
Saat Ella menuju kamar mandi...
"Hei bisakah kau pergi jauh dari Victor?" suara wanita dari belakang yang tiba-tiba menarik tangan Ella.
"Kau merasa terganggu denganku Della?" ucap Ella. Ternyata wanita yang menariknya itu Della.
"Kau tau Victor hanya bermain-main dengan gadis kecil sepertimu. Kau tak tau dunia orang dewasa sayang. Pergilah jika tak ingin merasakan sakit hati." ancam Della.
"Hey nona, uruslah urusanmu sendiri. Urusanku dan Victor adalah urusan kami. Kau hanya orang luar sekarang nona. Come on..." ucap Ella santai dan membalikkan tubuhnya untuk ke kamar mandi. Della marah saat Ella mengatakan itu padanya. Dia menarik tangan Ella dan menampar keras pipi Ella.
Plakkkk....
Tamparan yang mendarat di pipi Ella jelas sangat keras sekali, karena membuat pipinya panas. Ella yang tak menerima tamparan Della menampar balik Della dengan mencengkram kuat tangannya dan Ella mendaratkan tamparan ke pipi Della yang tak kalah keras.
Karena sakit yang di rasakan pipinya, Della menarik rambut Ella hingga Ella sudah dalam posisi membungkuk. Ella balas menarik rambut Della dengan satu tangannya dan tangan yang satu lagi dia gunakan untuk memelintir tangan Della. Hingga membuat Della kehilangan keseimbangan dan bersimpuh di hadapan Ella. Ella pegang kuat kedua tangan Della dengan satu tangan lainnya memegang dagu Della.
"Aku peringatkan padamu. Jangan pernah mengganggu hubunganku dengan Victor. Kalau tidak kau akan menerima yang lebih parah dari ini." ucap Ella tegas.
Saat Ella fokus dengan memberi peringatan pada Della, Della yang melihat ada bulpen di atas vas meja lorong di ambil dan langsung menusukkan ke perut Ella. Ella terkejut dan mulai merasakan sakit. Cengkramannya pada tangan Della melemah. Della dengan cepat berdiri dan menarik bulpen yang dia tusuk tadi dan sekali lagi bulpen itu Della tusukkan di perut Ella yang lain. Sehingga ada dua luka tusuk di perut Ella.
"Kau yang salah sayang. jangan pernah main-main padaku. Ingat itu. Dan nikmatilah kesakitanmu." ucap Della dan berlalu pergi
Ella yang menggunakan Atasan putih jelas memperlihatkan darahnya yang berwarna merah pekat mengalir deras dari kedua luka tusukan itu. Suasana lorong yang sepi membuat Della pergi dengan santai meninggalkan Ella.
Seketika Ella terjatuh dan tak sadarkan diri. Della pergi dan tak memperdulikan Ella yang tergeletak di lorong club. Dia ke toilet untuk membersihkan tangannya dari darah Ella dan mencuci bulpen bekas darah lalu membuangnya ke tong sampah.
Kembali saat Hugo menghubungi anak buahnya..
"Bawa anak buahmu masuk dan cari nona Ella." perintah Hugo pada anak buahnya di telpon.
Aaaaaaaaaaaa....
Tiba-tiba ada suara teriakan dari arah yang berlawanan di mana Hugo berada. Hugo masih belum melihat apa yang terjadi, karena dirinya masih setia menunggu bossnya yang masih di dalam toilet.
"Boss nona Ella terkena luka tusukan di perutnya, kami sudah membawanya ke rumah sakit." teriak anak buah Hugo yang sudah ngos-ngosan karena berlari. Victor yang baru keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang masih lemah terkejut.
"Bawa aku pada Ella Hugo, cepat. Dan selidiki cepat kasus ini. Jika ini masih ada hubungannya dengan David segera temukan keberadaannya dimanapun dia berada. Bawa dia hidup-hidup padaku. Dan kau bawa Della padaku." jelas Victor saat berjalan menuju mobil yang di bantu Hugo.
"Baik tuan." ucap Hugo dan anak buahnya.
"Selamatkan Ella Tuhan.." batin Victor.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE