Alexander

Alexander
Bab 47



Kartika dapat bernafas dengan lega saat Alex keluar dari kamar. Setelah sekilan lama menikah dengan Alex, baru kali ini Alex berbica dan memperlakukan Kartika dengan hangat, dan Kartika pun dapat melihat dengan jelas tadi tatapan mata Alex melihatnya. Dulu, tatapan itu sangat tajam dan seakan ingin memangsanya, namun kali ini berbeda, Kartika melihat dengan jelas jika tatapan itu seperti tatapan seseorang yang sedang menatap penuh cinta dan penyesalan. Tatapan yang baru kali ini Kartika lihat dari sosok Alexander.


"Tidak! Tidak! Aku pasti sedang bermimpi." Gumam Kartika sambil keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur mencari keberadaan bi Ratih. Dan saat Kartika bertemu bi Ratih, Kartika langsung menyuruh bi Ratih agar mencubit pipinya dengan sangat keras. Sungguh bi Ratih yang mendapatkan perintah di buat heran, karena tingkah majikannya yang di luar nalar.


"Apa anda baik-baik saja nyonya?" Tanya Bi Ratih.


"Cepat bi. Ayo cobit pipiku sekencang mungkin." Bukanya menjawab, Kartika justru kembali memerintahkan bi Ratih. Dan terpaksa bi Ratih menuruti perintah Kartika. Dan saat Bi Ratih mencubit dengan sangat keras, Kartika langsung tertawa. Sungguh bi Ratih semakin keheranan melihat tingkah Kartika yang semakin tidak masuk akal. Biasanya orang-orang pasti akan teriak kesakitan apabila di cubit dengan sangat keras, tapi ini! Justru tertawa.


"Nyonya, apa anda baik-baik saja?" Tanya ulang Ratih. Namun bukannya menjawab Kartika justru memeluk tubuh bi Ratih.


"Dia sudah berubah bi. Dia sudah baik padaku."


Bi Ratih yang sudah paham betul maksud dari Kartika langsung mengusap pundak Kartika dengan lembut


"Alhamdulillah, semoga tuan selamanya bisa lembut kepada nyonya."


"Terima kasih sudah membantuku bi "


Bi Ratih tersenyum mendengar ucapan Kartika, karena selama ini Bi Ratih merasa tidak membantu Kartika, tapi malah sebaliknya Kartika lah yang telah membantu dirinya. Mulai dari tugas masak memasak hingga sampai tugas melayani Mora. Dulu Mora begitu sulit untuk di atur dan selalu membuat drama pagi jika ingin berangkat ke sekolah, namun semenjak kehadiran Kartika semua berubah menjadi lebih damai. Kehidupan kembali teratur dengan adanya Kartika. Walau Kartika tidak pernah di anggap sama sekali, tapi dirinya tetap sabar..


Di perusahaan, Alex tetap bekerja dan berhadap ada perusahaan di luar sana yang mau memberika bantuna pada perusahaannya agar bisa kembali berjalan dengan normal seperti sedia kalanya. Alex tidak ingin dirinya terlihat terpuruk di mata Kartika.


"Permisi tuan." Ucap Aris saat masuk ke dalam ruangan. Dan saat Aris sudah berada di dalam ruangan, Aris lalu menceritakan kepada Alex tentang semua proposal yang di tolak oleh beberapa perusahaan di luar sana. Mendengar penuturan Aris membuat Alex mengusap wajahnya secara kasar. Mungkin kah, ia akan memulai kehidupan rumah tangga yang baru dengan keadaan yang tidak memiliki apa-apa sama sekali.


"Sepertinya semua ini berhubungan dengan perusahaan KJ group. Perusaahan di luar sana tidak mau menerima sama sekali proposal kita. Jangan kan di terima di bacapun tidak" kata Aris.


Alex tetap diam tidak menjawab sama sekali.


"Dan juga tuan, saya sudah mengetahui siapa yang sering datang ke makam nyonya. Ternyata bukan tuan muda Molki, tapi nona Kartika."


Mendengar penuturan Aris membuat Alex semakin merasa bersalah. Selama ini wanita yang ia anggap sebagai parasit yang hanya menumpang hidup dan mengincar hartanya saja, ternyata adalah wanita yang begitu sangat mencintainya dan wanita yang begitu sangat sabar menunggunya, juga wanita yang begitu sangat tulus mencintai kedua anaknya..


"Kalau begitu saya permisi tuan." Pamit Aris.


Alex kembali mengusap wajahnya. Ia tidak tahu harus memulainya dari mana. Selama ini, ia begitu sangat kasar pada Kartika, selama ini ia tidak pernah memandang Kartika, selama ini ia di butakan oleh keegoisannya. Padahal Kartika sudah berkata jujur namun tetap Alex tidak percaya. Dan di sinilah sekarang, penyesalan kembali datang di belakang.