
Tawa dari 3 pejabat kriminal pembunuh yang muncul disela nyanyian mereka pada panggung pesta membuat Hakki menatap mereka begitu dalam dengan mata yang penuh rasa amarah dan muak, dari ekspresi mereka bertiga Hakki seakan bertanya-tanya mengapa mereka seolah telah lupa dengan kasus yang telah mereka perbuat namun Hakki berhasil mengendalikan air mukanya dan kembali fokus meliput seperti yang dilakukan 2 rekannya.
Hakki masih merasakan jika dirinya bahkan ke 2 rekannya terus diawasi, Hakki berpura-pura melihat sekitar untuk memastikan siapa yang mengawasinya, dan menemukan ada sekitar 3 orang yang mengawasi mereka namun seakan ketiga orang itu lebih terfokus mengawasi Hakki.
“Mereka mencurigaiku?” kata Hakki dalam hati.
Setelah 1 jam lamanya meliput Hakki mengikuti kedua rekannya untuk mulai merapi-rapikan peralatan kameranya dan berkemas, namun setelah itu tidak seperti temannya yang akan mengikuti pesta dan menyantap hidangan pesta Hakki justru bergegas mencari Adam Maher yang telah terpencar dengan 2 pejabat kriminal pembunuh lain ketika meninggalkan panggung pesta tadi dan menyusun rencana yang tepat untuk menggali informasi darinya.
“Kurasa mereka dari kelompok detektif yang bekerjasama dengan Elias dan menyadari jika aku adalah Si Pahit Lidah kemudian mengawasiku karena berhasil membuatku terpancing untuk datang ke tempat ini?” Hakki berkata dalam hati saat berbalik memerhatikan 3 orang itu Ketika berjalan mencari adam maher.
“Tidak, kecuali Furi tidak ada yang mengetahui identitas ku sebagai Si Pahit Lidah yang membunuh para pembunuh”
“Namun jika benar mereka mengetahuiku aku harus mewaspadai mereka agar tidak menghalangi tujuanku datang kesini, terutama Elias kemampuannya itu bisa merepotkan” Hakki menghentikan langkahnya karena Adam Maher yang berada agak jauh di depannya sedang berbincang bersama rekannya di antara keramaian.
“Tapi aku tidak mengetahui yang mana detektif bernama Elias itu” Hakki berbalik kearah keramaian seakan-akan ingin mencari tahu yang mana Elias.
“Selama ini aku hanya mengetahuinya dari informasi yang diberitahu Furi tanpa mengetahui wajahnya”
“Seperti yang dikatakan Furi, Kuharap Elias hanya akan bertindak sesuai pekerjaannya dia tidak akan benar-benar menangkapku karena sesama Keganjilan” Hakki mengakhiri perkataan dalam hatinya kemudian berjalan perlahan mendekati Adam Maher.
Karena tahu diawasi Hakki memanfaatkan kumpulan banyak orang yang semakin bertambah disekitar Adam Maher untuk menyamarkan keberadaannya dan berbaur disana sekan-akan orang yang juga menikmati pesta, berkat tubuh kecilnya yang memanfaatkan tubuh orang lain untuk menutupi keberadaan, Hakki berhasil menghilang dari pandangan pada orang yang mengawasinya.
Adam Maher yang baru saja berpisah dengan teman-temannya karena baru selesai berbincang telah dihampiri oleh Hakki yang membelakanginya. Adam Maher yang juga membelakangi Hakki untungnya mengacuhkan orang yang mendekatinya itu bahkan dirinya tidak sedikitpun menoleh kearah Hakki sehingga wajah Hakki tidak dia ketahui.
“Adam Maher, Kau Tidak Bisa Bergerak Untuk Sementara” Hakki mengucapkan kalimat kutukannya dengan pelan dan Adam Maher yang mendengarnya seketika itu juga merasakan jika seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan setelah berakhirnya ucapan Hakki yang datang bersamaan dengan dengingan kuat di telinganya yang dirasakannya barusan.
“Ada apa dengan tubuhku!?” Meski berkata dengan suara yang keras gaung musik di panggung pesta bahkan riuh suara orang-orang yang sedang berbicara juga tertawa mengalahkan suara Adam Maher sehingga tidak ada yang mendengar dirinya sedang kesulitan karena merasakan kutukan dari Hakki.
“Dengan ucapanku aku bisa membuat jantung mu hancur saat ini juga jadi jangan berteriak atau meminta bantuan jika tidak ingin itu terjadi” Hakki mengancam duluan demi mengantisipasi tindakan targetnya itu.
“Kau!? Si Pahit Lidah?” Dengan nafas yang terengah Adam Maher berkata.
Alis Hakki sedikit terangkat saat mengdengar perkataan Adam Maher itu meski dalam pikirannya muncul pertanyaan dari mana Adam Maher mengetahui tentang keganjilan khususnya Si Pahit Lidah namun Hakki mengesampingkan pikiran itu dulu kemudian berkata “Ternyata kau mengenal keganjilan sepertiku, kalau begitu tidak sulit membuatmu memberitahukan semuanya padaku.”
“Memberitahukan apa sialan!?” Bentak Adam Maher Yang kesal karena dirinya dibuat tak bisa bergerak, namun meski tidak bisa bergerak matanya masih bisa berkeliling saat mencari seseorang yang dibutuhkannya.
“Kau orang yang memiiki perumahan Loid dan memberikan akses pada seseorang di tempat pembunuhan perumahan itu 1 tahun lalu” ujar Hakki dengan nada dan wajah yang begitu datar.
Adam maher terdiam, dia tersentak seakan otaknya tersengat sesuatu saat teringat tentang pembunuhan yang dibicarakan Hakki itu.
“Aku butuh banyak informasi orang itu darimu” Hakki berkata lagi.
Kepala Remi berputar ketika menoleh untuk mencari Hakki yang hilang dari pandangannya saat mereka teralihkan oleh keramaian yang semakin bertambah di acara pesta itu dia menghampiri Nala dan Elias yang juga kehilangan keberadaan Hakki.
“Sepertinya wartawan yang bernama Hakki lepas dari pengawasan kita” Remi berkata.
“Sial, yang menghilang dari pandangan orang yang paling kita curigai” Nala bergerak kesana-kemari untuk mencari Hakki dan saat melihat Elias yang ternyata begitu tenang dengan situasi itu Nala memegang pundak Elias dengan begitu kuat kemudian berkata dengan tegas “Gunakan saja kekuatanmu untuk mencarinya Elias!”
“Aku tidak bisa menggunakan kekuatanku hari ini, maafkan aku pak” Elias yang masih tenang menjawab dengan suara kecil.
Jawaban dari Elias itu berhasil membuat Nala membeku dengan air muka kesal di wajahnya.
Beberapa wartawan yang menyadari Adam Maher di dekat kerumunan yang berada di sekitar Hakki mencoba mendekati Adam Maher dan berlari tergesah-gesah kearah pria tua dengan rambut hitam yang sedikit dihiasi kebotakan tersebut.
“Pak Adam!” seru salah satu wartawan.
“Disini kelihatannya akan ada banyak gangguan” Hakki berkata dalam hati, kemudian dia memutar matanya untuk mencari tempat yang lebih sepi agar bisa menghindari berbagai kemungkinan masalah yang muncul dari keramaian.
“Lebih baik disana saja” Hakki menemukan toilet di dalam gedung yang baginya tempat tersebut lebih aman dari keramaian ketimbang disini.
Dari ujung sana terdengar samar perbincangan orang-orang yang menemukan mayat di kotak pembuangan sampah yang ada tepat di luar gedung, perbincangan itu sampai pada wartawan yang akan mendekati Adam Maher mereka pun langsung teralihkan dan beramai-ramai berbalik kemudian berlarian keluar gedung, Hakki yang kebingungan dengan situasi mendadak yang tak terduga itu mendengar samar-samar dari obrolan orang-orang jika kedua mayat itu adalah mayat dua pejabat kriminal yang datang bersama Adam Maher
“Tidak mungkin! mereka berdua mati!?……” Adam maher yang juga mendengar obrolan itu berkata.
“Padahal tadi mereka bernyanyi bersamaku….. seharusnya mereka berdua mendengar perkataanku” Adam Maher bergumam dengan suara begitu kecil yang mirip seperti berbisik dan dengan wajah yang ketakutan.
Remi yang mendapat pesan dari grup wartawan di smartphonenya mengenai info penemuan mayat diluar gedung itu begitu terkejut kemudian berseru “Pak Nala! Elias!”
“Ada apa?” Elias berkata.
“Satpam gedung ini menemukan mayat ke 2 pejabat rekan Adam Maher di kotak sampah yang berada diluar” tangan kiri Remi menunjuk keluar gedung disaat tangan kanan dan matanya masih memeriksa pesan di smartphone.
“Orang-orang membutuhkan detektif disana” Remi menunjukkan tulisan pesan di smarthphonenya yang sama persis dengan yang dikatakannya pada Elias dan Nala.
“Sialan!” Nala mengumpat setelah melihat pesan itu dan mendecakkan lidah kemudian berlari keluar, Elias dan Remi pun membuntuti Nala untuk ikut melihat mayat yang ditemukan tersebut.
Luntang-lantung orang-orang berlarian saling mememenuhi keramaian di pintu keluar gedung maupun didalam gedung hingga tak terkendali, orang-orang di pesta itu dipenuhi kepanikan dan ketakutan. Banyak yang penasaran berusaha pergi melihat kedua mayat yang ditemukan itu dan banyak juga yang memilih bertahan untuk tetap di dalam gedung meski pestanya sudah dihentikan karena tak kondusif lagi.
Hakki sedikit tersenyum karena terciptanya situasi mencekam dan kacau disekitarnya sehingga orang-orang akhirnya sibuk sendiri dan membuat dirinya tidak diperhatikan sama sekali.
“Aku harus berterimakasih pada kekacauan ini” Hakki berkata dalam hati.
“Tapi siapa yang membunuh mereka berdua?” meski penasaran dengan kematian rekan Adam Maher itu Hakki masih tetap fokus untuk memindahkan posisi Adam Maher terlihat dari matanya yang tak lepas pandang pada toilet yang berjarak 10 meter darinya.
Hakki sedikit menoleh pada Adam Maher “Kita akan berbicara di toilet saja”
Hakki menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya.
“Kalau begiitu Adam!”
“Berjalanlah Kearah Toilet!” Hakki mengeluarkan ucapan kutukan kedua yang membuat kaki Adam Maher bergerak sendiri kearah toilet dan tidak bisa dikendalikan.
Namun saat sedang melangkah perlahan Adam Maher menyeringai lebar dan terkekeh ketika mendengar langkah kaki seseorang mendekati Hakki.
Hakki yang menyadari kejanggalan dari Adam Maher mencoba menoleh keasal suara langkah itu namun dia tertahan oleh sebilah pisau tajam yang mengancam lehernya.
“Aku membayarnya untuk membunuh siapa saja orang yang akan menyerangku, tadinya kutebak yang akan menyerangku adalah suruhan seseorang yang terlibat kasus di perumahan Loid itu, Tapi karena kau juga menyerangku, maka kau juga akan dibunuhnya!" Adam Maher perkataanya itu dengan terkekeh.
“Aku baru saja dari toilet dan sepertinya tempat itu juga terdapat banyak orang yang akan menimbulkan gangguan untuk berbicara empat mata” suara perkataan seorang gadis yang tidak asing terdengar oleh Hakki.
“Lebih baik kau berbicara dengan klienku disini saja…” lanjut gadis yang mengacungkan pisau pada leher Hakki.
“Atau….” Mata pisau menekan pelan leher Hakki hingga tergores dan mengeluarkan sedikit darah, perempuan itu mendekatkan bibirnya ketelinga Hakki kemudian berkata “….Kepala yang kau miliki aku lepaskan dari tubuhmu”
Karena mendekati telinga, wajah gadis itu meskipun sedikit mampu dilihat Hakki.
“Ka..kaira?”[]