
Tak terasa sehari berlalu dengan cepat. Ella masih menunggu Victor hingga pukul 11 malam. Namun Victor masih tak kunjung pulang. Karena mengantuk Ella pun tertidur. Berbeda dengan Deniz. Dia akan berjaga hingga Victor datang. Dia hanya menggunakan pakaian tidur tipis tali spaggheti yang memperlihatkan buah dadanya. Dia duduk di sofa depan kamar Ella sambil menonton tv
Hingga pukul satu malam baru terdengar suara langkah kaki dari arah bawah tangga, Deniz yang memang belum tidur cepat-cepat merapikan penampilannya.
"Sedang apa kau sus?" tanya Victor yang baru saja pulang dan melihat Deniz sedang menonton tv di luar kamarnya dengan menggunakan pakaian macam itu.
"Oh tuan Victor. Maaf atas kelancangan saya tuan. Saya hanya tak ingin ketiduran saja. Saya hanya takut nona Ella membutuhkan saya." ucap Deniz yang pura-pura berjaga untuk Ella.
"Oh baguslah, tapi perhatikan pakaian yang kau kenakan. Bersikaplah sopan di rumahku." jelas Victor datar dan akan langsung masuk kamar. Tapi Deniz masih menahannya.
"Baik tuan maafkan saya. Apa anda tak membutuhkan sesuatu tuan? Apa anda ingin saya siapkan makan?" tanya Deniz dengan suara yang di buat manja.
"Ini sudah malam. Dan kau tak perlu mengurusku." jawab Victor tegas dan berlalu pergi.
"Sial, apa aku kurang sexy?" batin Deniz.
Victor membersihkan dirinya di kamar. Setelahnya langsung menuju kamar Ella. Karena sudah sangat lelah dia hanya ingin memeluk Ella setelah seharian pergi meninggalkan Ella. Victor mencium singkat bibir Ella dan memeluk Ella dalam tidurnya. Itu sudah menjadi kebiasaan Victor sepertinya.
Paginya Ella terbangun lebih dulu. Dia selalu saja terkejut jika ada tangan yang melingkar di tubuhnya. Dia berbalik dan melihat wajah tampan calon suaminya. Ella tersenyum dan mengecup pelan bibir Victor.
"Love you." ucap Ella lirih.
"Love you more honey." masih dengan mata tertutup dan suara khas bangun tidurnya Victor menjawab salam cinta dari Ella.
"Kau ingin ke kamar mandi honey?" tanya Victor yang masih mengantuk.
"Tidurlah, biar aku sendiri. Kau masih mengantuk sayang." ucap Ella lirih. Dia mengelus pipi Victor dengan jari jemarinya.
"Tak perlu Vic, kau tidurlah." ucap Ella pelan.
"Kau tanggung jawabku honey. Aku tak mungkin membiarkanmu sendiri. Cup." Victor mengecup bibir Ella yang masih dalam gendongannya. Dan Ella tersenyum mendengar ucapan Victor yang romantis menurutnya.
Victor seperti merasakan dejavu. Kejadian yang kemarin dia lakukan, sekarang dia lakukan kembali. Tentu saja meski harus terulang berkali-kali Victor sangat menyukainya.
Victor dengan telaten membuka pakaian bawah Ella dan mendudukkan Ella di atas closet untuk membuang air kecil. Sebenarnya Ella sangat malu sekali akan hal ini. Namun Victor yang terus memaksanya.
"Pergilah Vic aku malu." ucap Ella pelan sudah dengan pipinya yang memerah.
"Lakukan saja honey, tak perlu malu padaku. Sebentar lagi kita juga akan menjadi suami istri." jawab Victor sambil mengacak rambut Ella pelan.
"Terserahlah aku juga sudah kebelet buang air kecil. Toh Victor tak melakukan hal buruk padaku." batin Ella.
Akhirnya dengan berat hati Ella membuang air kecil di hadapan Victor. Victor dengan sabar menunggu Ella sampai selesai.
Sebenarnya jiwa Victor sudah meracau, bahkan si adik sudah bangun sedari tadi ketika melihat bagian bawah Ella. Sampai harus menelan salivanya berkali-kali Victor di buatnya. Meski tak terlihat jelas karena Ella menutupnya dengan rapat, tapi tetap saja masih terlihat samar.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE