
Selesai makan Victor kembali ke kamarnya dan membawakan Ella makanan. Dia masuk kamarnya dan melihat Ella yang tidur dalam posisi miring dan tersenyum. Pasti Ellanya masih membayangkan permainan yang di lakukan Victor padanya.
Victor mendekat dan mengelus wajah cantik istrinya itu. Kenapa dia tak di pertemukan lebih awal dengan Ella? Jika begitu hidupnya pasti akan penuh warna.
"Honey, bangunlah." ucap Victor yang berbisik di telinga Ella. Ella mulai membuka matanya pelan.
"Honey, makanlah dulu." ucap Victor dan mengecup kening Ella. Di bantu Victor untuk duduk bersandar di sandaran Tempat tidurnya.
"Maaf aku langsung tidur sayang. Aku lelah sekali karena permainanmu tadi. Kau begitu hebat sayang." bisa-bisanya Ella masih membahas kehebatan suaminya bermain di atas ranjang. Sudah pasti itu tak perlu di ragukan lagi.
"Kau baru tau honey kalau suamimu ini sangat hebat?" goda Victor. Dia mengambil nampan berisi makanan yang dia bawa pada Ella.
"Suapin." ucap Ella manja." dan Victor tetap menuruti kemauan istrinya itu. Dengan penuh kasih sayang Victor menyuapi Ella makan. Tak pernah bosan rasanya memandangi istrinya seperti ini.
'Kau adalah anaugerah terindah yang di berikan Tuhan padaku dan Adrian. Aku akan jadikan kau wanita sempurna dalam hidupku honey. Dan kesempurnaanmu itu yang akan membuat hidupku dalam lingkaran kebahagiaan selamanya.' batin Victor yang masih menyuapi istri manjanya itu.
Tak terasa usia kandungan Ella sudah menginjak 37 minggu itu artinya hanya hitungan hari lagi Ellanya akan melahirkan anak. Selama kehamilannya Ella sama sekali tak merepotkan. Dia hanya menjadi manja saja dan yang pasti sangat cemburuan. Sehingga 24 jam Victor selalu dalam pengawasannya.
Pagi ini rencananya Ella dan Victor akan menemani Adrian untuk bermain piano. Karena Ella ingin sekali berdansa dengan di iringi musik piano yang Adrian mainkan.
Tapi semuanya tiba-tiba berantakan karena Victor harus ke kantornya karena klien dari luar negeri ingin bertemu dengannya. Dan sangat terpaksa Victor pergi bekerja. Dua bulan terakhir ini Victor sudah tak lagi datang ke kantor. Dia hanya ingin menemani kehamilan tua Ella bersama. Dia hanya sesekali saja ke kantor jika urusannya tak bisa di wakilkan. Cukup lewat laptop dan ponselnya saja dia mengechek laporan perusahaannya.
Saat ini Ella bersama Adrian Emmy dan bibi April berada di aula music rumahnya. Selama Victor tak di rumah Emmy dan bi April adalah alarm untuknya jika Ella melakukan sesuatu.
Adrian sedang memainkan lagu Celine dion. Ella masih kekeh ingin berdansa meski sendiri. Padahal bi April sudah sangat mewanti-wanti Ella. Dia takut terjadi apa-apa dengan perutnya. Karena tak ada Victor yang mendampingi dia berdansa.
"Nyonya sudah ya, nyonya duduk saja bersama Adrian. Nanti jika tuan Victor datang baru nona berdansa kembali." ucap bi April yang mengikuti langkah Ella berdansa.
"Tenang saja bi, aku akan pelan-pelan. Bibi jangan khawatir. Toh bibi juga ikut berdansa bersamaku?" jawab Ella tersenyum yang melihat bi April mengikut langkahnya.
Tiba-tiba Ella merasa perutnya sedikit nyeri, namun dia tepiskan karena dia masih bisa bergerak bebas. Sekali dua kali Ella masih bisa menahannya. Namun saat dia melakukan gerakan memutar Ella langsung terjatuh, namun sebelum menyentuh lantai bi April dengan sigap menangkap Ella dan mendudukan pelan.
"Akhh bi perutku sakiit!"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
JANGAN LUPA ya ka.
IG_SHAKILABLUE