
Tentang bangunnya Alicia dan sembuhnya cedera otak gadis itu menjadi perbincangan hangat sepenjuru rumah sakit tepat setelah dokter dan kedua perawatnya meninggalkan ruangan Alicia pada pagi itu. Diruangan Alicia yang ditinggalkan rombongan dokter itu ada Hakki yang dengan mata yang lembab masih memeluk kakak tirinya Alicia.
Saat memeluk tubuh kakak tirinya Alicia, dengan tubuhnya yang baru saja mengalami kerusakan dan sangat kelelahan setelah menggunakan kekuatan beberapa hari yang lalu, entah mengapa Hakki bisa merasakan ada penyembuhan hebat yang menyebar keseluruh tubuhnya, rasa sakit ditubuhnya menghilang lelah pun digantikan semangat seakan-akan tubuhnya terlahir kembali hingga membuatnya spontan berkata “Tubuhku pulih?”
“Tubuhmu Pulih?” Alicia berkata seraya menanggapi perkataan membingungkan Hakki dan dengan perlahan melepas pelukannya.
Hakki memalingkan matanya dari pandangan Alicia yang lurus menatapnya karena sedang mencari dalih yang tepat demi menutupi jika dirinya memiliki kekuatan kutukan dan baru saja bertarung dengan seorang vampir selain dia yakin Alicia tidak percaya Hakki menebak kakak tirinya itu akan kebingungan jika diberitahu tentang masalah keganjilan dan sesaat kemudian dia menemukan alasan yang tepat untuk berdalih kemudian dengan cepat langsung berkata “Ya…karena sekarang aku bekerja menjadi wartawan, lelah saat dilapangan yang kualami belum hilang, namun saat memeluk kak Alicia tubuhku langsung pulih.”
Selain bisa membaca jika Hakki sedang berbohongdan seakan mengetahui jika ada sesuatu yang disembunyikkan adik tirinya itu Alicia juga menganggap perkataan Hakki tentang saat memeluk dirinya adiknya itu merasa pulih, seolah-olah seperti sebuah kalimat godaan untuk menghibur dirinya yang baru bangkit dari koma dan gadis itu tanpa berbicara tersenyum bahagia.
“Serius, benar-benar pulih seperti ada kekuatan sihir” Hakki berkata seakan menegaskan jika dirinya berkata yang sebenarnya dan serius jika pemulihan diri itu benar-benar terjadi bukan sedang menghibur.
“Beritahu adikmu jika kekuatan sihir yang kau dapat dariku penyebabnya” muncul perkataan seorang gadis yang dikenalinya karena pernah muncul dalam alam bawah sadarnya yang secara tiba-tiba didengar Alicia, Alicia pun mencari asal suara itu dan kepalanya yang bergerak-gerak karena mencari suara itu diperhatikan oleh Hakki yang sekarang melihat kakak tirinya itu dengan pandangan kebingungan.
Alicia yang sadar diperhatikan Hakki hanya membalas dengan seringai lebar yang tercampur ekspresi kebingungan juga, kemudian berkata dalam hati dengan terarah pada Naga Putih Bernama Kikos yang bersemayam ditubuhnya “Ternyata bukan mimpi kau benar-benar ada didalam tubuhku.”
“Itu bukan mimpi, sudahlah cepat beritahu dia” Kikos menanggapi dengan nada kesal.
“Saat ini yang bisa mendengar suaraku hanya dirimu, jadi hanya kau yang bisa memberitahunya” lanjut Kikos, dan Alicia meskipun tidak bisa melihat ekspresi naga itu dari nadanya Alicia tau jika Kikos tampak terburu-buru ingin mengungkap tentangg kekuatan dirinya pada Hakki.
“Sihir, naga? apa adikku percaya hal yang semacam itu” kata Alicia bingung, karena mempertanyakan tanggapan Hakki yang ditakuti akan mempersulit alur pembicaraan.
Alicia bisa mendengar jika Kikos menghela nafas dengan sangat kuat kemudian dia mendengar jika Kikos berkata “Tentunya percaya dia sekarang memiliki kekuatan supranatural dari Si Pahit Lidah.”
“Si Pahit Lidah?” Alicia terkejut mendengar perkataan Kikos yang mengatakan adiknya memiliki kekuatan dari pendekar dari cerita legenda yang pernah dibacanya dibuku.
“Tanya saja pada adikmu cepatlah, beritahu dia tentang sihir dari tubuhku”
Mendengar perkataan Kikos yang memerintahnya menyatakan pada Hakki tentang kekuatan naga putih itu setelah diberitahu jika adik tirinya itu akan mengerti membuat Alicia memberanikan dirinya untuk bercerita tentang apa yang terjadi pada dirinya sehingga bisa bangun dari koma secara Ajaib dimulai dari pertemuan dirinya dengan naga putih dialam bawah sadar dan sihir yang didapat dari tubuh astral naga itu pada Hakki.
Setelah agak lama mendengar cerita yang begitu rinci dari Alicia, Hakki yang tak menyangka jika kakak tirinya juga mengalami mengangguk pelan karena teringat tentang buku mitologi naga yang pernah dibacanya dan memasang air muka yang semangat karena tak menyangka keganjilan Naga Putih itu yang hidup sekitar ratusan tahun yang lalu masih ada dan hidup di zaman sekarang hingga membuat Hakki berkata “Naga putih cantik yang memiliki bulu putih seperti burung, hanya ada satu naga seperti itu.”
“Ya itu, namanya Kikos” Alicia juga menggunakan telunjuknya untuk tertuju pada Hakki yang menyebut naga putih itu dengan benar meskipun bagi gadis itu sangat sulit menyebut naman aga putih itu dengan benar.
Alicia melihat kearah luar jendela untuk melihat pemandangan langit biru yang cerah dengan sedikit awan disana dan merasa aneh jika ada naga didunia dimana langit tak pernah sekalipun dilewati naga hingga membuatnya berkata dengan penuh penasaran “Naga seperti itu memangnya ada didunia ini? Si Pahit Lidah juga, bukannya itu hanya cerita legenda?”
Hakki terdiam saat mendengar Alicia menyebut Si Pahit Lidah karena tidak mengerti kenapa dengan tiba-tiba kakak tirinya itu menyebut identitas dirinya dengan santai dia yang tidak ingin Alicia mengetahui kebenaran itu pun hanya bisa menundukkan kepalanya seakan-akan menghindar dari tatapan juga perkataan yang akan dilontarkan Alicia.
Tetapi Alicia tetap memilih melontarkan pertanyaan pada Hakki meski melihat adik tirinya sepertinya ingin menghindar dari pembicaraan itu dari gestur dan diamnya Hakki dan bertanya “Kau memilikinya Hakki? Kekuatan Si Pahit Lidah? naga putih itu memberitahu hal itu padaku.”
“Ya benar” Hakki mengangguk pelan saat menunduk.
Setelah beberapa saat tercipta hening yang berasal dari Hakki yang tak mau bicara akhirnya, muncul helaan nafas yang panjang dari Hakki itu sendiri saat dirinya memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya, hingga akhirnya Hakki yang kali ini membicarakan kronologi dirinya yang mendapatkan kekuatan namun dengan berbohong jika dia sama sekali tidak pernah menggunakan kekuatan itu
Kikos yang bersemayam ditubuh Alicia meski mengetahui informasi Hakki sebenarnya dari keganjilan lain dikota ini dan sudah pasti tahu jika Hakki berbohong tentang dirinya yang sebenarnya menggunakan kekuatan itu untuk membunuh memilih diam agar tidak merusak hubungan 2 saudara itu dan berharap ada momen yang tepat untuk Alicia mengetahui kebenaran tentang adiknya agar Alicia tidak shock dan sedih.
Setelah menjelaskan semuanya Hakki memerhatikan Alicia yang memasang wajah penasaran seolah-olah masih ingin mendengar dengan seksama cerita Ajaib dari dengan begitu lama, dalam pikiran Hakki muncul sebuah kehangatan dan perasaan bahagia setelah mengalami kehancuran setelah kematian Furi, Hakki tersenyum tipis dengan mata yang berkaca-kaca saat melihat Alicia karena tak menyangka jika ada suatu hal yang kembali untuk dirinya seakan, bangunnya Alicia dari koma seakan memberikan lahirnya kebahagiaan dari dalam dirinya setelah kehilangan.
“Kenapa?” kata Alicia saat menyadari Hakki memerhatikannya dengan senyuman tipis.
Hakki mengalihkan pandanganya dari tatapan Alicia dan sedikit mengusap matanya.
“Tidak apa-apa.”
Tak lama kemudian handphone Hakki berdering dengan begitu kuat, Hakki pun meresponnya dengan terburu-buru mengambil handphonenya dari saku kirinya dan mendapati jika Nala yang kemarin malam telah bertukar nomor telpon padanya menelponnya dan Hakki pun mengangkat telepon itu juga dengan terburu buru.
“Halo” kata Hakki dengan suara yang kecil nan pelan agar tidak mengganggu orang-orang di rumah sakit ini.
“Hakki, besok aku akan menjemputmu kita akan memulai penyelidikan pertama di kota 68” Nala tanpa basa-basi langung mengutarakan perkataannya saat tersambung dengan Hakki
“Baik pak Nala_” Hakki menjawab dan seketika telpon itu terputus karena Nala langsung mematikan telepon itu hingga membuat Hakki hanya bisa terdiam karena tindakan secepat kilat dari Nala si detektif Kepolisian itu.[]