
Sudah satu minggu Victor belum juga pulang dan memberi Ella kabar. Ella bahkan sudah bisa melakukan aktivitasnya sendiri. Bahkan suster Deniz sudah tak lagi bekerja di sana.
Ella sampai berkali-kali bertanya pada bi April apakah Victor atau Hugo ada menghubunginya. Adrian pun sudah tiga hari ini tiap malam menangis karena Victor tak kunjung pulang. Atau bahkan tak menghubungi Adrian.
Tak hanya Adrian. Terkadang Ella juga merindukan Victor dalam diamnya. Kemana Victor sebenarnya? Dan apa yang terjadi? Apa ada yang terjadi padanya?
"Vic, aku merindukanmu." ucap Ella. Saat ini Ella sedang duduk di tempat tidurnya dan Adrian sedang ada di sampingnya. Dia habis menangis dan Ella baru menenangkan Adrian dan sekarang sedang tertidur.
Keesokan harinya Ella sudah bersiap untuk menuju perusahaan Victor. Dia ingin mencari keberadaan Victor dan bagaimana keadaannya sekarang. Dia akan di temani Jenny ke sana.
Sesampainya di perusahaan Ella dan Jenny langsung naik ke lantai ruangan Victor. Keluar dari lift Ella di sambut dengan Alfar sekertaris Victor yang sibuk dengan pekerjaannya. Alfar tau siapa Ella.
"Nona Ella?" tanya Alfar terkejut.
"Ada yang bisa saya bantu nona?" Alfar tau pasti Ella menanyakan kabar tuannya.
"Tuan Alfar kamu tau kabar tentang Victor?" tanya Ella yang to the point.
"Ehm itu.. Saya juga belum mendapat kabar dari beliau nona." jawab Alfar dengan suara terbata.
"Katakan apa yang terjadi pada Victor tuan Alfar." desak Ella yang membuat Alfar tak bisa menolak.
"Katakanlah tuan, kau tau Adrian selalu menangis menanyakan daddynya?" celetuk Jenny yang sudah mulai kesal.
"Maaf nona, tapi saya memang tidak tau kabar tuan." jawab Alfar sedikit menundukkan kepalanya.
"Tuan Alfar, saya tau anda sedang berbohong. Saya mohon katakan apa yang terjadi pada Victor? Kemana Victor sebenarnya?" Ella mulai meneteskan air matanya. Jenny hanya menenangkan Ella dengan mengelus punggungnya.
"Ehmm, maaf nona tuan sedang mencari keberadaan David." jawab Alfar yang tak tega melihat Ella sudah menangis.
"David adalah musuh tuan nona. Dan dia yang telah menembak anda saat di pantai waktu itu." jelas Alfar hati-hati.
Deg...
Pikiran Ella sudah memikirnya hal yang buruk seketika mendengar itu. Dia tak tau siapa yang harus dia hubungi. Nomer ponsel Victor dan Hugo sama-sama tak aktif. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Victor.
"Tuan Alfar, jika kau mendapat kabar dari Victor tolong beritahu aku. Ini nomer ponselku." ucap Ella dan menyerahkan kartu namanya.
"Baik nona." jawab Alfar
Ella hanya terdiam sejak dari perusahaan tadi, sepanjang jalan Ella hanya memandangi jalan. Entah apa yang sedang ada di pikirannya.
"Kak, jangan pikir yang aneh-aneh. Berpikirlah positif. Tuan Victor pasti akan cepat kembali. Masih ada Adrian dan kakak yang menunggunya pulang. Dia pasti akan cepat kembali." ucap Jenny menenangkan. Ella hanya menjawabnya dengan senyuman.
"Tuan Victor kan juga sudah berjanji akan menikahi kakak ketika pulang nanti." ucap Jenny kembali.
Ella mengingat saat panggilan terakhirnya dengan Victor. Dia berjanji akan menikahinya saat dia pulang nanti. Ella tersenyum saat mengingatnya.
'Iya, Jenny benar Victor pasti cepat kembali. Dia masih ada Adrian yang menunggunya. Dan Victor juga masih punya hutang padaku.' batin Ella yang sudah kembali meneteskan air matanya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE