Come & Hug Me

Come & Hug Me
< FIRST KISS >



Andini mengangguk dan masuk dalam selimut. Revan mengecup kening Andini. Andini terdiam mematung, dia sangat terkejut dan bahagia. Revan tersenyum hangat padanya, lalu berbaring dan membuka tangannya agar Andini dapat tertidur dalam pelukannya.


🌸🌸🌸


Bell istirahat makan siang telah berbunyi. Seperti biasanya semua siswa pergi ke kantin untuk mendapatkan jatah makan siangnya. Alex yang terburu-buru setengah berlari di susul kedua sahabatnya.


"Vin, gak biasanya Alex buru-buru buat makan siang." Ucap Arfan pada Alvin.


Alvin mengangguk, "Iya bener. Gak tahu deh dia laper mungkin."


Alex tak menghiraukan ucapan-ucapan kedua sahabatnya itu. Langkahnya terhenti di kelas Andini. Ternyata kelas Andini belum keluar. Akhirnya Alex yang di temani kedua sahabatnya menunggu di depan kelas Andini.


"Ohh jadi alesan buru-burunya karena ini Fan, dasar loe Lex kirain mau ke kantin." Afran mengangkat bahunya mendengar ucapan Alvin.


"Pas tadi istirahat pertama gue kehilangan. jejak Andini, dia udah gak ada sama si anak baru itu. Jadi sekarang gue harus buru-buru. Kalian berdua kalo mau ke kantin duluan sana." Ucap Alex kepada kedua sahabatnya itu.


Arfan dan Alvin saling berpandangan seperti diskusi lewat mata. "Gak deh tanggung, kita tunggu aja ya Vin." Alvin mengangguk.


Tak lama mereka menunggu, kelas Andini pun telah selesai. Murid-murid di kelas Andini satu per satu telah keluar. Alvin yang sudah kesal menunggu akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kelas memastikan keberadaan Andini yang tak juga keluar. Alex dan Arfan hanya melihat Alvin dari luar kelas.


Vivian yang akan ke kelas Revan pun harus sekali mengurungkan niatnya karena ada A3, namun ia tak melihat Alvin di situ.


Gagal lagi, kenapa sih si Alex ada terus di sana. Kayaknya Andini sama Revan harus pisah kelas. Vivian.


"Eh Vi. kamu lagi. Tadi istirahat pertama kamu ke sini sekarang ke sini lagi, gue bener-bener curiga." Ucap Alex pada Vivian yang membuat Arfan bingung tak mengerti.


"Apa siihh orang aku cuma lewat mau ke kantin." Ucap Vivian kesal.


Alvin keluar dari kelas Andini itu dan berjalan menghampiri kedua sahabatnya, di tambah kehadiran Vivian yang membuatnya lebih senang. "Wah ada Vivi."


Muka Vivian berubah menjadi risih karena kehadiran Alvin. Tanpa menghiraukannya, Vivian berjalan, berniat untuk kembali lagi setelah makan. Alvin hanya tersenyum seolah perlakuan Vivian seperti itu padanya adalah hal yang biasa.


"Lex, Andini gak ada, gue tanyain sih dia gak masuk sama si anak baru itu." Ucap Alvin yang juga terdengar oleh Vivian yang belum jauh dari mereka bertiga.


Apah? Revan sama Andini gak masuk sekolah? Kenapa? Ishhh kenapa bisa mereka kompak absen gak masuk sih. Apa mereka berdua janjian. Ahh menyebalkan!! Vivian.


Arfan dan Alex sama-sama memasang wajah yang terkejut.


Gak masuk? Mana mungkin. Tadi aku bonceng Andini sampai halte pertama. Apa aku mimpi. Tapi gak mungkin! Arfan.


"Absen nya karena apa loe tanyain?" Tanya Alex dengan nada kesal.


"Andini tanpa keterangan, kalo si anak baru itu sakit dari hari sabtu." Jawab Alvin.


Arfan mulai mencerna semua ucapan Alvin. Apa mungkin Andini minta di turunin dekat toko roti itu mau nengok sambil bawain roti yang dia beli buat si anak baru? Pulang sekolah gue harus pastiin. Arfan.


"Terus si Andini kemana?" Ucap Alex dengan nada tinggi.


Alex berfikir. "Gak mungkin! Andini dari hari sabtu dia pergi ke rumah tantenya, hari minggu juga gue ajakin keluar dia masih belum pulang. Atau mungkin Andini masih di rumah tantenya yah." Alex mencoba menduga-duga hal yang baik pada Andini.


Pergi ke rumah tante? Orang jelas-jelas aku sama Andini duduk di pinggir danau. Kenapa Andini terus menghindar dari Alex. Apa dia udah gak suka? Arfan.


"Yaudah Lex, mending kita makan siang dulu. Udah gitu loe coba telpon dia mungkin bener masih di rumah tantenya. Atau pulang sekolah nanti loe pastiin ke rumahnya." Ucap Arfan menenangkan.


Mereka bertiga pun pergi ke kantin untuk makan siang. Setelah selesai, Alex mencoba menelpon Andini. Namun tak ada jawaban. Whatsappnya pun belum ada balasan. Alex memutuskan untuk ke rumah Andini setelah pulang sekolah.


🌸🌸🌸


Ponsel Andini yang ada dalam tasnya yang ia letakkan di ujung kasur Revan terus bergetar. Revan terbangun karena kerasnya getaran ponsel Andini. Revan ingin sekali melihat siapa yang menelpon Andini namun dia tak ingin bergerak yang bisa membuat Andini terbangun yang masih dalam pelukannya itu.


Andiniku.. aku yang sakit kok kamu yang pulas sekali tidurnya. Revan mengelus punggung Andini yang tidur sambil memeluknya. Revan mencium kepala Andini. Andini menggeliat dan Revan pura-pura untuk tidur kembali.


"Revan belum bangun yah." Andini bangkit duduk mencoba melihat Revan. "Pulas sekali tidurnya, enak yaa di peluk sama aku." Andini tersenyum sendiri dengan kata-kata yang dia ucapkan barusan. Revan pun mencoba sekuat tenaga menahan tawanya mendengar Andini bicara sendiri seperti itu.


Cup...


Andini mencium pipi Revan. Revan membuka matanya dan menarik tubuh Andini dalam pelukannya. Andini terkejut dan malu melihat Revan yang terbangun ketika menciumnya.


"Hayoo kamu ngapain tadi." Revan menatap Andini yang sedang ada dalam pelukannya itu.


"Apa? memangnya apa yang aku lakuin." Andini mengelak, dia mencoba untuk melepaskan pelukan Revan dari tubuhnya.


Revan tak sedikit pun melonggarkan pelukannya itu. Dia bangkit dan merebahkan tubuh Andini tanpa melepaskan pelukannya. Kini Revan berada di atas tubuh Andini dengan wajahnya begitu sangat dekat dengan wajah Andini. Revan mengusap lembut wajahnya dan Andini memejamkan matanya.


"Kamu mau aku apain sampe merem gitu?" Revan menggoda Andini. Andini membuka matanya karena malu. Revan menatap kedua mata Andini dengan begitu dekatnya.


Cup....


Revan mencium bibir Andini. Andini terkejut, ciuman pertamanya telah di ambil oleh orang yang dia suka, betapa bahagianya. Andini melihat Revan yang memejamkan matanya dan menikmati ciuman mereka. Andini pun ikut memejamkan matanya agar dia bisa menikmati ciuman pertamanya itu.


Ciuman mereka berlangsung lama, Revan tak sedikit pun melepaskan pelukannya pada Andini yang berada di bawahnya. Andini mengangkat kedua tangannya lalu ia kalungkan di leher Revan, ia ingin membalas pelukan Revan padanya yang begitu erat.


Bibir mereka saling mengecup satu sama lain, menimbulkan bunyi khas orang berciuman pada umumnya. Ciuman pertama bagi mereka berdua cukup lama dan mereka seperti sudah ahli walau sama-sama yang pertama mereka lakukan.


Bersambung... :)


#First kiss? 😁


Terimakasih readers 😍🌸


Jangan lupa pencet πŸ‘πŸ’– biar aku semangat updatenya 😍


Bantu vote juga yaa 😻