
"Pertanyaan terakhir, jika kau bersamaku aku akan sangat posesif padamu. Perempuan manapun yang dekat denganmu aku tak suka. Termasuk Della." tanya Ella yang berakhir dengan tangannya mengelus pipi Victor.
"No problem honey, aku juga akan posesif pada teman priamu. Apalagi dengan Steven, aku tak suka kau satu ruangan dengan dia." jelas Victor. Ternyata sampai dengan teman satu ruangan pun Victor tau. Ella sampai menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lama Ella berpikir. Banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang dia pikirkan. Dia hanya takut hubungannya hanya sesaat. Gagal di tengah jalan. Apalagi mengingat dirinya adalah anak buangan, Ella takud jika suatu saat semua orang mengetahuinya Victor akan pergi meninggalkannya.
"I love you." dan itu kata yang akhirnya keluar dari mulut Ella. Dia akan berusaha, mencoba agar huhungan yang dia bangun dengan Victor tak ada hambatan.
"I love you too." jawab Victor yang langsung tersenyum lebar. Dia menciumi wajah Ella dan tak lupa mencium bibirnya dengan sangat lembut. Ella yang sudah terbiasa mulai membalas ciuman Victor. Padahal selama ini hanya Victor saja yang aktif. Dan itu tentu saja di sambut baik dengan Victor.
"Kau tetap tak boleh pergi dari sini ok." tegas Victor.
"Tapi aku ingin melihat rumah nenek sebentar. Sudah lama aku tinggal di sini. Dan mulai besok aku akan bekerja kembali." mohon Ella.
"Baiklah hanya satu hari. Dan urusan kerjaan, ingat pesanku. aku tak suka kau dekat dengan Steven." ucap Victor serius. Ella hanya menjawab dengan anggukan kepala dan senyumnya.
Setelah pembicaraan itu Ella ke kamar Adrian. Sedang Victor ke ruang kerjanya untuk membahas kerjaannya dengan Hugo. Hingga saat ini mereka masih belum menemukan di mana David. Pintar sekali lelaki ini sembunyi dari Victor yang memiliki kuasa di Negara ini.
Keesokan paginya Ella sudah bersiap dengan pakaian kerjanya dia memakai kemeja dengan di balut sweater dan rok mini. Ella memang terbiasa tak langsung menggunakam pakaian kerjanya dari rumah. Ella baru akan menggantinya saat di kantor.
"Apa rokmu tak ada yang lebih rendah honey?" sindir Victor yang melihat Ella menggunakan rok terlalu pendek
"Tapi aku biasa memakainya." jawab Ella yang merasa tak ada masalah dengan pakaiannya.
"Baiklah aku akan mengganti pakaianku." ucap Ella dengan wajah yang sudah cemberut.
Ella mengganti pakaiannya dengan Sweater putih bermodel kemeja dan celana panjang. Mereka sedang menikmati sarapan paginya sekarang. Adrian juga ikut makan, karena nanti Adrian akan ada kelas music. Victor memang memanggil guru khusus untuk mengajar. Dan semua kelasnya hanya hari senin sampai kamis saja. Karena keturunannya harus serba bisa.
Ella di antar Victor sampai kantornya. Sesampainya diruangan Ella belum melihat Steven di kursinya. Sudah lama rasanya dia tak bekerja seperti ini. Dia duduk di kursi kebesarannya dengan menyandarkan tubuhnya. Tak lama Steven datang.
"Oh Ella kau kemana saja? Aku mencarimu ke rumahmu tapi tak ada orang di sana. Ada di mana kau selama ini?" tanya Steven yang sudah duduk di depan Ella.
"Aku tinggal di rumah temanku karena tak ada yang membantuku saat sakit." jawab Ella lembut.
"Kau sakit apa? Kenapa tak memanggilku? Aku bisa membantumu." tanya Steven dan menggengam erat tangan Ella.
"Apa kalian tidak bekerja?"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE