Blooming At It's Time

Blooming At It's Time
¹⁰`² Kesepakatan



...SURAT PERJANJIAN KERJASAMA...


Pada hari ini Sabtu tanggal 27 bulan November tahun 2021 telah diadakan perjanjian kerjasama antara:




Nama : Alden Kama Adhigana


Tgl. Lahir : 23 Maret 1992


Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.




Nama : Alora Agni Bestari


Tgl. Lahir : 31 Januari 1993


Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.




Pihak Pertama dan Pihak Kedua menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:



Bahwa Pihak Pertama harus menjadi Direktur Utama Adhigana Corporate.


Bahwa untuk menggantikan Giri Adhigana sebagai Direktur Utama, Pihak Pertama harus menikah dengan Pihak Kedua.


Bahwa Pihak Kedua harus menjadi Supervisor OO Pharma.


Bahwa untuk menjadi Supervisor, Pihak Kedua harus menikah dengan Pihak Pertama.


Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua, melalui sebuah diskusi, sepakat melangsungkan pernikahan dengan jangka waktu 1 (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2022 sampai dengan 1 Januari 2023.



Untuk pelaksanaan perjanjian ini, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian ini dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:


...Pasal 1...


...TUJUAN DAN JANGKA WAKTU PERJANJIAN...



Perjanjian kerjasama ini dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi keperluan Pihak Pertama dan Pihak Kedua, serta menyenangkan hati keluarga Pihak Pertama.


Jangka waktu kerja sama ini terhitung sejak tanggal 1 Januari 2022 sampai dengan 1 Januari 2023.



...Pasal 2...


...STATUS DAN TEMPAT TINGGAL...



Status Pihak Pertama dan Pihak Kedua adalah suami dan istri. Tidak ada yang boleh mengetahui status Pihak Pertama dan Pihak Kedua, kecuali keluarga Pihak Pertama dan Pihak Kedua.


Pihak Pertama menyediakan tempat tinggal bersama dengan Pihak Kedua.



...Pasal 3...


...KEWAJIBAN DAN HAK PIHAK PERTAMA...




Kewajiban Pihak Pertama adalah sebagai berikut:


a. Menyediakan tempat tinggal bersama dengan Pihak Kedua.


b. Memenuhi kebutuhan primer Pihak Kedua.


c. Meyakinkan keluarga Pihak Kedua bahwa pernikahan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua bukanlah sandiwara.




Hak Pihak Pertama adalah sebagai berikut:


a. Mendapatkan makanan 4 sehat 5 sempurna yang dimasak oleh Pihak Kedua.


b. Bebas menjalin hubungan dengan wanita lain selain Pihak Kedua.


c. Menjalin hubungan persahabatan dengan Pihak Kedua.




...KEWAJIBAN DAN HAK PIHAK KEDUA...




Kewajiban Pihak Pertama adalah sebagai berikut:


a. Menyediakan makanan 4 sehat 5 sempurna untuk Pihak Pertama.


b. Melaksanakan tugas rumah tangga.


c. Meyakinkan keluarga Pihak Pertama bahwa pernikahan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua bukanlah sandiwara.




Hak Pihak Pertama adalah sebagai berikut:


a. Mendapatkan tempat tinggal bersama dengan Pihak Pertama


b. Bebas menjalin hubungan dengan pria lain selain Pihak Kedua.


c. Menjalin hubungan persahabatan dengan Pihak Pertama.




...Pasal 5...


...PERATURAN DAN LARANGAN...



Pernikahan hanya boleh diketahui oleh keluarga inti dari Pihak Pertama dan Pihak Kedua.


Pihak Pertama dan Pihak Kedua wajib menjaga rahasia tentang pernikahan ini.


Pihak Pertama dan Pihak Kedua menggunakan kamar tidur yang berbeda.


Pihak Pertama tidak boleh masuk sembarangan ke kamar tidur Pihak Kedua.


Pihak Kedua tidak boleh masuk sembarangan ke kamar tidur Pihak Pertama.


Pihak Pertama dan Pihak Kedua hanya boleh sekedar memberi saran soal masalah pribadi, dan tidak boleh ikut campur urusan pribadi.


Pihak Pertama tidak boleh menyentuh secara emosional tanpa persetujuan Pihak Kedua.


Pihak Kedua tidak boleh menyentuh secara emosional tanpa persetujuan Pihak Pertama.


Hubungan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua tidak boleh lebih dari persahabatan.


Pihak Pertama dan Pihak Kedua harus saling membantu jika diperlukan.


Pihak Pertama dan Pihak Kedua harus saling terbuka soal masalah pernikahan atau hal-hal yang berhubungan dengan keluarga.


Pihak Pertama dan Pihak Kedua harus saling menghargai.



...Pasal 6...


...PERUBAHAN...


Apabila dipandang perlu oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua, perjanjian ini dapat diubah baik menyangkut isi materi maupun syarat-syaratnya yang harus dibuat berdasarkan kesepakatan tertulis kedua antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua.


...Pasal 7...


...PEMBATALAN DAN GANTI RUGI...



Surat Perjanjian kerjasama ini tidak dapat dibatalkan secara sepihak tanpa persetujuan pihak lainnya.


Pembatalan oleh satu pihak, dengan alasan apa pun, maka pihak yang membatalkan wajib membayar ganti rugi sesuai dengan jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak.


Apabila terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan larangan, maka pihak yang melanggar wajib membayar denda sebesar Rp. 500.000,-.


Apabila terjadi pembatalan oleh satu pihak, maka pihak yang membatalkan wajib membayar ganti rugi sebesar Rp. 1.000.000.000,-.



...Pasal 8...


...PENUTUP...


Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) masing-masing dibubuhi, materai secukupnya dan mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk dipahami dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Para Pihak tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga.



❖❖❖