
Sudah empat hari berlalu Victor di rumah sakit. Namun masih belum ada perkembangan. Hugo tetap setia menemani Victor. Hugo juga mematikan akses ponselnya, bukannya Hugo tak ingin Ella dan Adrian tau. Dia hanya menunggu sampai Victor sadar. Dia hanya tak ingin membuat semuanya kecewa jika hal buruk sampai terjadi.
Tiba-tiba ada pergerakan dari tangan Victor, dan alat elektrokardiogram yang tersambung dengan denyut jantung Victor berbunyi semakin cepat. Hugo segera memanggil dokter dan dokter segera memeriksa Victor.
Hugo menunggu dengan sabar di luar karena dokter dan perawat sedang memeriksa Victor. Hingga 30 menit Victor di periksa, akhirnya dokter keluar.
"Bagaiamana dok kondisi tuan saat ini?" Hugo sudah keringat dingin menunggu hasil dari dokter soal Victor.
"Baru saja tuan mengalami penurunan detak jantung. Namun sekarang kondisinya sudah stabil dan membuatnya tersadar. Anda temuilah beliau." jelas dokter yang membuat Hugo merasa lega.
"Hufttt,,, terima kasih dok." Hugo masuk kembali ke ruangan Victor.
"Tuan syukurlah kau sudah sadar." sapa Hugo pada Victor.
"Sudah berapa hari aku di sini?" tanyanya pelan bahkan seperti sedang berbisik.
"Sudah empat hari tuan, anda tak sasarkan diri." jelas Hugo.
"Jangan memberitahukan kondisiku pada Ella dan Adrian. Aku ingin sembuh terlebih dulu." mohon Victor yang masih sangat lemah.
"Saya mengerti tuan. Anda istirahatlah agar cepat kembali pulih." Hugo dengan sabar menemani Victor kembali. Dia akan terus melakukan apapun untuk penyembuhan tuannya itu.
Karena masih lemah Victor kembali tertidur. Hugo merasa bersyukur, akhirnya Victor bisa kembali sadar dan segera pulang.
***
Sebulan sudah berlalu Victor akhirnya dapat di katakan pulang oleh dokter. Luka operasinya juga mulai mengering. Dan kondisi tubuhnya sudah jauh lebih baik. Hugo sudah mempersiapkan kepulangannya. Victor ingin segera bertemu dengan Ella dan Adrian. Dia sangat merindukan mereka.
Sesampainya di bandara, Victor dan Hugo sudah di sambut dengan anak buahnya untuk mengantar Victor pulang ke rumahnya. Saat sampai di rumah Victor di sambut hangat oleh bibi April. Bibi April memeluk tuannya itu yang sudah seperti anak baginya.
"Tuan, kau sangat membuatku takut. Bagaimana bisa kau tak menceritakan semuanya padaku? Bahkan Hugo baru pagi ini memberitahuku semuanya. ucap Bi April yang sudah melepas pelukannya pada Victor.
"Maafkan aku bi, aku hanya tak ingin membuat kalian khawatir." jawab Victor yang menenangkan bi April.
"Oh iya bi di mana Ella dan Adrian? Apa mereka sudah tidur?" tanya Victor yang mengedarkan pandangannya karena rumah sudah terlihat sepi.
"Mereka tak ada di sini tuan. Nona Ella dan tuan muda Adrian sudah seminggu tinggal di rumah Nona Ella." jelas bi April.
"Apa?"
Seminggu sebelum kedatangan Victor...
Sudah tiga minggu berlalu, Ella masih belum mendapat kabar dari Victor. Bahkan Ella sudah berkali kali berusaha mencari informasi pada sekretaris Victor. Tapi sama sekali tak ada hasil. Ella lewati hari-harinya bersama Adrian. Dia hanya ingin melihat sosok Victor dalam wajah Adrian. Karena dia sangat merindukan Victor. Ella takut jika sesuatu terjadi pada Victor.
Bahkan Adrian sudah tak menangis lagi, karena saat terakhir Ella memberitahukannya, Ella berkata bahwa Victor sedang menyiapkan acara untuk ulang tahun Adrian. Karena itu Victor harus menyelesaikan semua perkerjaannya dengan cepat. Kebetulan ulang tahun Adrian sebulan lagi. Tepat tanggal 14 Pebruari.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤
JANGAN LUPA ya ka.
IG_SHAKILABLUE