Alexander

Alexander
Bab 48



Molki mengirim pesan pada Alex agar hari ini tidak mejemput dirinya karena ada Kartika yang datang menjemput, dan Molki juga membertahukan agar Alex pulang ke rumah Ayuning untuk makan malam di sana.


Alex tersenyum tipis, rasa bahagia dan rasa penyesalan marasuki dirinya. Bahagia karena Kartika menyayangi kedua anaknya dan menyesal karena berlaku yang tidak adil pad Kartika.


•••••


"Bunda, ini rumah siapa?" Tanya Mora sambil menatap takjub pada bangunan yang menjulang tinggi dan dekorasi yang begitu mewah. Mora bahkan tidak mengedipkan matanya saat masuk ke dalam rumah tersebut. Rumah yang entah berapa kali lipatnya dari rumah Alex.


"Bunda ini rumah siapa?" Kini Molki yang kembali bertanya pada Kartika. Namun Kartika tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil menepuk tangan sekali lalu datanglah pelayan yang bernama Susi.


"Nyo..." Ucapan Susi terpotong kala Kartika memberikan kode kedipan mata, dan berkata.


"Susi, aku ke sini karena ingin membawa anak-anakku untuk melihat kamar-kamar mereka." Kata Kartika.


"Bunda apa ini rumah bunda?" Tanya Mora,


"Sayang ikutlah pada bi Susi. Lihat lah kamar mu. Jika kau suka katakan pada bunda, jika tidak katakan juga." Mora mengikuti langkah kaki Susi menuju kamar yang di katakan oleh Kartika. Sedangkan Molki kini dia berjalan mengelilingi seisi rumah. Dan ada satu foto yang memperlihatkan foto seorang gadis dengan seorang kakek.


"Bunda, ini rumah bunda kan? Jangan berbohong padaku." Kata Molki sambil berdiri tepat di depan foto itu.


"Aku tahu siapa di foto itu. Dulu ibuku pernah memperlihatkan foto itu, dan gadis di foto itu adalah bunda. Iya kan."


Kini Kartika tidak dapat berbohong lagi kepada Molki. Karena Molki sudah tahu, maka Kartika pun menceritakan yang sebenarnya. Jika memang dirinya bukanlah Kartika yang seperti Alex katakan. Molki yang mendengar hanya bisa tersenyum. Molki dari dulu sudah dapat menebak, jika Kartika bukan wanita biasa-biasa. Buktinya dia bisa membuat para ibu dari siswa yang merundung dirinya tunduk. Dan juga bisa membuat kepala sekolah tidak berkutik jika Kartika hadir di sekolah menjemput dirinya dan Mora.


"Tapi bun. Kenapa bunda datang dengan topeng yang berbeda, kenapa bunda datang dalam keadaan tanpa apa-apa?"


"Karena setiap lelaki pasti akan menerima wanita jika wanita itu memiliki segalanya. Kau tahu Molki, banyak laki-laki yang mengantri di luar sana. Namun, hati ini tidak dapat berpaling dari daddymu. Lucu bukan." Kartika tertawa menceritakan kisahnya yang bisa-bisanya jatuh cinta hanya pada satu pria saja. Dan lucunya pria itu sudah memiliki anak. "Ayo lihat kamar mu. Semoga kau suka."


"Apapun pilihan bunda pasti aku suka."


••••


Alex berjalan dengan sangat lesu masuk ke dalam rumah Ayuning. Tanpa banyak kata Alex langsung duduk di kursi sambil menyandarkan tubuhnya. Ayuning yang melihat Alex langsung mendekati sang anak.


"Ada apa? Apa kau punya masalah?" Tanya Ayuning, padahal sudah jelas Ayuning tahu semua apa yang terjadi dengan perusahaan Alex. Karena tanpa sepengetahuan Alex, Kartika sering berkunjung ke rumah Ayuning dan segala hal Kartika curahkan ke Ayuning karena Kartika sudah menganggap Ayuning sebagai ibu kandungnya.


"Tidak ada bu. Semua baik-baik saja." Bohong Alex yang tidak ingin membuat Ayuning kepikiran yang akan membuat kesehatannya terganggu.


"Ibu sudah tahu semuanya, jadi jangan menutupi apa-apa lagi dari ibu." Kata Ayuning membuat Alex langsung duduk tegap dan melihat ke arah ibunya.


"Ibu.." Kata Alex.


"Mulai lah semuanya dari awal. Jika tidak bisa di pertahankan lepaskan saja. Mana yang lebih penting perusahaan atau keluargamu."