Daniella

Daniella
Belalai gajah



Victor duduk di samping Ella dan menatap wajah istrinya. Dia ingin penjelasan dari istrinya tentang Noah dan ucapannya tadi. Ella yang mengerti maksud suaminya langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Victor agar Victornya sedikit melunak. Dan benar saja, setelah mendapat kecupan dari Ella senyumnya mengembang. Lelaki memang seperti itu.


"Dia Noah temanku sayang. Aku mempunyai beberapa teman di sini. Kami memang sering berkumpul bersama dulu. Karena istrimu ini adalah idola di sini." ucap Ella yang mengedipkan matanya nakal pada Victor. Untung saja Ella hanya nakal pada suaminya. Jika tidak, mungkin Victor akan mengurung istrinya di kamar seharian.


"Apa boleh sayang? Jika aku mengundang teman-temanku datang kemari?" tanya Ella dengan wajah memohonnya. Sudah seharusnya permintaan istri harus di turuti. Karena itu motto Victor. Tapi kalau permintaannya seperti ini, harus berpikir keras Victor. Dia takut para pengagum istrinya datang dan menggoda istrinya.


"Baiklah," jawab Victor. Dengan syarat Victor akan selalu di sampingnya. Itu saja.


"Terima kasih sayang." ucap Ella dan kembali mencium bibir suaminya. Kalau sudah seperti ini es pun akan mencair. Emmy saja yang melihat kemesraan keduanya sampai tersenyum malu. Kasian Emmy, sepertinya butuh seseorang yang menemaninya juga.


Keesokan harinya, Noah sudah mengabarkan pada Ella jika malam ini teman-temannya akan berkunjung ke rumah Ella. Tentu saja Ella sebagai tuan rumah akan menyiapkan makanan.


"Sayang kita belanja yuk. Aku akan memasak beberapa makanan untuk malam nanti." ucap Ella pada Victor yang sibuk dengan pekerjaannya di ponselnya.


Victor meletakkan ponselnya dan memandang wajah istrinya.


"Kau tak perlu memasak honey, kita beli saja semuanya. Itu akan membuatmu lelah." pengertian sekali suaminya ini. Jadi semakin cinta saja Ella dengan Victor.


"Terima kasih sayang. Cup.." ucap Ella dan memberi kecupan pada Victor atas rasa terima kasihnya.


Selesai berbelanja, Ella di bantu Emmy dan pelayannya untuk menyiapkan semuanya. Ella memilih taman belakang untuk berkumpul nanti malam. Meja dan semua alat-alat barbeque juga Ella siapkan. Dan siap untuk di gunakan.


Saat ini Ella masih merebahkan tubuhnya sambil memberi ASI pada si kecil Leon untuk menunggu malam tiba. Victor yang melihat Ella sedang memberikan ASI datang mendekat dan duduk di samping Ella. Dia mencium pipi Ella yang sibuk mengecupi pipi anaknya.


"Aku juga butuh ASI sepertinya honey. Aku butuh asupan untuk mengijinkanmu berkumpul dengan teman-temanmu nanti. Karena jelas kau nanti pasti akan melupakanku." ucap Victor dengan sedihnya. Ella hanya tertawa saja. Jika mau silahkan. Setelah Leon selesai Ella bersedia jika harus melayani Victor dulu.


"Sabar sayang. Sebentar lagi Leon selesai minum. Kau boleh gantian bermain dengan Leon." jawab Ella yang sudah tak malu sama sekali dengan suaminya. Tentu saja Victor menunggu jawaban seperti itu keluar dari mulut istrinya. Dia akan sabar menunggu jika sudah di ijinkan seperti itu.


Tak lama setelah itu Leon melepasnya karena sudah tertidur. Dengan hati-hati Ella memindahkan anaknya itu ke tempat tidurnya. Dan kembali Ella menghampiri Daniel. Dia duduk di pangkuan Victor sambil menggoda suaminya.


"Sayang aku punya tebak-tebakan. Bedanya gajah dengamu apa?" tanya Ella dengan manjanya.


"Ehm.. apa?" tanya Victor yang tak dapat menjawab tebakan Ella.


"Kalau belalai gajah fungsinya untuk bernafas, kalau belalai milikmu fungsinya untuk menghangatkan milikku." jawab Ella dengan tawanya. Bisa-bisanya istrinya berkata seperti itu. Untung saja belalai milik suaminya tak bisa di gunakan untuk mengambil sesuatu seperti gajah yang berfungsi untuk mengambil makanan atau yang lainnya. Jika bisa sungguh bahaya sekali itu.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤