
Di mall
Juli terperanga saat melihat seorang pria yang saat ini sedang menunduk di hadapan Kartika, memberi hormat, dan juga memberikan Kartika sebuah kartu yang berwana hitam yang jumlahnya tanpa limit. Sungguh Juli merasa takjub, karena ternyata Alex sekaya itu.
"Wao." Ucap Juli saat pria yang berjas hitam itu telah pergi.
"Luar biasa pria dingin itu. Ternyata dia punya segalanya. Enak yah, kami jadi istri seorang yang kaya raya."
Kartika hanya senyum tak menanggapi ucapan Juli.
"Ayo. Kau mau beli sesuatu. Silahkan ambil saja sesuka hatimu." Kata Kartika.
"Kamu serius Tik. Yakin Alex ngak akan marah?" Tanya Juli yang takut, jika rumah tangga yang tanpa cinta itu retak karena Kartika ingin menghamburkan uang.
"Kau tenang saja. Alex tidak akan marah.." Kartika lalu manarik tangan Juli, dan memperlihatkan Juli baju yang di pakai oleh patung.
"Sangat cocok untukmu." Ucap Kartika lalu meminta para spg untuk mengambil barang yang Kartika tunjuk.
Dan bukan hanya satu, tapi banyak tumpukan pakaian beberapa tas dan juga ada beberapa sepasang sepatu.
"Kartika, kau yakin akan membayar semua ini?" Tanya Juli saat melihat barcode harga yang tertera di masing-masing barang.
"Semuanya aku bayar." Jawab Kartika, lalu kasir menghitung semua jumlahnya.
Dan saat nomial di sebut oleh kasir, Juli langsung berkata.
"Stop, semua barang aku kembalikan. Teman ku tadi hanya bercanda saja. Kami tidak jadi membeli semua barang itu."
Lalu Juli menarik tangan Kartika membawa jauh dari arah kasir.
"Tik. Ngak masuk akal, aku ngak mau yah, gara-gara hari ini kamu mendapatkan amarah dari Alex. Jangan sampe rumah tangga kamu yang sudah retak, malah semakin retak dan hancur." Bisik Juli, agar para penjaga di toko tidak mendengar ucapannya.
"Jajan sih jajan. Tapi ini bukan jajan lagi Tik. Ini mah biaya hidup aku selama tiga tahun lebih."
"Udah ngak usah di pikirin." Kata Kartika.
"Aku bayar semuanya mbak." Ujar Kartika lalu menyerahkan black card miliknya ke hadapan kasir.
Lalu tak lupa Kartika membawa Juli ke salah toko perhiasan dan membelikan Juli satu gelang yang harganya membuat Juli seperti sesak nafas..
•••••
"Tuan saat ini nyonya. Hm maksud saya, nona Kartika sedang berada di salah satu mall." Kata Aris saat masuk ke dalam ruangan Alex.
"Mall? Belanja?" Tanya Alex.
"Iya tuan." Jawab Aris, sambil memberikan foto kepada Alex.
"Nona Kartika pergi bersama sahabatnya. Dan mereka membeli barang yang sangat banyak."
"Sudah cek mutasi rekening? Dan kartu?" Tanya Alex.
"Tidak tuan. Karena tuan tidak pernah memberikan..." ucapan Aris terpotong kala Alex memberikan kode agar keluar dari dalam ruangannya.
Mengecek? Tentu Aris tidak melakukan hal tersebut. Karena selama Kartika menjadi istri dari tuannya, Alex sama sekali tidak memberikan fasilitas itu.
Alex terus memikirkan selama pernikahan yang ia jalani dengan Kartika. Alex mengingat bahwa, tidak sekali pun Kartika meminta uang padanya. Dan bahkan uang tawaran Alex pun di tolak mentah-mentah oleh Kartika. Dan, dari mana rupanya uang yang Kartika habiskan dalam waktu tidak cukup sejam tapi dengan nominal yang luar biasa.
Dan kali ini Alex berpikir lebih keras tentang siapa sebenarnya Kartika.