
Malam harinya Ella ingin tidur di kamar baru Leon. Ella ingin bernostalgia di kamar anaknya itu.
"Sayang malam ini aku ingin tidur di kamar Leon boleh?" tanya Ella. Ya boleh, asal Victor juga ikut.
"Tentu saja boleh honey. Aku juga akan tidur di sini bersamamu." ucap Victor. Yang jelas di mana ada Ella di situ ada Victor.
"Lalu kau akan tidur di mana? Di sofabed? Tempat tidur Leon kan kecil sayang." heran sekali Ella dengan suaminya ini, Nempel saja dengan Ella.
"Kita akan tidur di tempat tidur ini honey." jelas Victor yang menarik tali dekat lampu tidur dan secara otomatis tempat tidur yang tadinya kecil itu melebar dengan sendirinya.
"Wah sayang bagaimana bisa? Kau hebat sekali." Ella sampai bertepuk tangan karena takjub.
Akhirnya malam ini mereka tidur di tempat tidur Leon. Dengan berpelukan dan bibir Victor menempel di kening Ella. Romantis sekali. Sedang Leon tertidur di belakang Ella. Kasian sekali Leon, hanya jadi obat nyamuk kedua orang tuanya.
Keesokan paginya..
Victor sudah siap untuk kembali bekerja. Dia tak bisa berlama-lama meninggalkan pekerjaannya. Banyak sekali pekerjaan yang menunggu untuk di selesaikan olehnya. Siang nanti dia sudah ada meeting dengan klien baru untuk membahas kerja sama bisnisnya.
Sebenarnya Ella tak ingin Victor bekerja. Dia ingin sehari bermanja-manja dengan Victor. Tapi apa boleh kata. Mau berkata pun percuma, Victor juga sudah bersiap untuk berangkat
kerja.
"Aku berangkat kerja ya honey?" ucap Victor dan Ella hanya menganggukkan kepalanya.
"Maaf ya honey aku tak bisa menemanimu hari ini. Aku banyak sekali perkajaan. Mungkin aku bisa mengerjakannya di rumah. Tapi untuk bertemu klien nanti tak bisa jika harus di wakilkan. Masalahnya nanti kita akan membahas kerja sama bisnis." jelas Victor.
"Setelah selesai meeting aku akan langsung pulang ya? Jangan sedih. Cup.." mohon Victor dengan mendaratkan bibirnya pada Ella.
"Ingat langsung pulang." jawab Ella dan Victor menjawab dengan kedipan matanya. Victor masuk mobilnya dan berangkat di antar sopir.
Tak ada yang di kerjakan Ella. Dia hanya menyusui bayi kecilnya dan menunggu Adrian yang sedang sekolah.
"Bayi kecil mommy lapar ya sayang. Minumnya banyak sekali." Leon memiliki timbangan 3,7 kg saat di lahirkan. Jelas saja kalau besar seperti itu sudah pasti minumnya juga banyak.
Sampai sore Victor tak kunjung pulang. Padahal tadi bilang selesai meeting akan pulang. Tapi sampai sekarang belum juga terlihat batang hidungnya. Kesal Ella. Untung saja ada Adrian dan Leon yang membuat dia kembali tersenyum. Hingga pukul 7 malam Victor belum juga pulang. Awas saja jika sampai rumah Ella akan mengunci pintu kamarnya nanti.
Dan benar saja Ella mengunci pintu kamar Leon. Hari ini dia akan tidur di kamar anaknya lagi. Victor mengetuk pintu kamar Leon sekitar pukul 10 malam.
"Honey kenapa pintunya di kunci? Maaf honey aku tadi tak bisa pulang. Banyak sekali pekerjaan yang tak bisa di tunda." jelas Victor. Selesai meeting tadi Victor sudah akan pulang. Namun pertemuan dengan nyonya Maudy tak bisa di tunda karena nyonya Maudy akan kembali terbang ke Scotlandia.
"Honey please buka pintunya honey. Maafkan aku." mohon Victor yang masih setia mengetuk. pintu kamar Leon.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤