
"David menyerahlah, kau tak akan bisa menang. Anak buahmu sudah kalah telak. Dan lagi, kematian keluargamu tak ada sangkut pautnya denganku. Sudah berapa kali aku mengatakan itu padamu." teriak Victor yang bersembunyi di balik caravan miliknya.
"Semua bukti mengarah pada ayahmu Vic, kau jangan pernah mengelak itu.!" teriak David yang juga bersembunyi di balik mobil.
"Kau bahkan tak pernah menanyakan padaku apa yang terjadi saat itu. Kau sama sekali tak tau apa-apa David. Ayahmulah yang ingin membunuh ayahku." Victor kembali berteriak.
"Aku bisa memberikanmu buktinya." ucap Victor kembali.
"Kau jangan melempar kesalahan itu pada ayahku Vic. Kita sudah sampai di titik ini, untuk apa lagi mencari bukti? Bukti semua sudah aku lihat!" setelah mengucapkan itu David kembali menembak ke arah Victor.
Baku tembak pun tak terelakkan. Mereka sama-sama tak ingin mengalah. Hingga David dan ke tiga anak buahnya kehabisan peluru, Victor tak meneruskan tembakannya. Namun saat Victor lengah, David mengambil pistol yang berada tak jauh darinya dan menembakkan ke arah Victor.
Dorr...
Timah panas itu mengenai dada Victor. Seketika Victor terjatuh.
"Lindungi tuan." Hugo audah berteriak. Dan anak buahnya kembali menembak ke arah David.
Victor yang masih bertahan di sisa-sisa kesadarannya memegang pistolnya kembali dan dia arahkan pada David. Seketika David tergeletak di posisinya. Karena Victor pas menembaknya di kepala David. Dan ketiga anak buah David akhirnya merenggang nyawa semua.
Hugo dengan cepat membawa Victor untuk ke rumah sakit. Hugo sampai meneteskan air matanya melihat kondisi Victor yang berlumuran darah. Dia bahkan tak mempedulikan tangannya yang terkena tembak.
Selesai diobati Hugo segera datang ke ruang operasi untuk menunggu bossnya. Operasi berjalan lama, hingga 3 jam sudah berlalu.
Belum lagi perawat yang keluar masuk membawa kantung darah. Semakin takut Hugo melihatnya. Victor adalah pahlawan bagi Hugo. Jika tak ada Victor yang menolongnya dulu mungkin dia sudah tak seperti sekarang. Karena itu juga Hugo rela mati untuk keluarga Victor.
Dan akhirnya lampu hijau menyala setelah hampir empat jam. Dokter keluar dan Hugo segera berlari ke arahnya.
"Bagaimana kondisi tuan Victor dok?" tanya Hugo
"Meski operasinya berjalan lancar, tapi pasien masih kritis. Karena peluru ini bersarang di bilik jantungnya dan mengenai arterinya juga. Sehingga Tuan Victor harus terus melakukan transfusi darah hingga kadar darahnya kembali normal." penjelasan dokter membuat Hugo sedikit lemas. Dia sungguh takut akan terjadi sesuatu pada Victor.
Victor di pindahkan ke ruang steril. Hugo meminta fasilitas dan penanganan terbaik untuk Victor. Hugo juga memerintahkan pada anak buahnya untuk berjaga di depan pintu.
Sudah empat hari berlalu Victor di rumah sakit. Namun masih belum ada perkembangan. Hugo tetap setia menemani Victor. Hugo juga mematikan akses ponselnya, bukannya Hugo tak ingin Ella dan Adrian tau. Dia hanya menunggu sampai Victor sadar. Dia hanya tak ingin membuat semuanya kecewa jika hal buruk sampai terjadi.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
JANGAN LUPA ya ka.
IG_SHAKILABLUE