
Karena merasa ada yang memeluk tubuhnya Ella terbangun dan melihat ternyata Victor masih tidur bersamanya. Meski sudah beberapa kali mereka tidur bersama Ella masih belum terbiasa dengan kehadiran Victor saat bangun tidur di pagi hari.
Dia memandangi wajah Victor yang masih terlelap. Tampan sekali duda tua itu. Apa Ella serakah dengan menerima Victor untuk terus berada di sisinya? Ella sentuh pelipisnya dan bulu matanya yang lentik. Sempurna sekali ciptaan Tuhan yang satu ini.
Ella mendekatkan bibirnya dan mencium pelan bibir Victor. Karena merasa ada yang memyentuhnya, Victor terbangun dan membuka matanya mendapati Ellanya mencuri morning kiss darinya. Tentu saja Victor dengan senang hati membalas ciuman hangat Ella.
"I love you honey," ucap Victor selesai mencium bibir Ella.
"Love you too Vic." jawab Ella dengan senyum manisnya.
Victor bangun dan mengangkat Ella dalam gendongannya, dia membawa Ella untuk membersihkan diri di kamar mandi. Kali ini Victor yang ingin melakukannya tanpa bantuan Deniz. Apa Ella menolak? Tentu saja Ella menolak, tapi karena Victor terus saja memaksa terpaksa Ella menuruti kemauan Victor meski mukanya sudah sangat merah karena menahan malu tubuhnya yang di sentuh oleh Victor nantinya.
"Aku berjanji tak akan melakukan apapun selain membersihkan tubuhmu honey. Cup..." ucap Victor yang mencium kening Ella. Dan Ella menjawabnya dengan senyumnya.
Victor sudah menyiapkan baskom dengan air hangat serta waslab. Dia mulai membuka pakaian Ella satu persatu hingga menyisakan pakaian dalamnya saja. Meski Victor pernah memegang buah dada Ella, tapi kali ini dia bisa melihat langsung dari balik penutup dadanya.
Dan itu membuat jiwanya mulai panas. Betapa indah tubuh Ellanya itu. Buah dadanya yang besar serta tubuhnya yang putih sungguh membuat kesadarannya sedikit terganggu. Namun dia masih harus bertahan sampai menyelesaikan tugasnya ini.
Dengan telaten Victor membersihkan tubuh Ella. Semua tak luput dari sapuan lembut tangan Victor. Hingga sampai di bagian bawahnya. Victor sampai menelan salivanya berkali-kali. Meski itu masih tertutup kain pelindungnya, Mata dan tubuh Victor tak bisa pungkiri jika itu begitu indah di lihat.
Victor dengan cepat menyelesesaikan tugasnya itu. Dan berakhir memakaikan baju santai pada Ella. Setelah selesai semua Victor membawa Ella kembali ke tempat tidur. Padahal Ella bisa jalan, tapi Victor masih tetap memaksa ingin menggendongnya.
Setelahnya Victor mencium bibir Ella dan dia memanggil Suster Deniz untuk menyiapkan makanan dan obat Ella serta mengecheck lukanya. Sedangkan Victor akan kembali ke kamarnya. Sepertinya dia harus menyelesaikan tugas negaranya di kamar mandi.
Di kamar Ella...
"Selamat pagi nona?" sapa Deniz ketika baru masuk kamar Ella.
"Pagi suster," jawab Ella lembut.
"Saya akan langsung menyiapkan pakaian anda untuk mandi." ucap Deniz yang memang tidak tau jika Ella sudah melakukannya dengan Victor.
"Tak perlu sus, saya sudah melakukannya tadi pagi sebelum suster masuk." jawab Ella yang sudah ada semu merah di pipinya.
"Oh di bantu tuan ya nona?" tanya Deniz yang mengerti maksud Ella. Dan Ella menjawabnya dengan senyum malu-malunya.
"Enak sekali kau nona, bisa di layani dengan tuan Victor seperti itu. Dari awal melihat tuan Victor aku sudah menyukainya. Apa tuan Victor akan melihatku jika aku sedikit memberi perhatian padanya?" batin Deniz yang ternyata menyimpan perasaannya pada Victor.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE