
"Tolong jelaskan semua ini." Kata Alex sambil terus menatap Kartika.
Raqfi yang memang sudah paham, langsung memberika kode pada Aris agar mereka berdua keluar dari ruangan rapat meninggalkan Kartika dan juga Alex.
"Kebohongan apa lagi yang kau sembunyikan padaku?" Tanya Alex sambil menggebrak meja dengan kedua tanganya, sambil menatap tajam pada Kartika. Alex tidak menyangkah jika wanita yang saat ini berada di hadapnnya sangay lihat dan pandai mempermainkan perannya dan juga banyak menyimpan rahasia.
"Katakan! Hal apa yang kau sembunyikan lagi Kartika!?" Teriak Alex. "Katakan!"
"Maafkan aku Alex." Ucap Kartika dengan penuh penyesalan. "Aku sungguh-sungguh minta maaf."
Brangggkkkkk, untuk ke dua kalinya Alex menggebrak meja membuat Kartika yang ada di hadapannya menjadi kaget.
"Aku melakukan ini semua karena ada alasannya Alex. Dan bukan kah sudah aku katakan tadi, apa pun yang terjadi aku harap kau bisa mengerti." Ucap Kartika.
Alex berdiri dari duduknya dengan wajah datar dan langsung keluar dari dalam ruang rapat.
"Alex." Teriak Kartika. "Alexander." Namun Alex tetap tidak menoleh sedikit pun, ia tetap jalan tanpa menghiraukan Kartika yang terus saja memanggil namanya.
Kartika menangis, akhrinya apa yang selama ini ia khawatirkan benar-benar terjadi. Dimana Alex pasti akan sangat marah jika tahu siapa Kartika sebenarnya.
••••
Saat pulang dari perusahaan KJ group, Alex langsung menjemput Mora dan juga Molki di sekolah dan membawa kedua anaknya pergi ke rumah Ayuning. Molki yang sepertinya sudah paham apa yang terjadi hanya diam saja duduk di kuris belakang. Sedangkan Mora terus saja bertanya, namun Alex tidak menjawab sama sekali.
"Mulai hari ini, kita akan tinggal di rumah oma." Kata Alex saat membuka pintu mobil untuk Mora dan Molki.
"Tapi daddy, bunda mana? Kenapa bunda tidak ikut dengan kita?"
"Molki bawa adikmu masuk ke dalam kamarnya." Ucap Alex yang tidak ingin menjawab pertanyaan dari Mora.
Saat Ayuning melihat kedua cucunya masuk ke dalam rumah, Ayuning langsung menyapa lalu keluar menemui Alex yang masih berdiri tepat di depan pintu, dengan terus menatap layar ponselnya.
"Ada apa? Apa yang terjari? Barusan Mora katakan, jika kalian akan menetap di sini?"
Kini Ayuning bisa menebak pasti ada pertengkaran antara Alex dan juga Kartika mengingat Kartika yang sama sekali tidak ikut bersama dengan Alex.
Malam harinya.
Kartika menunggu kehadiran Alex dan juga ke dua anaknya, bahkan hingga jam 10 malam mereka tak juga kunjung datang, hingga membuat Kartika yang masih berada di depan rumah menjadi khwatir.
"Nyonya, sudah malam. Lebih baik nyonya masuk dan istirahat."
"Tapi Bi. Mereka belum pulang, bagaimana aku bisa istirahat."
Kartika menghubungi Rafqi dan meminta tolong agar bisa mencari keberadaan Alex. Dan bari lima menit Kartika selesai memerintahkan Rafqi, kini Kartika sudah dapat bernafas dengan lega, karena Alex dan kedua anaknya ternyata berada di tempat yang aman.
"Kita sudah sama-sama dewasa. Jika ada masalah lebih baik kita bicarakan dengan baik-baik. Aku akui aku memang salah karena telah berbohong tentang siapa diriku padamu. Tapi asal kau tahu, aku tidak pernah bohong tentang perasaanku." Kartika mengirim pesan pada Alex, namun tak kunjung di baca. Hingga Kartika memutuskan untuk menghubungi Alex tapi nomer ponse Alex saat ini sedang tidak aktif.
"Baiklah, mungkin saja dia sedang beristirahat. Ayo Tika berfikir positiflah." Gumamnya.
•••••
"Jangan sembunyikan apa pun pada ibu. Karena ibu sudah tahu apa yang terjadi antara kau dan juga Kartika." Ucap Ayuning saat masuk ke dalam kamar Alex. Alex tak bergemin ia tetap saja duduk di balkon kamar sambil memandangi langit yang kebetulan malam hari ini sangat cerah.
"Kesalahan apa pun yang Kartika perbuat tolong maafkan dia. Kartika melakukan itu hanya karena ingin membuat hubungan kalian menjadi lebih baik. Dan terbutki sekarang jika hubungan kalian baik."
"Apa pun itu, aku tetap tidak suka kebohongan."
"Jangan karena emosi sesaat membuat mu harus rela kehilangan cinta pertamamu. Pikirkan baik-baik. Dan satu yang harus kau tahu, cinta Kartika tulus tidak ada kebohongan sama sekali." Setelah berkata demikian Ayuning langsung keluar dari ruangan Alex. Meninggalkan putranya agar bisa berfikir lebih jernih lagi.
Kartika wanita yang sangat baik yang memiliki hati yang sangat mulia. Memang awal yang salah, saat Kartika mendekati Alex dengan cara menjebak Alex dengan tidur bersama. Tapi bagi Ayuning itu adalah cara terbaik, mengingat Alex sangat keras kepala dan tidak akan mungkin menikah saat itu karena masih mencintai Sahara.
Dan juga saat pertama kali Kartika datang meminta pertanggung jawaban pada Ayuning, di situ Kartika sudah menjelaskan semuanya tentang siapa dirinya sebenarnya.