Alexander

Alexander
Bab 41



Juli tidak habis pikir dengan Alex, apa kekurangan Kartika sampai Alex tidak pernah melihat sedikitpun ketulusan pada diri Kartika.


"Terus bagaimana jika Alex tahu tentang kamu?"


"Aku rasa siapapun aku Alex tidak akan perduli. Toh dia sudah di butakan oleh cinta. Lagian di hati Alex sudah ada nama Sahara, dan aku? Aku hanya bisa menjadi penonton untuk kisah cinta Alex."


"Tapi tidak bisa begitu. Dari awal yang di cintai Alex itu kamu, bukan Sahara. Jadi Alex harus tahu semuanya."


"Percuma Jul. Percuma! Alex tidak akan percaya dengan semuanya."


"Surat! Yah, dimana surat pemberian dari Sahara. Aku rasa itu bisa membuat Alex sadar tentang siapa kamu sebenarnya."


"Suratnya, aku lupa simpan di mana."


Juli marah dan memukul pundak Kartika. Karena satu-satunya bukti telah di hilangkan dengam gampangnya. Bagaimana seseorang bisa percaya tanpa bukti? Juli saja, jika ada di posisi alex pasti tidak akan percaya dengan omongan Kartika.


•••••


Ponsel Roy bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Dan dengan cepat Roy membaca isi pesan. Betapa senangnya Roy saat melihat siapa yang mengirim dirinya pesan.


"Masuklah, aku tunggu di ruangan." Dari Asisten Kartika yang bernama Rafqi.


"Tuan, ada pesan dari tuan Rafqi, dia menunggu kita di ruang kerjanya."


Bagai di beri kabar segar, Alex dan Roy langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam perusahaan. Dan kali ini mereka tidak di hentikan lagi oleh security karena sudah mendaptkan perintah dari atasannya langsung.


Rafqi hanya tersenyum tipis, dan memberikan isyarat agar mereka duduk di kursi.


"Ada perlu apa?" Tanya Rafqi lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Alex dan juga Roy. Padahal jelas sekali Rafqi sudah tahu tujuan mereka.


Dan tanpa basa-basi Alex langsung menjelaskan semuanya, dan meminta agar perusahaan KJ group mau menanamkan saham kembali ke perusahaan mereka. Tapi, Rafqi masih diam mendengar penjelasan Alex, karna mau sepanjang apapun penjelasannya, tetap keputusan utama jatuh pada pemilik perusahaan yaitu Kartika. Dan tugas Rafqi hanya mengikuti arahan yang diberikan dari atasannya.


"Maaf, tapi pemimpin sudah bulat dengan keputusannya." Kata Rafqi setelah Alex bicara panjang lebar di hadapannya.


"Tapi tuan Rafqi, anda bisa lihat proposan baru kami tentang produk yang akan kami luncurkan, dan saya rasa tidak ada ruginya anda untuk menanam saham di tempat kami." Ucap Roy sambil memberikan Rafqi proposal.


Rafqi membuka selembar demi selembar, lalu meletakkan kembali di atas meja.


"Keputusan sudah bulat, saya tidak bisa berkata lagi." Ucap Rafqi berdiri dari duduknya, menandakan untuk pertemuan segera berkahir.


Alex lalu berdiri dan berkata.


"Tolong berikan nomer ponsel pemilik Perusahaan ini, dan berikan alamatnya."


"Silahkan anda keluar. Saya sedang sibuk." Kata Rifqi sambil membuka pintu ruangannya mempersilahkan Alex dan juga Roy untuk keluar.


Dengan perasaan yang tidak menentu Alex keluar dari ruangan Rafqi, tapi dia tetap pada pendiriannya bertemu langsung dengan pemilik perusahaan dan ingin berusaha agar kembali menjadi investor terbesar di perusahaan miliknya. Dan waktu Alex tidak sedikit, ia harus bisa sebelum semua pemilik saham yang lain menarik semua saham mereka.


Alex membuka layar ponselnya dan mecaritahu tentang identitas dan juga alamat tempat tinggal pemilik perusahaan KJ group, namun tidak ada satupun, yang ada hanya tampilan gambar bunga di layar branda. Dari situ Alex sedikit tahu, pasti pemiliknya adalah seorang wanita.