
"No, aku tak suka tubuhmu di lihat orang lain selain aku honey. Kau cukup berenang di depanku saja saat tak ada orang yang harus melihatmu begini." kesal sekali Ella. Padahal jarang-jarang dia seperti ini.
"Sebentar saja ya? Please?" mohon Ella sekali lagi. Masalahnya dia sudah terlanjur basah karena ombak yang menyapu tubuhnya tadi mengenai celananya hingga paha.
"Kau ingin berenang kan? Besok saja ya kita kembali ke sini." ucap Victor. Entah apa bedanya sekarang dan besok pikir Ella. Terserahlah, Ella tak ambil pusing lagi.
Sepanjang jalan Ella menekuk wajahnya lesu, dan Victor sadar kalau Ellanya sedang kesal. Karena waktu sudah mau malam, jadi Victor memutuskan untuk kembali kepenginapan. Tapi sebelumnya Victor akan mengajak Ella makan terlebih dulu. Sapa tau bisa jadi moodbaster buat Ella setelah menikmati santapan makanan yang tersaji.
Victor mengajak ke resto makanan khas Yunani dan timur tengah. Tapi Ella lebih memilih makanan timur tengah, karena aromanya yang selalu menyengat membuat pecinta makanan sangat menyukainya. Seperti Ella tentunya.
Ella memilih nasi Britani domba. Sedang Victor hanya memilih steak saja. Mereka menikmati makanan yang mereka pesan. Apalagi Ella. Suka sekali dia, makanannya sampai habis tak tersisa. Victor hanya tersenyum saja melihat Ellanya yang lahap sekali makannya. Pasti moodnya sudah lebih baik. Dan itu artinua nanti dia bisa mengambil jatahnya. Dasar pria, selalu saja itu yang di pikirkan.
Selesai makan mereka langsung kembali kepenginapan. Hugo memesankan Penginapan yang paling indah di Santorini. Dan tentunya paling mahal. Meski ini bukan pyrgos kota tertinggi di Santorini, tapi masih memiliki view yang tak kalah indah. Apalagi kalau waktunya sunset seperti ini. Indah sekali.
Ella dan Victor bersantai sejenak di balkon sembari menikmati indahnya suasana Santorini di malam hari. Mereka duduk di sofa panjang dan Ella duduk bersandarkan dada Victor yang kekar. Suasana yang dingin di malam hari sampai tak terasa. Justru Ella merasa sangat hangat berada di pelukan Victor.
Ella tiba-tiba kembali mengingat masa lalunya saat hidupnya masih harus bekerja ke sana kemari, bersama sang nenek hanya untuk biaya mereka sehari-hari. Meski mereka tak cukup kaya, tapi mereka tak pernah kekurangan untuk biaya hidup mereka sehari-hari.
Air matanya yang jatuh mengenai tangan Victor yang memeluknya dari belakang. Victor memiringkan kepalanya dan melihat ternyata Ella menangis.
"Kau kenapa honey?" tanya Victor yang membimbing dagu Ella untuk melihat ke arahnya. Victor juga menghapus buliran air matanya yang menetes tak tau diri itu.
"Tiba-tiba aku ingat orang tuaku, apa aku tak mereka harapkan sampai harus membuangku saat baru di lahirkan?" ucap Ella yang tersenyum kecut.
"Jangan memikirkan hal itu honey. Pikirkan hal positifnya saja. Jika kau bersama orang tuamu mungkin kita tak berjodoh seperti sekarang. Inilah takdir honey. Tak ada yang tau takdir itu di bentuk, cukup kita menjalaninya dengan ikhlas dan selalu berpikir positif untuk meraih kebahagiaan kita dan orang-orang yang mencintai kita. Seperti halnya dirimu. Kau yang sekarang sangat beruntung karena telah mendapatkan dua lelaki tampan sekaligus seperti kami." jelas Victor yang di akhir kalimatnya mengerlingkan matanya pada Ella. Dia hanya tak ingin Ella berpikir hal-hal yang tidak penting dalam hidupnya. Seperti orang tuanya yang membuangnya.
Tapi sepertinya Victor juga penasaran asal keluarga Ella. Mungkin sepulangnya dari honeymoon Victor akan memerintahkan Hugo untuk menyelidiki siapa Ella yang sebenarnya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
JANGAN LUPA ya ka.
IG_SHAKILABLUE