Daniella

Daniella
Tangis Jenny



"Honey please buka pintunya honey. Maafkan aku." mohon Victor yang masih setia mengetuk. pintu kamar Leon.


Sudah tau Ellanya mudah sensitif akhir-akhir ini, Victor tak mengerti sekali. Dia hanya ingin di manja dan lebih mendapat perhatian Victor saja. Apa itu salah?


Klek..


Ella hanya diam saja sambil membuka pintunya. Dia tak memandangi Victor. Ella hanya menunduk dengan air mata yang sudah menetes.


"Maafkan aku honey, aki benar-benar berusaha untuk pulang tadi. Maafkan aku honey. Aku janji tak akan melakukan hal yang sama lagi." mohon Victor yang membuat Ella mengerucutkan mulutnya.


Victor menghapus air mata istrinya yang menetes dengan tak tau dirinya itu. Dengan lembut Victor melakukannya. Dan berakhir dengan Victor yang mendaratkan bibirnya singkat di bibir Ella.


"Kau memaafkanku?" tanya Victor dan Ella menganggukkan kepalanya dan berhambur kepelukan Victor.


"Terima kasih honey, Cup.." Victor mengecup lama kening Ella dan keduanya masuk kamar si kecil Leon.


Mereka tak melakukan apapun setelah itu. Hanya tidur saja sambil berpelukan. Leon hanya ngontrak saja di sana. Kasian sekali si tampan kecilnya ini.


Esok paginya karena Victor masih merasa bersalah dengan Ella untuk menebus kesalahannya semalam, dia menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Dia membuat sadwich serta terlur gulung dan tak lupa susu untuk Adrian.


Ella yang melihatnya tersenyum lebar. Dia tau Victor tak melakukannya dengan sengaja semalam. Seharusnya Ella mengerti dengan pekerjaan suaminya yang sebagai boss, jelas bebannya sangat besar. Tapi dia hanya ingin saja lebih di perhatikan. Karena suaminya itu kalau sudah bekerja pasti tak bisa di ganggu. Kecintaannya pada pekerjaan terkadang membuatnya lupa diri. Dan itu yang tak Ella suka.


"Pagi honey, pagi juga anak-anak tampan daddy." sapa Victor yang masih memakai apronnya dan spatula di tangannya.


"Pagi daddy." jawab Adrian yang langsung duduk di meja makan.


"Makasih sayang, I love you." Ella yang masih menggendong Leon memeluk Victor dari belakang dan mengecup punggungnya di balik pakaiannya.


Mereka menikmati satapan paginya dengan bahagia. Tiba-tiba Jenny datang dengan menangis.


"Nyonya, ada nona Jenny datang sambil menangis. Dia sedang ada di teras belakang." ucap pelayan yang datang menghampiri Ella.


"Ada apa dengannya? Sayang aku menemui Jenny dulu yah." ucap Ella manja dan mengedipkan matanya pada Victor.


"Makan yang banyak ya sayang sama Emmy. Mommy akan menemui bibi Jenny dulu." Ella memberi Adrian kecupan di pipi gembulnya yang penuh dengan makanan.


"Hai Jenny, aku merindukanmu sayang." teriak Ella saat melihat Jenny yang sudah ada di pinggir kolam.


"Kakak.." teriak Jenny pada Ella yang langsung memeluknya.


"Kau kenapa sayang? Kenapa menangis?" tanya Ella yang membawa Jenny untuk duduk.


Lama Jenny memeluk Ella dalam diamnya. Dia masih mengontrol emosinya di depan Ella.


"Kau kenapa Jenny sayang? Katakan padaku? Aku akan membantumu. Katakanlah sesuatu hmm?" tanya Ella sekali lagi. Jenny memiliki jiwa periang. Karena itu Ella terkejut kenapa Jenny bisa bersedih seperti ini. Siapa yang membuatnya menangis?


"Kak maafkan aku sebelumnya. Aku menyukai Steven sudah sangat lama." kembali Jenny terdiam dan masih memandang Ella yang setia memperhatikannya.


"Meski aku tau dia dulu juga menyukaiku, tapi.. aku baru tau kalau Steven ternyata sejak bertemu denganmu, dia menyukaimu kak."


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤