Alexander

Alexander
Bab 35



"Nomer ponsel daddy tidak aktif. Jadi bagaimana ini?" tanya Mora yang kini sudah berada di kursi meja makan.


Mereka semua sudah berkumpul untuk melakukan makan malam sama seperti biasanya, namun, kali ini tidak seperti biasa, Alex belum pulang dan juga nomer ponselnya tidak aktif. Padahal biasanya Alex selalu saja yang dulu duduk menunggu anak-anaknya untuk makan malam bersama.


Kartika melirik jam yang sudah menunjuk pukul delapan malam.


"Molki, Mora kalian makanlah lebih dulu." Ucap Kartika sambil menyendokkan nasi ke piring Mora.


"Tapi daddy belum datang, bunda." Kata Mora.


"Sayang, mungkin saja daddy ada pekerjaan lain yang harus di kerjakan. Jadi makanlah lebih dulu, biar bunda yang menunggu daddy." Kata Kartika, dan Mora pun langsung melahap makanannya karena memang sudah sangat lapar. Apalagi menu makanan kali ini begitu sangat menggiurkan.


Pukul sepuluh malam.


Kartika keluar dari dalam kamar Mora, karena Mora sudah tertidur dengan sangat pulasnya. Lalu, Kartika berjalan masuk ke dalam kamar Molki, dan melihat dengan jelas jika saat ini Molki sudah tertidur di bawa selimut. Kartika tersenyum karena kedua anak sambungnya begitu disiplin dan mengikuti semua perkataannya. Setidaknya walaupun Alex kasar, dan membuat Kartika tertekan, tapi ada Molki dan Mora yang membuatnya bisa sedikit bertahan.


Kartika saat ini berada di ruang tamu, sambil melirik jam.


"Sudah dini hari, tapi kenapa Alex belum pulang?" gumam Kartika.


"Apa terjadi sesuatu? karena tidak seperti biasanya." Lalu saat Kartika hendak menaiki anak tangga menuju kamarnya, pintu utama langsung terbuka dengan sangat lebar dan juga keras.


Kartika yang berada di atas tangga langsung menoleh ke arah pintu, dan dapat melihat dengan sangat jelas jika saat ini Alex berada di depan pintu dengan tatapan tajam yang tertuju pada dirinya.


"Alex." Gumam Kartika saat melihat Alex yang berjalan mendekati dirinya dengan tatapan tajam yang seakan siap untuk memangsa dirinya.


"Alex.."


Plaakkkkkkk....


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Kartika.


Kartika kaget, dan langsung mengusap pipinya yang terasa sangat panas dan perih karena tamparan keras dari Alex.


"Alex.." Tegur Kartika.


"Alex hentikan." Teriak Kartika,


Namun bukannya menghentikan, Alex justru menghempaskan Kartika, sehingga membuat Kartika terjatuh di atas lantai marmer.


"Apa salah ku?" Tanya Kartika.


"Kau wanita ular. Aku tahu, kau datang kerumahku karena niatmu ingin mengusai semua hartaku kan?" bentak Alex.


"Alex." Kartika berdiri, dan menatap Alex dengan tajam.


"Aku tidak butuh hartamu." Ucap Kartika dengan lantang.


"Katakan! Cepat katakan siapa pria di luar sana yang kau goda, sehingga memberikan mu uang untuk berfoya foya."


"Kau sa...." Belum sempat Kartika berbicara, Alex langsung kembali menampar pipi mulus Kartika, dan kali ini, sudut bibir Kartika mengeluarkan darah segar.


Molki yang tadi bangun karena merasa haus, langsung berlari dan memeluk tubuh Kartika.


"Bunda." Teriak Molki.


"Bunda kau baik-baik saja?" Tanya Molki yang takut melihat darah segar mengalir di sudut bibir Kartika.


"Molki." Teriak Alex sambil menarik lengan Molki.


"Daddy...." Teriak Molki.


"Masuk ke dalam kamar mu."


"Daddy, jangan lukai bunda. Jangan sakiti bunda. Bunda tidak salah apapun." Kata Molki.


"Molki." Alex berusaha melepaskan Molki dari Kartika namun sangat sulit, karena Molki memeluk erat tubuh Kartika.


"Kau sudah mencuci otak anakku. Kau wanita ular. Kau wanita jahat."