
Keesokan harinya Victor sudah siap untuk mengantar Ella ke kantornya. Victor akan menjemput Ella dulu di rumahnya. Sampainya di depan rumah Ella, Victor membunyikan klaksonnya dan Ella sudah siap untuk berangkat.
Sepanjang perjalanan Victor sibuk mencium bibir Ella. Tidak takut sekali pikir Ella. Masalahnya Victor sedang menyetir mobilnya. Heran sekali. Tapi tak jarang juga Ella menikmati ciuman singkat yang Victor berikan padanya.
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat kerja Ella. Ella turun dan langsung menuju ruangannya. Ternyata Steven sudah datang. Saat Ella menyapanya Steven hanya menanggapinya dengan senyum. Tak seperti biasanya pikir Ella.
Seharian ini Steven diam saja tak menanggapi Ella. Hanya sesekali dia menjawab pertanyaan Ella. Entahlah Ella juga merasa tak punya masalah dengannya. Cuek ajalah.
Saat waktu pulang kerja pun, Steven langsung keluar tanpa say hello seperti biasa. Biarlah, pikir Ella. Saat Ella keluar dari ruangannya justru tangannya di tarik masuk oleh Ricky ke ruangannya.
Ricky mengunci pintu ruangannya dan langsung mencium bibir Ella. Dia kunci tubuh Ella dengan menjepit Ella antara dinding dan dirinya.
Plakk...
"Apa yang bapak lakukan?" tanya Ella lantang setelah dia menampar pipi Ricky.
"Aku menyukaimu Ella. Siapa lelaki kemarin, aku tak suka kau bersamanya. Kau harus jadi milikku. PAHAM?" jawab Ricky yang sudah meninggikan suaranya.
"Saya bukan milik siapa-siapa. Biarkan saya pergi." jawab Ella dan saat akan membuka pintu Ricky menariknya kembali dan lagi-lagi dia mencium bibir Ella. Ella yang sudah sangat kesal dengan tingkah Ricky, dia pegang tangan Ricky dia kunci di pundaknya dan langsung dia banting ke lantai. Dan setelahnya Ella keluar ruangan Ricky dan memanggil taxi online.
Ella pergi menuju kantor Victor saja. Dia ingin membuat moodnya kembali dengan menjemput Victor. Ella pernah sekali ikut Victor ke kantornya, jadi Ella tau di mana kantor Victor.
"Maaf bisa bertemu dengan bapak Victor?" tanya Ella pada resepsionis.
"Apa sudah ada janji nyonya?" tanya resepsionis.
"Saya kekasihnya, apa perlu membuat janji?" tanya Ella lembut dengan senyum manisnya.
"Terima kasih." jawab Ella.
Sampai di atas ternyata Hugo sudah menyambutnya. Dan mempersilahkan Ella masuk. Bukannya membaik mood Ella justru semakin buruk. Dia melihat Victor bersama Della di dalam ruangannya. Bukannya Victor akan menjemputnya? Tapi kenapa ini sibuk berbincang dengan Della pikirnya.
"Hei honey, kau kemari? Maaf aku masih ada kerjaan dan aku lupa menghubungimu." jelas Victor dan mengecup bibir Ella.
"Maaf jika aku mengganggu. Kalian lanjutkanlah." ucap Ella yang akan pergi.
"Hei honey, kau tak mengganggu duduklah." Victor menarik tangan Ella dan mendudukkannya di sofa.
"Vic lalu bagaimana kau akan datang kan?" tanya Della pada Victor. Lama Victor diam dan melihat Ella.
"Mungkin aku akan datang bersama Ella." jawab Victor singkat. Dia sedang membereskan berkasnya yang ada di meja.
"Okay no problem. Kami menunggumu." ucap Della dan mencium pipi Victor seperti biasa. Ella hanya diam saja melihat kelakuan Della.
"Nanti malam ikut aku, Aku akan perkenalkan calon mommy Adrian pada teman-temanku okay honey?" ucap Victor dan mencium bibir Ella. Mood yang tadinya jelek, setelah mendengar Victor berkata calon mommy Adrian, senyum Ella memgembang dan itu membuat gemas Victor. Dia menciumi Ella bertubi-tubi.
"Stop it Vic," jawab Ella yang tertawa geli dengan tingkah Victor.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
Jangan lupa follow ig othor ya ka.
IG_SHAKILABLUE