahir Victor.
Ternyata selama ini Hugo menyukai Della saat pertemuan pertamanya. Hugo hanya seorang asisten, dan dia sadar akan hal itu. Makanya dia lebih memilih memendam perasaannya pada Della. Dan ternyata perasaannya itu di ketahui Victor. Victor tak pernah menutup mata pada orang di sekitarnya.
"Kau gila Vic." jawab Della yang mulai kesal.
"Aku akan memerintahkannya untuk tidur denganmu sekarang kalau kau tak percaya padaku.!"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE