
Sehari setelah Victor berada di San Antonio...
"Bagaimana perkembangannya?" tanya Victor pada Hugo.
"Mereka bilang tuan David masih belum keluar dari Hotel tuan." jawab Hugo. Victor sekarang sudah berada di hotel seberang di mana David berada.
"Jangan lakukan apapun sampai David kembali ke sarangnya. Karena kita akan serang mereka langsung dengan antek-anteknya." ucap Victor yang masih memutar-mutarkan air di dalam gelas yang dia pegang.
"Baik tuan." Hugo segera keluar dari kamar hotel Victor.
Siang harinya anak buah Victor melihat David sudah berada di lobby untuk menunggu jemputannya. Hugo siaga dan langsung berlari memberitahukan Victor.
"Tuan, tuan David sudah bergerak. Apa perlu kita berangkat sekarang?" tanya Hugo setelah masuk kamar Victor.
"Iya kita akan berangkat dengan menggunakan mobil caravan kita yang baru." jelas Victor.
"Baik tuan."
Keduanya turun dan langsung menuju caravan milik Victor. Caravan yang biasanya di lengkapi dengan perlengkapan rumah untuk tinggal berbeda dengan milik Victor.
Caravan milik Victor adalah mobil anti peluru di mana ban mobil ini dibuat sedemikian rupa sehingga jika tertembak peluru, ban secara otomatis akan langsung mengisi angin kembali. Bagian atap dari mobil milik Victor ini juga sudah dilengkapi oleh suplai oksigen agar bisa bertahan dari serangan bahan kimia apapun. Bahkan caravannya ini di lengkapi dengan pelontar timah panas yang mampu menembakkan misil berjarak 1 mill.
Victor, Hugo dan anak buahnya sudah siap menyerang, hanya tinggal menunggu David mengantar mereka menuju persembunyian David. Victor berada di jarak 1 km dari David dan anak buahnya yang mengikutinya. Tiba-tiba Hugo menerima panggilan.
"Loudspeaker Hugo." ucap Victor yang tau kalau itu panggilan dari anak buahnya yang mengikuti David.
"Tuan kami melihat tuan David memasuki mansionnya di tengah hutan. Dan penjagaan di sini cukup ketat tuan." jelasnya.
"Tunggu sampai kita ke sana." jawab Victor.
Tak butuh lama Vicror sudah berada di persembunyian anak buahnya. Victor hanya membawa anak buah terhebatnya saja yang berjumlah kurang lebih 20 orang. Dan mereka sekarang sudah berada di titik-titik tertentu yang mengelilingi mansion David.
"Bagaimana kondisi di dalam?" tanya Victor pada anak buahnya.
"Tak ada pergerakan tuan. Hanya beberapa penjaga keluar masuk saja." jawabnya.
"Kalau begitu serang sekarang." ucap Victor yang sudah siap dengan senjatanya yang di pasang di tubuhnya.
Satu demi satu penjaga berhasil di lumpuhkan oleh anak buah Victor. Saat Victor mendekati rumah utama. Tiba-tiba ada satu tembakan yang mengenai lengannya. Ternyata David sudah mengetahui keberadaannya lewat cctv.
Baku tembak pun terjadi. Hingga David berhasil melarikan diri. Namun Victor tak berhenti di situ. Dia sebelumnya sudah menyiapkan halikopter yang siap untuk membantunya berjaga-jaga apabila David berhasil kabur.
Satu tembakan dari senjata sniper rifle milik Victor berhasil meluncur dan mengenai ban mobil belakang milik David. Anak buah Hugo yang ada di helikopter terus menembaki mobil David. Dan saat David masuk area hutan helikopter pun berhenti karena tak melihat jelas keberadaan David.
Mobil David terus melaju masuk ke dalam hutan hingga akhirnya terpojok dekat jurang. Dia keluar dengan santai tanpa memegang senjata di tangannya. Victor pun akhirnya keluar dari caravannya.
Saat Victor keluar dari mobilnya, David langsung mengambil senjata miliknya yang di letakkan di belakang punggungnya dan menembaki Victor.
"David menyerahlah, kau tak akan bisa menang. Anak buahmu sudah kalah telak. Dan lagi, kematian keluargamu tak ada sangkut pautnya denganku. Sudah berapa kali aku mengatakan itu padamu." teriak Victor yang bersembunyi di balik caravan miliknya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
JANGAN LUPA ya ka.
IG_SHAKILABLUE