Daniella

Daniella
Aku sudah melihatnya



Di dalam kamar setelah Ella dari kolam renang...


"Untung saja dia masih di kolam renang. Huft..." ucap Ella di dalam kamar.


"Ah Jenny apa kabar ya? Aku merindukan bocah itu." ucap Ella yang sudah memegang ponselnya untuk menghubungi Jenny.


"Halo Jenny, aku merindukanmu." teriak Ella di dalam kamarnya.


"Kakak kau kemana saja? Boss hanya bilang kau sakit, tapi aku ke rumahmu kau tak di sana. Aku merindukanmu kak" ucap Jenny di seberang telpon yang sudah heboh sendiri.


"Iya kakak sakit sekarang kakak tinggal di rumah Adrian." jawab Ella. Jenny juga tau siapa Adrian.


"Wait..wait... are you kidding me? Kenapa bisa tinggal di sana?" tanya Jenny yang mulai kepo.


Akhirnya Ella menceritakan semua kejadian rincinya pada Jenny. Ella juga memberitahukan alamat rumah Victor pada Jenny. Hampir satu jam sudah mereka mengobrol, hingga akhirnya Ella memutuskan panggilannya.


Saat Ella akan meletakkan ponselnya, dia tak sengaja menyenggol gelas yang ada di sebelah nakas. Dia reflek menangkapnya dan itu membuat tangannya sakit karena dia menarik tangannya terlalu kencang.


Tok...tok....


"Ya masuk." teriak Ella dari dalam.


"Non waktunya makan malam." ucap pelayan rumah.


"Aku akan makan di kamar saja kalau boleh." jawab Ella yang masih sibuk memegang lukanya yang terasa sakit.


"Baik non, akan segera saya antarkan." jawab pelayan dan segera menutup pintu kamar kembali.


"Huft.. bodoh sekali." gumam Ella sambil memegang punggungnya yang sakit.


Ella ke kamar mandi dia membuka kaos oblongnya, dan juga melepas perbannya. Ella melihat lukanya yang lebam keunguan di sekitar jahitannya. Sehingga daerah di sekitaran kulitnya terasa panas.


"Kenapa tak panggil pelayan saja?" celetukan dari luar pintu.


"Aku sudah melihatnya, untuk apa kau menutupnya lagi?" ucap Victor santai dan menutup pintu kamar mandi.


"A...aku.. hanya ingin mengganti perbannya saja." gumam Ella yang masih terdengar oleh Victor.


"Kau bisa memanggilku." ucapnya sambil mengeluarkan kotak p3k .


"Sudah aku katakan, aku membawamu kemari agar kau lebih mudah merawat lukamu." Victor sudah mendudukkan Ella di closet.


Dengan pelan Victor melakukannya. Ella juga meringis menahan sakitnya saat Victor membersihkan lukanya dengan alkohol. Victor hanya melirik saja ke arah wajah Ella. Selesai mengganti perban Ella, Victor berdiri dan meletakkan kembali kotak p3knya ke dalam laci.


Victor kembali ke hadapan Ella yang masih duduk di closet dan mengecup singkat bibir Ella dan beralih mencium pundaknya. Kemudian dia memakaikan kembali kaos Ella. Kali ini ciuman Victor yang mengenai tubuhnya membuatnya sedikit melayang entah kemana. Dia merasa ciuman kali ini membuat gairahnya meningkat.


"Kenapa kau melakukan ini padaku tuan?" tanya Ella setelah tersadar dari lamunannya tadi. Karena bingung dengan perlakuan Victor sehingga hal itu yang dia tanyakan padanya.


"Apa itu kurang jelas?" tanya Victor yang menghadap ke arah Ella lagi


"Tapi aku..aku tidak mengerti." jawab Ella yang menundukkan kepalanya. Dia memang bingung, masalahnya mereka memang jarang berinteraksi.


"Butuh aku perjelas nona Ella?" tanya Victor kembali dan maju mendekati Ella. Sedang Ella mundur hingga mentok ke dinding.


"Aku menyukaimu, aku memyukai caramu merawat anakku,,, cup..cup.." jelas Victor sembari mengecup bibir dan kening Ella.


"Apa yang daddy dan kak Ella lakukan?"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE