Daniella

Daniella
Daddy milik kakak



Akhirnya dengan berat hati Ella membuang air kecil di hadapan Victor. Victor dengan sabar menunggu Ella sampai selesai.


Sebenarnya jiwa Victor sudah meracau, bahkan si adik sudah bangun sedari tadi ketika melihat bagian bawah Ella. Sampai harus menelan salivanya berkali-kali Victor di buatnya. Meski tak terlihat jelas karena Ella menutupnya dengan rapat, tapi tetap saja masih terlihat samar.


Victor membuka pakaian Ella bagian atas dan menyisakan bra-nya saja. Dengan menggunakan waslab yang sudah Victor siapkan, dia bersihkan setiap sudut tubuh Ella tanpa sisa. Ella hanya menunduk malu. Victor justru merespon Ella dengan menciumnya gemas.


Meski Victor membersihkan tubuh Ella seperti ini, mata dan tangannya benar-benar Victor jaga. Dia sama sekali tak mencurangi Ella. Hanya saja pikiran Victor yang nakal. Entah seperti apa pikirannya sekarang. Yang jelas di otaknya, Victor sudah berfantasi dengan tubuh Ella.


Selesai membersihkan Ella, Victor memakaikan pakaian santai di tubuh Ella. Dan membawa Ella kembali ke tempat tidurnya. Ternyata saat keluar dari kamar mandi sudah ada Deniz yang menyiapkan sarapan untuk Ella.


"Nona silahkan sarapan dulu." ucap Deniz lembut. Dan matanya sedikit mencuri-curi pandang pada Victor.


"Terima kasih Deniz." jawab ramah Ella.


"Keluarlah, aku yang akan menyuapi Ella makan. Siapkan saja obatnya dan setelahnya kau bisa langsung keluar. Nanti jika Ella sudah selesai makan aku akan memanggilmu dan bersihkan luka Ella." jelas Victor tegas. Sejak semalam Victor mulai tak suka dengan suster Deniz.


"Baik tuan." jawab Deniz.


Setelah Deniz keluar Victor duduk di pinggir ranjang dan menyuapi Ella makan. Sudah seperti orang kena struk saja pikir Ella. Tak bisa melakukan apa-apa. Sampai tertawa Ella di buatnya.


"Kenapa tersenyum hmm?" tanya Victor sambil memasukkan suapan pertama di mulut Ella.


"Aku sudah seperti orang sakit struk yang tak bisa melakukan apa-apa." jelas Ella masih dengan senyumnya dengan mulut uang penuh makanan.


"Kau bukan seperti orang sakit struk honey. Tapi kau adalah bayi ku. Cup.." jawab Victor dan mencium bibir Ella yang masih penuh dengan makanan.


Banyak drama yang Victor lakukan saat menyuapi Ella. Sampai tak terasa tinggal suapan terakhir. Victor pintar sekali membuat Ella menghabiskan makanannya.


"Kak Ella...." panggil Adrian yang baru masuk, dan duduk di tempat tidur dekat Ella. Dia mencium daddynya dan lanjut mencium Ella.


"Kakak..." suara tangis Jenny ketika baru masuk dan melihat kondisi Ella. Ternyata Adria. membawa Jenny bersamanya. Victor tau siapa Jenny, dari hasil penyelidikannya dulu tentang Ella.


"Hei hei kenapa menangis sih?" tanya Ella dengan senyumnya.


"Eh iya, Vic ini Jenny teman kerjaku di restoran." jelas Ella yang memperkenalkan Jenny pada Victor. Victor hanya tersenyum saja. Sedangkan Jenny yang melihat Victor pertama kali membuka mulutnya kaget. Tampan sekali pria di depannya itu.


"Lanjutkanlah berbicara, aku akan kembali ke kamar." ucap Victor dan mengacak rambut Ella pelan. Ella menjawabnya dengan anggukan.


Jenny masih diam memandangi dewa yang berjalan menjauh di depannya itu. Siapa yang sudah melahirkan lelaki itu? Pasti cara buatnya susah pikir Jenny.


"Hei, ujiannya sudah selesai?" tanya Ella pada Jenny. Jenny masih diam tak menjawab pertanyaan Ella.


"Hei Jen kau mendengarku tidak sih?" kesal Ella pada Jenny karena ucapannya tak dia dengarkan.


"Eh iya kak, kak apa dia tuan Victor itu? Oh God... Kenapa tampan sekali. Buat aku yah?" ucap Jenny yang membuat Ella tersenyum dengan tingkah Jenny.


"Tak akan aku ijinkan. Daddy milik kak Ella." ucap Adrian dengan lantang. Ella dan Jenny saling menoleh dan tertawa bersama. Lucu sekali Adrian itu.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE