Be My Home

Be My Home
Apartemen



Favoritkan aku!


Klik Love ya!


Happy reading!


******


"Silahkan, pak!"


Lia menyajikan makanan dan minuman untuk Adam.


Adam tak banyak berkomentar dan mengibaskan tangannya agar Lia segera pergi.


Gadis itu berbalik dan menjauh dari bosnya. Lia cemberut dan menjejalkan kakinya karena kesal dengan tatapan Adam.


"Pasti gak bakalan dimakan. Aku dah feeling."


Gadis manis itu segera ke minimarket dekat rumahnya untuk membeli perlengkapan mandi plus handuk.


"T-Rex mandinya pakai apa ya? Perlu luluran gak?"


Sesegera mungkin Lia mengambil barang-barang di rak. Dia memilih sabun mandi cair dan batangan, Sabun cuci muka khusus pria, masker wajah, lulur dan sabun sirih.


Hampir saja dia memasukkan sabun sirih ke dalam keranjang. Hal yang penting susu segar sebagai sumber kekuatan Lia untuk menghadapai T-Rex.


"Pak, Perlengkapan mandi dan air hangat sudah saya siapkan di kamar utama. Silahkan!" ucap Lia dengan penuh keramahtamahan. Sekilas Lia melirik makanan dan minuman yang dia sajikan.


"Benerkan, gak dimakan. Disentuh aja tidak. Huft...." batin Lia.


Adam beranjak dari kursi dan menuju kamar utama di lantai dua. Lia mengekorinya


Mereka berjalan menuju kamar Adam. Lelaki itu menghentikan langkahnya secara tiba-tiba.


Lia hampir saja menubruk Adam jika saja dia tidak ingat betapa galaknya Bosnya itu. Secepatnya Lia ikut berhenti. Bosnya sudah mewanti-wanti Lia untuk berada dalam jarak satu meter darinya. Adam membalikkan badannya.


"Pergilah ke Apartemenku! Ambilkan bajuku dan beberapa perlengkapanku!" titah Adam.


"Perlengkapan apa pak? Baju jenis apa pak?"


"Perlengkapan yang mungkin aku perlukan dan baju yang mungkin aku perlukan."


"Apartemennya namanya apa pak? Kamar berapa?" Pertanyaan Lia mirip kereta api yang berjalan. Tut...tut...tut....


Adam menghela napasnya dan mengambil handphone di saku celananya. Dia menelepon seseorang.


Selang tak kurang dari 5 menit sudah ada 2 bodyguard yang datang menghampiri si Bos.


"Antarkan dia ke apartemenku. Ini kartu passnya." Adam memberikan sebuah kartu pada seorang bodyguard.


Dua pria bertubuh kekar berjalan di depan Lia.


Mereka masuk ke mobil yang terparkir di depan rumah.


"Oh... Jadi ini mobil mereka. Dari tadi mereka menunggu di luar. Ya ampun dibayar berapa sama bos Adam? Pasti bayarannya menggiurkan." batin Lia.


"Nona Silahkan pakai mobil sendiri." pinta salah seorang bodyguard.


Lia tak banyak bicara. Dia mengerjapkan mata dan menghela napas berat. Pupus sudah... Pupus...BARU KUSADARI.... Lia bukan seorang bos yang wajib diantar. Padahal sudah terbayang indah di mata Lia. Dia akan duduk di kursi belakang sambil bersantai.


"Iya!" Jawab Lia ketus.


Gadis itu mengikuti mobil di depan dengan kelabakan. Lia mengedarai dengan hati-hati. Lia sudah lama tidak mengendarai mobil. Mobil si bos juga lumayan mulus. Lia takut kalau nanti mobil si bos banyak senggolan dan lecet. Mobil si bos kan bukan mobil senggol.


Lia diantar sampai depan sebuah kamar. Lia terpana melihat isi dalam kamar Adam. Sebuah ruangan yang cukup luas untuk menampung T-Rex dan cukup nyaman untuk tidur bangsa T-Rex.


"Apartemen bos lumayan bagus, wangi, rapi dan maskulin." kata Lia.


Lia merebahkan punggungnya dan bersantai. Para bodyguard sudah menghilang. Ya... tugas mereka kan mengantar Lia sampai apartemen.


Lia menikmati halus dan nyamannya tempat tidur T-Rex. Dia menghirup aroma maskulin yang mengular di ruangan itu. Lia masih santai hingga sebuah suara dalam hatinya berkata.


KERJA


KERJA


KERJA


GO... LIA...GO.


Secepat kilat Lia membuka almari pakaian. The Flash mungkin kalah sama kecepatan sama Lia. Mungkin lho ya...! Kalau Tortoise sih kayaknya kalah cepet. Almari si Bos yang Wow.... dengan baju branded baik casual maupun formal tertata rapi, apik, mengesankan, memukau dan menyilaukan mata.


Saat asyik mengepak dan mempacking baju dan perlengkapan yang mungkin dibutuhkan si bos T-Rex. Pintu dibuka... ini kepala Lia gak ikut nongol kayak lagunya Jamrud gaeess. Ada kata Astagfirulloh yang diucapkan Lia. Lia melonjak kaget.


Lia membuka kamar si bos dan keluar mengecek tamu yang datang.


"Siapa kamu?"


*****


Mobil dikendarai Lia dengan super hati-hati. Tatapan wanita di sebelah Lia sama tajamnya dengan tatapan bos Adam. Mereka sama-sama mengintimidasi dan menakutkan.


Beberapa kali harus Lia menelan salivanya dan mengelap keringat di keningnya. Ini bukan keringat karena kepanasan. Ini keringat karena takut, grogi dan bingung berkumpul jadi satu.


Mereka berdua tiba di rumah Adam. Lia mempersilahkan wanita cantik itu duduk dan segera ke lantai dua dengan dua koper di tiap tangannya. Rasa lelahnya terkalahkan. Dia lebih takut dengan ucapan atau mungkin tindakan yang diberikan bos Adam karena membawa orang lain ke rumah bos.


Gadis bergaun merah berdiri di depan pintu sebuah kamar. Berdiri mematung, menatap kamar itu dari atas ke bawah berulang kali.


Dia mengarahkan tangan kanannya menempel pada daun pintu dan kemudian mendekatkan tubuhnya. Mengarahkan telingannya untuk menempel dan berusaha mendengarkan apapun di balik pintu.


SUNYI


Apa bos tidur?


Suara langkah kaki terdengar. Lia menjauhkan tubuhnya dari pintu dan berdiri tegak.


Adam terlonjak mendapati Lia berdiri di depan pintu kamarnya dengan rambut acak-acakkan dan muka menunduk ke bawah.


"Apa tanganmu hilang? Kenapa tidak mengetuk pintu?" Adam berusaha menjaga gengsinya dengan terlihat marah. Jujur dia sangat kaget melihat Lia. Dia pikir itu sudoku eh sadako. Sudoku kan semacam teka-teki logika disebut juga Number of Place. Sudoku kan permainan angka jepang. Kalau Sadako hantu wanita yang rambutnya tergerai ke depan. Menakutkan...


Lia memang menakutkan saat ini. Wajahnya saja sudah penuh keputusasaan.


Lia mengangkat kedua tangannya di depan dada dan menjulurkannya layaknya vampir.


"Masih, bos. Lengkap dengan jari-jarinya." ucap Lia sambil memainkan kesepuluh jarinya seperti bermain piano.


Adam memutar bola matanya dan berharap tidak mendengarkan ocehan si gadis.


"Mana bajuku?"


Lia menarik dua koper di sampingnya ke depan Adam. Lia terlihat gugup saat Adam menatap 2 kopernya.


Gadis itu menyatukan dua telunjuk dan menekan-nekannya untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Bos." sela Lia.


Adam menatap Lia dalam dan penuh rasa enek. Mungkin?


"Ada tamu menunggu bos di bawah." sambung Lia.


Adam membelalakan matanya. Kaget dan bingung siapa yang tahu rumahnya. Dia baru pindah kemari dan tidak memberitahu siapapun.


Secepatnya Lia ke bawah dan menemui tamu yang tadi. Dia takut bos Adam akan khilaf dan mendorongnya ke bawah. Bos Adam tampak sangat marah ketika Lia menyebutkan nama si tamu.


"Usir dia"


Kata terakhir yang diucapkan si bos sebelum Lia menghilang jauh dari pandangan si bos. Juga sebelum pintu ditutup dengan sangat keras oleh si bos.


Tarik napas....hembuskan.... berulang kali lia lakukan. Setelah sebelumnya menghadapi T-Rex. Dia juga harus menghadapai keluarga Dinosaurus lainnya. Sepertinya wanita itu cocok dengan Velociraptor. Velo kan langsing


dan suka berkumpul. Velo juga sama-sama pemakan daging dan buas. Velo gesit dan pintar berstrategi.


Sabar....


Tenang....


Slow....


Positif Thinking....


Semangat....


Lia berjalan pelan mendekati wanita yang duduk dengan anggun. Tampak badan langsinga dan memukau setiap lelaki yang melihatnya.


"Maaf bu! Sepertinya pak Adam sedang tidak berkenan menerima tamu. Mungkin ibu bisa datang lain waktu."


Wanita itu tersenyum manis mendengar ucapan Lia. Ucapan yang lebih mirip pengusiran secara halus.


****


**Please Vote, Rate and komen ya!


Semangat Readers!


Jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan**!