Come & Hug Me

Come & Hug Me
< MINGGU YANG PANJANG >



"Tapi bu....."


"Udah kamu jangan khawatirin Andini, dia pasti ngerti kok kalo misalkan kamu sakit kan kemaren kalian berdua kehujanan." Jelas Ibu pada Revan. Revan hanya diam dan menurut apa kata ibunya.


🌸🌸🌸


Pelajaran pertama pun telah selesai, Andini masih saja kefikiran akan kondisi Revan.


Pasti Revan sakit karena kehujanan kemarin. Mana toko roti ibunya tutup, aku mana tahu rumahnya dimana. Nomor ponselnya pun aku tak punya. Andini.


Andini membaringkan kepalanya di atas meja dengan tangannya sebagai alas.


Aku harus ngapain sekarang, kalo ke ruang seni pasti aku ketiduran terus mimpi itu lagi. Revan engga ada aku jadi bingung sendiri. Padahal sebelum ada Revan disini pun semua baik-baik aja gak sampai bingung gini :(. Andini.


🌸🌸🌸


"Lex, loe semalem tidur dimana emang sampe kita harus ke rumah loe bawa baju seragam ganti." Tanya Alvin pada Alex.


"Andini." Jawab Alex singkat sambil tersenyum.


"Apaaa?" Alvin dan Arfan kompak berteriak karena terkejut mendengar jawaban dari Alex.


Semua siswa di kelasnya pun sama terkejutnya, namun keterkejutan mereka karena mendengar teriakan Alvin dan Arfan.


Vivian yang duduk tak jauh dari bangku A3 mendengar persis obrolan mereka, dia yang akan pergi ke perpustakaan pun mengurungkan niatnya. Dia ingin mengetahui lebih jauh yang A3 obrolkan dengan berpura-pura membaca buku.


Apa? Alex nginep di rumah Andini. Bener-bener Andini polos itu bisa-bisanya ngajak Alex nginep di rumahnya. Hahaha..... bakalan seru kalo Revan tahu. Jadi penasaran mereka ngelakuin apa aja ya, mana hujan gak berhenti semalaman tadi, uwwww hahaha.Vivian.


"Yang bener loe, Lex." Tanya Arfan yang masih tak percaya.


Alex mengangguk. "Tadi gue kan bareng berangkatnya sama Andini."


Ohhhh.... pantes. Berarti tadi pagi aku lihat Andini boncengan sama Alex bukan halusinasiku saja. Vivian.


"Terus loe ngapain aja semaleman sama Andini, mantap-mantap gak loe." Tanya Alvin sambil mengangkat satu alisnya.


Alex tertawa membuat Arfan dan Alvin penasaran dengan apa yang telah terjadi pada mereka semalam.


"Engga lah, tapi kita tidur sekamar." Alex kembali tersenyum mengingat momennya bersama Andini, walaupun memang tak terjadi apa-apa. Alex pun beranjak.


Gila sekamar? Gak mungkin kalo gak ngapa-ngapain. Vivian.


"Woy mau kemana loe." Suara Alvin menghentikan langkah Alex yang akan keluar dari kelasnya.


"Andini lah pake nanya nih oncom satu." Jawab Arfan sambil melemparkan penghapus ke arah Alvin.


Alex menoleh sebentar dan tersenyum, memang sudah pasti langkahnya akan menuju kemana, Andini siapa lagi.


Langkah Alex telah sampai di kelas Andini. Terlihat Andini tengah tiduran di mejanya. Alex pun menghampiri dan duduk di sebelahnya.


"Revan." Andini bangun dan melihat sosok yang ada di sampingnya. "Loh, Alex. Ada apa?"


"Kamu nunggu si anak baru itu? Sampai ga sadar aku yang dateng." Tanya Alex sedikit kesal.


Mereka berdua pun ngobrol apa pun tentang kenangan mereka dulu, bahkan hal yang tidak penting. Sebenarnya Andini bosan untuk mengenang itu semua.


Kenapa hari ini terasa lamaaaaaaa. Andini.


🌸🌸🌸


Pasti sekarang lagi istirahat, Andini lagi ngapain yah. Bodoh sekali sampai aku lupa minta nomor ponselnya. Revan.


Revan dan ibunya baru tiba di rumah setelah pergi ke dokter untuk memeriksa keadaan Revan. Dan Revan harus istirahat selama 2 hari di rumah.


"Denger tadi kata dokter, kamu harus banyak istirahat, makan teratur dan obat harus di habiskan." Ucap ibu sambil menyelimuti Revan. "Kamu tidur yah ibu mau masak untuk makan siang kamu nanti."


🌸🌸🌸


Pelajaran kedua setelah istirahat pertama adalah pelajaran terakhir di hari sabtu, seperti biasanya.


Andini mempercepat langkahnya sebelum Alex menemuinya dan mengajak pulang bersama. Andini bergegas dan sampai lah di halte.


Aduh bus nya mana sih. Andini.


Tak lama bus datang, Andini langsung masuk dan duduk paling belakang dekat jendela. Dia berharap toko roti milik ibu Revan buka dan dia bisa bertanya kondisi Revan.


Bus pun berhenti di halte pertama, Andini langsung turun dan berlari ke arah toko roti milik ibu Revan dan ternyata masih tutup.


Ahh sepertinya dugaanku benar, Revan sakit jadi ibunya menutup toko hmmm. Andini.


Dengan langkah yang lemas dia mendekat ke arah toko itu dan duduk di kursi yang ada di depan tokonya. Andini berfikir keras bagaimana cara dia bisa tahu rumah Revan atau paling tidak nomor ponselnya.


Ahh kenapa baru terfikir sekarang, harus nya aku tadi bertanya pada guru Tata Usaha, semua data siswa kan ada disitu. Ahhhhh.... kenapa aku gak kefikiran tadi sih. Andini.


Masih duduk di tempat itu Andini melihat Alex dengan motor gede itu lewat dan menuju ke arah rumahnya. Andini langsung mengeluarkan ponsel yang ada di saku roknya untuk menelpon pak Anto agar menyuruh Alex tak menunggu kepulangan dirinya.


☎☎☎


Andini : Bilang aja aku akan menginap di rumah saudara karena besok libur, dan suruh dia langsung pulang.


Pak Anto : Baik, Non.


Andini mematikan telponnya dan bergegas pulang. Dari kejauhan Andini melihat motor Alex terparkir di depan pintu gerbang rumahnya sedangkan Alex terlihat sedang berbicara dengan Pak Anto.


Andini masih berdiam di kejauhan, memperhatikan dan memastikan Alex segera pergi dari rumahnya. Alex pun akhirnya pergi dari rumah Andini, sepertinya Pak Anto berhasil meyakinkan Alex.


Andini langsung berjalan dan masuk ke dalam rumahnya. Langkahnya benar-benar sangat tak bersemangat. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Andini tertawa kecut. Aku udah kaya main petak umpet aja sama Alex. Maaf Lex aku lagi gak mau ketemu dan ngobrol sama kamu, fikiran aku masih terus-terusan memikirkan keadaan Revan yang tak ada kabar.


Baru Andini akan memejamkan matanya, ponsel di saku roknya bergetar. Dia pun mengeluarkan dan melihat siapa yang menelponnya.


Andini mengerutkan keningnya. "Nomer baru. Ahhh Revan." Mata Andini berbinar dan langsung bangun untuk duduk.


☎☎☎


Andini : Hallo, Revan??!


Alex : Revan? ini aku Alex.


Andini : Ohh, ehh maaf Lex. Ada apa? (kok dia bisa tahu nomerku yang baru).


Alex : Aku tadi ke rumah kamu cuma kata satpam kamu gak akan pulang mau nginep di rumah saudara kamu. Bener?


Andini : Iya bener ini aku lagi di rumah tanteku. Udah dulu ya Lex gak enak nih lagi ngumpul aku malah telponan.


Alex : Kabari aku kalo kamu udah pulang yah, bye.


Sambungan telpon mereka pun putus. Andini kembali merebahkan badannya. Hari yang sangat membosankan bagi Andini dan Revan yang tak bertemu hari itu.


Besok minggu, makin susah aja aku supaya bisa ketemu Revan. Sabtu yang panjaaaang, hari minggu akan lebih panjaaaaaaaang lagi. Aaaaaaaa membosankan. Andini membenamkan wajahnya dengan bantal.


Bersambung... :)


Terimakasih readers 😍🌸


Jangan lupa pencet πŸ‘πŸ’– biar aku semangat updatenya 😍


Bantu vote juga yaa 😻