
Ternyata sampai 30 menit Ella belum juga keluar. Alhasil Victor ketiduran dengan keadaan duduk bersandar. Tak lama setelah itu, Ella keluar dari kamar mandi. Dia melihat Victor yang tertidur.
Ella duduk di pinggir tempat tidurnya dan dengan intens dia memandangi wajah Victor yang tertidur. Teduh sekali melihat wajah Victor yang seperti itu.
"Aku merindukanmu Vic." guman Ella pelan. Dia mengelus pipi Victor lembut.
Ella terus saja memandangi Victor, hingga satu jam berlalu akhirnya Victor membuka matanya. Dan melihat Ella sudah ada di depannya.
"Hey honey, kenapa tak membangunkanku?" tanya Victor yang membenarkan duduknya di depan Ella.
"Aku ingin melihat lukamu Vic boleh?" tanya Ella yang tiba-tiba memohon dengan wajah sendunya ingin melihat luka di dada Victor.
"Jika kau menangis aku tak kan memperlihatkannya padamu honey." ucap Victor yang mengelus pipi Ella lembut. Ella menjawabnya dengan anggukan. Sejak Victor menghilang tanpa kabar dan mendengar bahwa dia terkena luka tembak Ella lebih banyak diam dan menangis dalam diamnya.
Victor melepas kaos yang dia kenakan hingga memperlihatkan tubuhnya yang kekar. Ada luka bekas jahitan di dadanya. Ella menyentuhkannya pelan. Lama Ella memperhatikan luka itu dan berakhir dia memberi kecupan di luka jahitan milik Victor itu dan dia kembali menangis sambil memeluk Victor.
"Berjanjilah, kau harus terus hidup hingga tua." ucap Ella dengan suara paraunya. Dia takut sekali kehilangan Victor.
"Aku akan hidup lama bersamamu, Adrian dan anak-anak kita." jawab lembut Victor sambil tangannya menepuk-nepuk punggung Ella agar Ella lebih tenang
Victor mengangkat Ella untuk tidur bersamanya di tempat tidur. Saat di tempat tidur Ella terus saja menatap wajah Victor yang selama sebulan ini sudah riwa-riwi dalam pikirannya.
"Tidurlah. Sudah malam honey." Victor memiringkan posisi tidurnya menghadap Ella yang juga memiringkan tidurnya menghadap ke arah Victor.
"Bagaimana keadaanmu saat itu? Apa terasa sangat sakit?" Ella menanyakan saat Victor tertembak. Tangannya di sentuhkan ke pipi Victor.
Victor terdiam dan dia menceritakan sedikit saat-saat di mama dia tertembak. Ella kembali meneteskan air matanya. Dia tak bisa membayangkan jika sampai Victor tak selamat saat itu, bagaimana dengan dirinya dan juga Adrian.
"Tidurlah honey, dan berhentilah menangis. Matamu sudah sangat lelah." ucap Victor dan dia menarik Ella dalam pelukannya.
Dia bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Setelah itu dia keluar dan mencari Ella. Ternyata Ella baru selesai memandikan Adrian dengan Emmy. Dia melihat Ella yang masih menggunakan pakaiannya semalam.
"Daddy..." teriak Adrian dan membuat Ella menoleh ke arahnya.
"Kau sudah mandi son?" tanya Victor yang mendekat.
"Ya, karena aku akan ke peternakan lagi dad. Aku akan berlatih bersama Qyue." ucapnya semangat.
"Hmm, baiklah kalau begitu daddy akan bersiap." Victor menurunkan Adrian dari gendongannya dan menuju Ella. Dia mencium singkat keningnya.
"Aku akan bersip dulu." ucap Victor pada Ella dan dia berlalu pergi.
"Emmy, aku juga akan bersiap dulu." Emmy masih memakaikan Adrian outfitnya.
"Ya nona."
Mereka berlima berangkat menuju peternakan paman Eric, Victor membawa Hugo dan juga Emmy bersamanya. Victor ingin mengajarkan sendiri anaknya untuk berkuda.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
JANGAN LUPA ya ka.
IG_SHAKILABLUE