Daniella

Daniella
Salah paham



Saat Adrian dan Ella sedang asyik bermain pasir tiba-tiba Ella melihat ada titik merah di kepala Adrian. Ella yang tau ituvlaser dari senapan langsung berlari melindungi Adrian.


Dorr....


Peluru itu mengenai punggung lengan Ella. Victor langsung berlari ke tempat Ella dan Adrian. Dia menekan tombol yang ada di jam tangannya yang terhubung dengan anak buahnya.


"Cepat kemari, lindungi anakku. CEPAT!" teriak Victor. Dia melihat anaknya yang masih di peluk Ella. Sedang Ella meringis karena rasa panas yang di lontarkan peluru itu membuat rasa sakit di tangannya sungguh luar biasa. Tak lama anak buah Victor datang. Mereka selalu berada dekat Victor dan memberi jarak agar tak ada yang mengetahui kalau selalu ada yang menjaganya. Begitu pula dengan Adrian kemanapun Adrian berada dia selalu di ikuti dengan dua anak buah yang di siapkan Victor.


Rasa sakit di punggung Ella sungguh membuatnya tak tahan lagi, bahkan darahnya terus saja keluar. Dan akhirnya dia mulai tak sadarkan diri masih dengan memeluk Adrian. Namun saat akan pingsan dia berkata..


"Kakak sayang Adrian." ucap Ella lirih. Dan akhirnya pingsan.


"Bawa kami ke mobil." ucap Victor pada Anak buahnya. Dirinya menggendong Ella yang pingsan. Sedang Adrian di gendong salah satu anak buahnya.


Saat di mobil, Victor menghubungi asistennya Hugo untuk mencari tau siapa yang melakukan penyerangan. Victor sebenarnya tak memiliki musuh. Hanya saja banyak pebisnis yang mengharapkan bisnisnya


"Hugo siapapun yang melakukan ini habisi mereka. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang. Lakukan apapun untuk keselamatan keluargaku, terutama Adrian." ucap Victor pada Hugo. Hugo adalah asisten Victor yang sudah ikut dengannya sejak dirinya mulai berbisnis. Jadi Huga tau semua tentang sifat Victor yang sangat protektif pada keluarganya.


"Baik tuan akan segera saya lakukan." jawab Hugo dan Victor mematikan panggilannya.


"Dad kenapa dengan kak Ella dad?" tanya Adrian yang sudah menangis sesenggukan melihat darah yang terus mengalir dari dalam baju Ella dan mengenai Victor.


"Yes dad." jawab Adrian sambil mengelap air matanya dengan punggung tangannya.


Sesampainya di rumah sakit Ella langsung masuk ruang operasi. Victor yang menjadi walinya. Dia ingat bagaimana Ella menyelamatkan Adrian dari tembakan tadi. Selama seminggu kemarin saat Ella merawat Adrian yang kakinya sakit, Victor sempat berpikir kalau Ella hanya ingin memanfaatkan keluarganya. Tapi melihat dia mengorbankan nyawanya demi anaknya tadi sungguh membuat Victor merasa bersalah pada Ella.


Sejam berlalu Victor dan Adrian menunggu di depan ruang operasi tapi belum ada yang keluar sama sekali. Adrian sampai tertidur di pelukan Victor. Tiba-tiba ada satu perawat keluar dan Victor datang menghampiri perawat.


"Apa bapak keluarga pasien?" tanya perawat dan di jawab anggukan oleh Victor.


"Nona yang di dalam membutuhkan darah bergolangan A. Stok di rumah sakit sedang kosong. Apa ada keluarga yang memiliki darah yang sama?" tanya perawat kembali pada Victor.


"Saya A, ambil saja darah saya." jawab Victor yang darahnya kebetulan sama dengan Ella.


"Baiklah ikut saya tuan." ucap perawat.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE