Daniella

Daniella
Peternakan



Bahkan Adrian sudah tak menangis lagi, karena saat terakhir Ella memberitahukannya, Ella berkata bahwa Victor sedang menyiapkan acara untuk ulang tahun Adrian. Karena itu Victor harus menyelesaikan semua perkerjaannya dengan cepat. Kebetulan ulang tahun Adrian sebulan lagi. Tepat tanggal 14 Pebruari.


"Adrian kenapa sedih lagi sayang?" tanya Ella pada Adrian yang masih belum tidur. Selama Victor tak ada di mansion, Adrian selalu tidur dengan Ella.


"Kak Ella, Adrian tak ingin merayakan pesta ulang tahun Adrian. Adrian ingin daddy pulang saja." jawab Adrian yang sudah mulai menangis.


"Kan kak Ella sudah memberitahu Adrian kalau daddy akan segera pulang. Pekerjaan daddy sangat banyak, sehingga daddy akan menyelesaikan pekerjaannya dulu setelah itu baru menemani Adrian kembali dan akan bermain bersamamu di hari ulang tahunmu sayang." jelas Ella berbohong. Bahkan Ella sendiri tak tau kondisi Victor seperti apa. Adrian lama berpikir. Dia memandangi Ella dan masih meneteskan air matanya.


"Ehm... atau Adrian ingn tinggal di rumah nenek kak Ella? Di sana Adrian bisa belajar bermain kuda." karena Adrian masih ingin bertemu daddynya jadi Ella berusaha mengalihkan pikiran Adrian dengan mengajaknya berkuda.


"Benarkah aku bisa berkuda kak?" tanya Adrian yang langsung duduk dari tidurnya dan menghapus air matanya.


"Iya sayang, paman Eric pemilik peternakan kuda adalah tempat nenek dan kak Ella bekerja dulu. Jadi Adrian bisa bermain di sana. Bagaimana, Adrian mau?" tanya Ella kembali.


"Mau kak," jawab Adrian Antusias.


"Kalau begitu sekarang Adrian tidur dan besok pagi kita berangkat. Ok?" Ella membenarkan posisi Adrian untuk tidur dan menyelimutinya.


"Siap kak, Ian sayang kakak. Cup." ucap Adrian dan mencium pipi Ella.


Ella memandangi wajah Adrian yang tertidur. Tak terasa air matanya menetes. Dia merindukan wajah yang sama seperti yang di miliki Adrian. Apakah dia baik-baik saja? Itu yang ada di pikiran Ella.


Keesokan harinya Ella mengatakan rencananya pada bibi April. Dan bi April setuju, dengan syarat pengawal Adrian juga akan ikut bersama mereka.


"Saat di sana Adrian jangan merepotkan kak Ella yah?" ucap bi April yang sedang menciumi Adrian.


"Bibi tenang saja, Adrian akan menjaga kak Ella selama di sana." jawab Adrian yang sudah memukul-mukulkan dadanya seperti orang dewasa yang sedang pamer.


"Pintar. Non bibi titip tuan muda ya non." ucap bi April saat melihat Ella.


Bi April juga menyiapkan supir dan mobil untuk keperluan Ella dan Adrian di sana. Perjalan ke rumah Ella menghabiskan waktu satu setengah jam.


Karena masih pagi Elka akan langsung membawa Adrian ke peternakan milik paman Eric. Saat sampai, terlihat paman Eric sedang memberi makan Teresya.


"Pamaaann," sapa Ella dengan suara yang sedikit keras.


"Ella, sudah lama kau tak kemari nak." ucap paman Eric yang memeluk Ella.


"Iya paman aku tak lagi tinggal di rumah. Aku merindukanmu paman." Ella selalu manja dengan paman Eric. Karena bagi Ella paman Eric adalah sosok ayah baginya.


"Oh iya paman, kenalkan adik kecil ini Adrian dia ingin bermain dengan Teresya.


"Hai uncle, aku Adrian. Dan siapa Teresya? Aku tak ingin main dengannya, Aku ingin berkuda kak." celoteh Adrian.


"Hai son." sapa paman Eric tertawa dan mengacak rambut halus Adrian.


"Ini Teresya sayang, kuda kesayangan kakak. Kau akan berkuda dengan anak Teresya sayang. Karena Teresya sangat besar dan Adrian masih kecil. Tapi anak Teresya dia juga kesayangan kakak karena dia sangat pintar sayang." jelas Ella yang sudah mencium Teresya.


"Benarkah?" tanya Adrian yang sudah sangat bersemangat ingin segera menaiki Teresya.


Hari ini Ella hanya memperkenalkan Adrian pada Qyue anak Teresya. Dia adalah kuda jantan yang berwarna putih bersih. Adrian antusias sekali menunggu hari esok.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


JANGAN LUPA ya ka.


IG_SHAKILABLUE