Alexander

Alexander
Bab 16



"Sah.." ucap semua orang serentak.


Kini Alex dan Kartika telah sah menjadi sepasang suami istri di mata hukum dan juga agama.


Mora dengan perasaan senang langsung memeluk tubuh Kartika dengan erat, namun sesaat pelukan itu perlahan lepas kala Alex menatap tajam pada Mora.


Sedangkan Molki. Ia hanya tersenyum melihat Kartika. Kini Molki bisa sedikit lega, karena kini akan ada Kartika yang akan menjadi pendamping daddynya.


Begitu pun dengan Ayuning, ia akhirnya bisa bernagas dengan lega karena sang anak tidak lagi hidup menyendiri. Dan terlebih lagi, Ayuning merasa bahagia karena ternyata Kartika adalah wanita yang sempat menjadi cinta pertama putranya.


"Kondisikan matamu. Jangan buat anakku takut dengan tatapan mu itu." Bisik Kartika. Sambil menyembunyikam Mora di belakang tubuhnya.


Alex langsung menatap tajam pada Kartika. Wanita macam apa yang ada di hadapannya saat ini. Sungguh wanita yang tidak tahu malu. Dengan gampangnya ia berkata jika Mora adalah anaknya. Padahal jelas sekali Mora adalah anak kandungnya dan juga Sahara.


"Jaga ucapanmu. Dan ingat dia anakku bukan anakmu." Ucap Alex dengan dingin.


Mereka berdua saling bertatapan. Tidak ada yang ingin mengalah sehingga membuat Ayuning tersenyum melihat putra dan juga menantunya yang terlihat sangat serasi.


"Beruntung sekali daddy mu mendapatkan Kartika." Ucap Ayuning kepada Molki.


"Iya oma."


Keduanya tetap saling tatap, hingga membuat Mora tersenyum.


"Sepertinya daddy sudah jatuh cinta pada tante Kartika." Ucap Mora dengan polosnya dan langsung menutup mulutnya


"Uppss. Keceplosan." Timpal Mora kembali.


"Kau jatuh cinta padaku? Hahahha." Tanya Kartika sambil tertawa ringan.


"Cinta? Tidak!" Bantah Alex dengan dingin dan tegas


"Kau tahu, orang bilang jika anak kecil tidak akan pernah berkata bohong. Dan aku yakin Mora berkata jujur. Buktinya kau menatapku dengan tatapan penuh cinta." Ucap Kartika ingin menggoda Alex.


Kartika langsung menoel pinggang Alex.


"Jika kau cinta katakan saja. Jangan sok jual mahal." Kartika mengedipkan satu matanya membuat Alex menggelengkan kepalanya dan pergi menjauh dari Kartika.


Karena bagi Alex, jika terus berada di dekat Kartika yang ada Alex akan hanya dibuat pusing tujuh keliling.


"Tante hebat.." ucap Mora sambil bertepuk tangan. Karena bagi Mora belum ada yang bisa membuat Alex seperti itu. Seakan salah tingkah di hadapan Kartika.


"Kau lihat kan, daddy mu itu sangat pemalu. Dia hanya sok sok tegas tapi nyatanya tidak."


"Hahahahh. Tante benar."


"Daddymu pria dingin berhati hello kitty." Kata Kartika dan membuat Mora tertawa terbahak-bahak mendegar ucapan Kartika.


Alex dari kejauhan dapat melihat sang putri yang tertawa dengan sangat bahagia.


"Dia bahanya untukku dan juga putriku."Gumam Alex


•••••


Malam harinya. Kini Alex sudah berada di dalam kamar pribadinya. Alex menikmati kopi hitam miliknya sambil menatap layar ponselnya memeriksa pekerjaan. Hingga beberapa saat kemudian Kartika masuk ke dalam kamar. Alex melirik sebentar lalu kemudian kembali menatap layar ponselnya.


"Sudah malam. Istirahatlah" Kata Kartika namun Alex tidak menggubris ucapan Kartika.


"Jaga kesehatanmu. Ingat ada Molki dan Mora yang masih butuh kasih sayang darimu."


Alex lalu berdiri dan mengambil selembaran amplop cokelat yang sudah di siapkan oleh asistenya.


"Tanda tangani berkas itu." Ucap Alex saat melempar berkas di hadapan Kartika.


"Apa ini?" tanya Kartika sambil membuka amplop tersebut. Dan seketika Kartika tersenyum saat membaca isi dari selembaran itu.