
Pagi sekali Ella sudah bangun. Dia melihat Victor yang masih setia memeluknya di tempat tidur pasien yang sempit itu. Bahkan sulit sekali untuk bergerak. Dia memandangi wajah tampan lelaki miliknya.
"Kenapa Leon lebih banyak mirip denganmu?" ucap Ella lirih sambil mengelus pipi suaminya.
"Untung saja Leon menuruni mata indah milikku. Aku tau dia semakin tampan karena memiliki mata indah milikku." Ella cemburu karena anaknya memiliki wajah yang persis sekali dengan Victor.
"Apa yang kau katakan honey? Jika kita punya anak perempuan aku yakin dia persis denganmu." ternyata Victor mendengar suara Ella yang mengoceh sendiri. Keduanya tersenyum dan Ella kembali memeluk Victor.
"Vic aku sekarang sudah tak cantik lagi seperti dulu ya? Pasti tubuhku jelek setelah melahirkan?" Ella mengerucutkan mulutnya tanpa Victor melihatnya.
"Kau selalu cantik di mataku honey. Kau sama dengan ratu bagiku." lucu sekali istrinya itu. Ternyata seperti ini sifat asli Ella. Berbeda saat masih belum bersama dengan Victor. Ella selalu realistis dan tegas dalam menyikapi hidupnya.
Mungkin ini pengaruh kurangnya kasih sayang yang tak dia dapatkan dari kedua orang tuanya.
"Kau tak sedang berbohong kan sayang?" tanya Ella yang mendongngakkan kepalanya melihat Victor.
"Kau istri kecilku sekaligus ratu dalam hatiku honey." Victor mencuil hidung mancung Ella dan keduanya kembali menikmati moment pelukan di atas tempat tidur.
Saat ini Victor sedang menyuapi Ella makan. Setelah banyak drama di tempat tidur akhirnya keduanya sarapan pagi. Hanya Ella! Victor menyiapkan makanan dengan nutrisi tinggi untuk Ella, karena istrinya sekarang sedang menyusui.
"Sayang kenapa tak sekalian makan juga denganku?" tanya Ella dengan mulut penuh makanan.
"Aku ingin menyuapimu honey. Saat kau menyusui Leon baru aku makan." Ella dan anak-anaknya adalah prioritas Victor. Tentu saja Victor mengutamakan mereka.
"Kau baik sekali sayang. Setelah jahitanku mengering dan bebas dari masa nifasku aku akan menservis suamiku ini." bisik Ella di telinga Victor dengen menyentuh bibir bibir Victor dengan telunjuknya. Oh ayolah Ella!
Tok..tok..
"Maaf tuan, nyonya.. sudah waktunya menyusui." ucap suster yang membawa Leon ke kamar Ella.
"Oh lihatlah sayang, anakku tampan sekali pagi ini?" ucap Ella saat suster memberikan Leon padanya.
"Anak kita honey, Leon anak kita." tegas Victor. Tak terima dia jika Ella berkata seperti itu. Ella hanya tertawa saja.
"Waktunya anak mommy minum.." Ella membuka dadanya sebelah kiri untuk memberi ASI Leon. Air susu Ella sudah lancar. Mungkin itu karena Victor selalu menjadi anak bayi saat bermain-main dengan Ella.
Cekrek..
Victor memotret moment Ella yang sedang menyusui buah hati mereka. Victor tersenyum melihat interaksi Ella pada anaknnya. Dia duduk di pinggir ranjangnya sembari memperhatikan Leon yang sedang menyusu.
"Kau harus memproduksi lebih banyak honey, agar aku bisa ikut bergabung bersama Leon." ucap Victor asal dengan senyum menggodanya.
"Ini milik Leon sayang, Kau hanya sisanya saja jika ingin." No! ASI ini jelas milik Leon semua. Ella tak akan membaginya dengan Victor. Tapi jika sudah terlanjur tak masalah pikirnya. Ella tertawa setelah mengucapkannya.
"Kau haus sekali son. cepatlah besar. Agar bisa menjaga mommymu." Victor mengelus pipi Leon yang masih merah dengan sangat lembut. Baru juga dua hari umurnya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤