Be My Home

Be My Home
Night Club



Happy Reading!


Klik Love!


*****


Menahan napas beberapa detik sebelum memasuki sebuah ruangan yang asing bagi Lia.


"Bos, Aku pulang saja ya?"


"Bagaimana kau pulang kalau uang saja kamu nggak bawa?"


"Pinjem dulu ya!"


"Ayo masuk!"


Penjaga tersenyum pada Adam. Ini berarti Adam sudah langganan datang ke sini.


Dentuman suara musik memekakkan telinga. Lia merasa pusing hanya dengan mendengar suara musik yang keras.


Di beberapa bagian ruangan ada deretan minuman yang tidak di kenal Lia. Mencium baunya saja Lia merasa ingin muntah. Gadis itu melirik ke kiri dan ke kanan. Banyak pasang mata yang melihat Lia seakan berusaha memakannya.


Beberapa pria memainkan lidahnya menjilati bibir bawahnya. Beberapa lainnya memonyongkan bibirnya ke arah Lia. Adam berjalan di depan Lia kurang lebih 2 meter dari Lia.


"Bos!" Lia menabrakkan tubuhnya ke punggung Adam. Sengaja atau tidak sengaja Adam tersentak mendapati benda kenyal ada di belakang tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan?" bentak Adam sedikit tertahan.


"Bos, Aku takut. Apa tidak ada tempat lain yang bisa kita datangi?"


Adam terus berjalan dan Lia terus menempel. Adam merasa langkahnya terasa berat karena


Lia memegang lengannya dan terlalu dekat dengan tubuhnya.


"Apa kau bisa menyingkir?" bentak Adam.


Lia menggelengkan kepalanya cepat dan memasang wajah penuh iba. Adam berusaha melepaskan cengkraman tangan Lia di lengannya. Tangan satunya berhasil dia lepas. Namun tangan lainnya memeluk lengan Adam posesif.


"Apa kau lintah? Tanganmu...Jauhkan dari tubuhku!"


Banyak pasang mata yang memandang pertengkaran Lia dan Adam. Beberapa pria bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Lia.


"Nona, kau bisa bersamaku jika dia tidak mau." ucap seorang lelaki tambun. Beberapa pria lain menyentuh lengan Lia yang mulus. Gadis itu merasa tidak nyaman dan memeluk lengan Adam dengan erat.


"Dia milikku." ucap Adam tegas sambil memeluk pinggang Lia. Mereka menjauhi kerumunan para pria itu. Lia mendesah lega. Lebih baik dibentak Adam daripada hal buruk terjadi padanya.


Adam memanggil pelayan dan memesan sebuah ruangan. Mereka memasuki ruangan itu. Ada sofa besar dan meja. Ruangan ini cukup untuk enam sampai sepuluh orang. Setelah mengirim pesan 2 pria tampan masuk ke ruangan. Mereka tersenyum pada Adam dan memandang Lia penuh tanda tanya.


Lia melirik kedua pria tersebut. Tatapan kedua pria itu bisa menggetarkan hati Lia. Tatapan yang sangat tajam menguliti tubuh Lia. Mereka memandang Lia dari ujung rambut sampai ujung kaki. Gadis itu merasa tidak nyaman berada dalam situasi seperti ini.


"Cantik, kamu turun dari mana? ha..ha..." tawa keras kedua pria itu menakuti Lia. Gadis itu beringsut mendekati Adam dan menempelkan tubuhnya pada Adam.


"Sayang, Apa ada lem di tubuh Adam sampai kau menempel terlalu erat?"


"Pakai lem Apa Adam?" tanya seorang pria lainnya. Adam bergeming dan menatap tubuh Lia yang berada tanpa jarak dengannya.


"Apa kau tidak bisa minggir?" bentak Adam.


"Beby, sini duduk di pangkuanku. Aku bisa menghangatkanmu." Bulu kuduk Lia berdiri karena ucapan teman Adam. Mereka seperti predator. Hewan karnivora pemakan daging. Apa yang akan terjadi selanjutnya pastilah mangsanya akan dimakan tanpa sisa.


Lia melingkar tangannya di lengan Adam. Dia tidak peduli bentakan Adam atau cacian Adam. Bagi Lia Adam adalah tempat teraman


saat ini. Lebih baik dia bersama pria yang tidak tertarik padanya daripada dengan pria buas seperti teman Adam. Adam berusaha melepaskan tangan Lia. Kedua teman Adam tertawa cekikikan membuat Lia malu dan takut.


Pintu ruangan di buka. Ada tiga wanita sexy membawa nampan berisi gelas dan beberapa botol minuman. Wanita itu terlalu sexy. Baju Lia yang backless masih cukup panjang. Mereka memakai dress mini tanpa bra. Lia beberapa kali menelan salivanya hanya untuk membuat dirinya tetap sadar.


Para wanita itu tersenyum menggoda dan duduk di samping para pria selain wanita di samping Adam. Dia sedikit menjaga jarak karena melihat Lia memeluk lengan Adam.


Rayuan demi rayuan dilayangkan teman Adam pada wanita penghibur. Mereka melakukan hal yang membuat Lia jijik. Berciuman dengan tangan yang bergerak tak beraturan ke segala lekuk tubuh si wanita.Adam, Dia hanya menikmati minumannya. Menyesapnya dan menuangkan botolnya sendiri. Wanita cantik di sampingnya tak digubrisnya sama sekali. Wanita itu seperti patung yang tak dianggap.


Lia masih menempel di tubuh Adam. Mendengar desahan dan ******* di kanan dan kiri telinganya membuatnya merinding. Sesuatu dalam tubuhnya bereaksi.


"Bos!" Bisik Lia. Terdengar sangat sexy di telinga Adam. Adam memutar tubuhnya menghadap Lia dan memandang penuh tanya.


"A...ku... ingin ke kamar mandi."


Adam mengerjapkan mata dan memutarkan kepalanya menjauhi Lia.


"Antar aku." pinta Lia ragu.


"Apa kau anak kecil yang minta ditemani ke kamar mandi?"


"Bos tolong! Aku tidak tahan tidak lucu kalau aku ngompol." bisik Lia. Wanita di samping Adam melipat bibirnya menahan tawa.


Lia merasa jengah melihat dan mendengar kegiatan para teman Adam yang berada jauh dari jangkauan otaknya. Beberapa kali Lia bergerak tidak nyaman menahan panggilan alamnya. Adam menghela napas kasarnya dan berdiri.


Lia tersenyum senang dan berjalan mengekori Adam.


"Tunggu aku bos! Jangan di tinggal!" pesan Lia sebelum masuk ke toilet.


Setelah menuntaskan keinginannya. Lia berdiri mematung di depan cermin kamar mandi. Dia membuang napasnya beberapa kali saat menutup kedua matanya. Membayangkan betapa liarnya para teman Adam. Lia membayangkan bos Adam. Apa dia juga akan liar seperti temannya? Berusaha menyadarkan diri dari lamunannya, Lia segera berlari menuju pintu keluar. Adam berdiri tidak jauh dari toilet. Gadis itu menarik sudut bibirnya ke atas mendapati Adam tidak meninggalkannya.


Adam berjalan menjauhi Lia setelah tahu Lia keluar dari toilet. Lia berlari mengejar Adam agar tidak tertinggal jauh. Mereka masuk kedalam ruangan dan mendapati kondisi yang membuat jantung Lia serasa berhenti berdetak. Pemandangan di hadapannya membuat dia memilih memejamkan mata dan bersembunyi di belakang punggung Adam.


"Menyingkir!" bentak Adam.


Bentakan Adam bagi Lia bagaikan angin lalu. Dia sudah kebal dengan kemarahan Adam.


Terserah.


Jika Adam akan menghabiskan waktu semalaman untuk mengoceh Lia tidak peduli. Saat ini yang penting dia bisa melindungi matanya.


Adam membalikkan tubuhnya dan mencengkeram bahu Lia. Gadis itu masih setia menutup matanya.


"Apa kau belum pernah melihat yang seperti itu?" Lia bergeming dan masih menutup matanya. Dia tidak peduli dengan pertanyaan Adam.


"Bagaimana kalau kau juga ikut mencobanya?" bisik Adam di telinga Lia. Gadis itu terperanjat dan membuka kedua bola matanya. Adam akan mengumpankan Lia pada temannya pikir Lia.


Lia memeluk erat Adam menyandarkan kepalanya pada dada bidang Adam. Lia ketakutan jika harus menjadi korban keganasan teman Adam. Saat gadis itu memeluknya, Adam merasakan kehangatan menjalar di tubuhnya. Sepersekian detik dia terhipnotis merasakan sensasi dari pelukan Lia.


"Lia! Jangan melewati batas!!" bentak Adam.


Seluruh aktivitas di ruangan itu terhenti karena bentakkan Adam.


"Ayo pulang!" rengek Lia di dada bidang Adam.


Kedua pria teman Adam tertawa terkekeh melihat reaksi Adam dan sikap Lia.


"Lia sayang ayo kemari! Bergabunglah di sini. Aku akan memuaskanmu!" ucap teman Adam yang berambut keriting.


Lia semakin mempererat pelukannya pada Adam. Adam merasa sangat marah tapi tidak bisa melakukan apapun. Melepaskan pelukan Lia saja dia sangat kesulitan. Seperti ada lem yang menempel di tangan Lia. Karena usaha yang selalu gagal akhirnya Adam menyerah.


"Aku pulang dulu!" pamit Adam pada temannya yang disambut suara tertawa terbahak-bahak.


"Lepaskan tanganmu! Kita akan pulang!"


Lia mengurai pelukan di tubuh Adam tapi berganti memeluk lengan Adam. Mereka berjalan keluar dari Night Club menuju mobil.


"Jalan!" titah Adam pada sopirnya.


"Puas menghancurkan hariku." bentak Adam sambil mencengkeram dagu Lia.


"Bos!" uhuk...uhuk..." Lia terbatuk setelah Adam melepaskan cengkeramannya.


"Bos, aku akan resign."


"Resign? Setelah menghancurkan hidupku kau akan Resign. Dapat dari mana ide konyolmu?"


"Bos, apa kau pikir aku boneka? Lihat lenganku dan daguku! Apa yang bos lakukan itu kelewatan. Aku akan ke dokter dan melakukan visum. Aku akan menuntutmu."


Adam menarik rambut Lia sehingga membuat wajah gadis itu menengadah ke atas.


"Visum?"


Tatapan tajam mereka saling beradu.


"Apa kau bisa melakukan visum di sini."


Adam mendekatkan wajahnya di leher Lia. Mencium aroma tubuh Lia di ceruk lehernya dan mengecupnya beberapa kali.


Lia merasakan gelenyar aneh di seluruh tubuhnya. Dia merasa sangat merinding dan terasa seperti terbang. Adam melepaskan genggaman rambut Lia dan menekan tengkuk leher Lia. Selama beberapa menit mereka saling terbuai dengan kegiatan mereka.


Brukk.....


Mobil Adam yang berhenti di lampu merah tertabrak dari belakang. Adam berhenti dari aktivitasnya. Dengan nafas terengah-engah mereka mencoba menetralisir debaran jantung yang terpacu.


"Ada apa?" tanya Adam tenang.


"sepertinya mobil di belakang kehilangan kendali dan menabrak mobil kita, Pak!" ucap sopir yang sesekali melirik aktivitas Adam. Beruntung dia masih bisa menahan diri dan tidak menabrak mobil di depannya.


Lia terdiam dan memandang Adam penuh kemarahan. Begitu Adam lengah dia keluar dari mobil dan berlari menjauh. Adam mengacak rambutnya frustasi.


"Dia sangat merepotkan."


*****


**Tinggalkan Jejak!


Thank You**!