Daniella

Daniella
Boneka hidup



Terlihat gadis dengan gaun pengantin berwarna putih gading sedang berdiri dekat jendela. Gaun yang menjuntai panjang ke belakang serta rambut di kepang kesamping dengan hiasan bunga serta tak lupa dengan mahkota kecil yanh bertengger di atasnya. Cantik sekali gadis itu.


"Mommy.." teriak Adrian.


"Hey sayang kau tampan sekali, satu kecupan buat mom?" pinta Ella pada Adrian. Dia menunjuk pipinya untuk mendapat ciuman dari Adrian.


"Mommy cantik sekali? Kenapa mommy tak menikah denganku saja?" tanya Adrian yang sudah mencembungkan pipinya. Ella mencubit pelan pipinya, menggemaskam sekali.


Hari ini adalah tiga hari setelah Victor meminta Ella untuk menjadi pendamping hidupnya. Ya, mereka akan menikah tepat hari ini. Ella sudah seperti princess yang sungguh luar biasa cantik. Riasannya yang soft dan pemberian eye shadow pada matanya yang terang membuatnya terlihat semakin cantik layaknya boneka hidup.


By the way, Adrian sudah tiga hari ini juga mengganti panggilannya pada Ella dengan mommy. SebenarnyabElla belum terbiasa. Dia lebih nyaman Adriannya memanggil kak Ella. Tapi Victor tak mengijinkannya. Adrian juga sangat ingin mempunyai mommy. Jadi dia dengan bangganya selalu memanggil Ella mommy.


"Nona Ella saatnya keluar." ucap bi April yang baru saja masuk ke kamar Ella.


"Terima kasih bi." jawab Ella dengan senyumnya.


Ella bersiap dan membenarkan riasannya kembali di depan cermin. Ella mengambil bucket bunga dan di berikan pada Adrian. Kemudian mereka berjalan menuju althar.


Ella melihat dari jauh calon suaminya itu yang bak malaikat sedang berdiri dengan menggunakan taxedo warna senada dengannya. Terpesona sekali Ella di buatnya. Benarkah pria tampan itu yang akan hidup bersamanya?


Ella juga takjub dengan dekorasi outdoor yang sungguh luar biasa indah. Bertabur bunga mawar putih kesuakaannya di mana-mana. Serta lampu-lampu menggangtung dan balon-balon berwarna emas bercengkraman bersama bunga yang mereka tabur. Ella sampai tak bisa menjabarkan indahnya tempat itu.


Tak jauh beda dengan pikiran Victor, dia heran kenapa cantik sekali gadisnya itu. Ingin dia simpan saja di saku celananya rasanya. Karena memang banyak pasang mata yang terpesona dengan kecantikan pengantin wanitanya.


Ella tersenyum bahagia, dia tak menyangka duda kaya di depannya adalah suaminya sekarang. Dan bahkan Adrian si kecil tampannya adalah anaknya. Sudah seperti buy one get one saja.


Victor rasanya ingin segera membawa Ella ke tempat tidurnya. Dan ya, malam ini adalah malam pertamanya. Pasti akan menjadi malam panjang baginya. Dia seorang duda yang sudah tau rasanya menikmati berhubungan suami istri. Sudah pasti dia akan menghajar Ella malam ini.


Saat ini mereka berdua dan para tamu menikmati berdansa bersama pasangannya masing masing. Ada juga yang sedang menikmati makanan yang di sajikan. Seperti yang di lakukan Adrian saat ini, dia sedang berdansa dengan Jenny. Lucu sekali.


Dan ada yang di perhatikan sedari tadi oleh Jenny. Dia tak berpindah pandangan dari sosok pria yang duduk di dekatnya berdansa. Dia adalah Steven teman kerja Ella. Ella dan Steven sudah kembali berteman lagi. Dan satu hal lagi, ternyata Steven adalah anak dari salah satu orang berpengaruh di Prancis.


Selesai berdansa dengan Adrian, Jenny mencoba untuk berkenalan dengan Steven.


"Hai, boleh aku duduk di sini?" tanya Jenny dengan menunjuk kursi kosong di depan Steven.


"Silahkan nona," jawab Steven dengan senyum tampannya.


'Oh God, lihatlah betapa manisnya senyumnya itu.' batin Jenny.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


JANGAN LUPA ya ka.


IG_SHAKILABLUE