Daniella

Daniella
Rumah singgah



Ella mengerti sekarang apa yang membuatnya menangis. Ella tau bagaimana perasaannya. Pria yang di cintainya menyukai orang terdekatnya. Sakit!


"Maafkan aku Jenny. Aku tak ingin semuanya terjadi seperti ini. Aku juga sudah berusaha menghindar agar Steven bisa melupakanku." Ella terdiam dan mengelus rambut Jenny dengan senyumnya.


"Jika kau mencintainya, maka kejarlah sayang. Tapi jika kau sudah lelah dengan perjuanganmu maka berhentilah. Perjalananmu masih panjang. Masih banyak cinta lain yang ingin mengejarmu. Tapi aku yakin jika Steven masih memiliki rasa padamu. Hanya saja tempat itu sudah lama tertumpuk di dalam hatinya. Kau cukup mencarinya kembali dan memberi sedikit perhatian padanya. Percayalah padaku sayang." jelas Ella.


Jenny kembali menangis di pelukan Ella. Dalam situasi seperti ini memang tak ada yang salah. Mereka telah lama di pisahkan dan tak saling menghubungi. Bahkan mereka di pertemukan dengan orang lain silih berganti selama ini. Jika cinta itu masih baru tumbuh, tentu saja dengan lamanya waktu rasa itu akan terkikis.


Seharian itu Ella hanya menemani Jenny. Leon sebagai pendengar setia kedua wanita itu saat bercerita. Sedang Adrian masih belum pulang. Dan Victor kembali bekerja dengan janji pulang cepat. Agar tak lagi Ella mengunci kamarnya dan tentu saja jika itu terulang lagi Victor akan tidur sendirian di kamarnya.


Sore harinya sesuai janji Victor, dia pulang lebih awal. Bahkan sudah siap untuk memanjakan istrinya yang sedang memandikan Leon saat ini.


Jenny setelah menenangkan hatinya kembali pulang. Namun dia masih tak ingin menghubungi Steven. Dia hanya butuh mengontrol emosinya dan menata kembali perasaannya terlebih dulu.


Tak terasa usia Leon sudah satu bulan. Bahkan dia sudah mulai tau siapa Adrian. Bayi jaman sekarang memang beda dengan masa dulu. Mereka lebih aktif dan tau sekali mana yang berkualitas dan tidak. Heran sekali.


Dia sudah siap dengan tubuhnya yang harum dan tampak polos namun masih tertutup selimut. Hanya tinggal menunggu tuan rumah menyentuhnya saja.


Seperti bayangannya Ella keluar dari kamar mandi dengan pakaian malam yang super sexy. Tiba-tiba burung yang tadinya lemah lunglai tak bertenaga, seketika berdiri sedang mengepakkan sayapnya untuk terbang mencari rumah yang lama tak di singgahinya.


Victor langsung mendekat dan mengecup mesra bibir Ella. Dengan kelembutannya Victor bermain-main di bibir istrinya yang selalu menjadi favoritnya. Tak butuh lama Victor dengan cepat menghabisi istrinya di atas ranjang.


Malam ini keduanya sangat bergairah. Yang tadinya kamar terdengar suara blower saja, kali ini sudah terdengar suara teriakan dan lengkingan dari mulut Ella yang berhasil membuat gairah Victor meningkat berkali-kali lipat.


Hingga membuat Ella mengibarkan bendara untuk kekalahannya pada Victor. Jelas saja suaminya buas malam ini. Dia benar-benar ingin memanjakan yang tertidur lama untuk tetap on. Hingga menjelang subuh baru keduanya tertidur.


Lelah lapar ngantuk itu yang di rasakan Ella. Tapi Ella lebih memilih memejamkan matanya saja sambil memeluk suaminya. Karena sebentar lagi dia akan bangun untuk memandikan Leon. Kasian Leon harus menunggu orang tuanya bangun dulu.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤