Alexander

Alexander
Bab 52



Satu bulan kemudian.


Hubungan Kartika dan Alex samakin erat. Alex menunjukkan sikap tanggung jawabnya pada Kartika. Tetap memberikan nafkah walau tidak sebayak apa yang Alex berikan pada Sahara dulu. Karena mengingat saat ini kondisi perusahaan belum bisa jalan dengan sepenuhnya. Dan selama satu bulan ini, Alex benar-benar menunjukkan sifat hangatnya pada Kartika. Dulu, Alex selalu saja dingin dan kasar, bahkan sampai menampar Kartika. Tapi kini, Alex terus memberikan perhatian dan cintanya pada Kartika. Sehingga membuat Kartika merasa bersalah.


Bersalah karena perbuatannya pada Alex, sampai harus kehilangan kehidupannya yang dulu.


"Semoga berhasil." Ucap Kartika setelah memasangkan dasi pada Alex.


"Terima kasih." Ucap Alex sambil mengecup kening Kartika.. "Doakan semoga semua bisa berjalan dengan lancar. Aku janji, akan membawamu pergi dari sini, aku akan membangunkan mu rumah yang sangat besar dan megah." Kata Alex sambil memeluk tubuh Kartika. "Dan terima kasih, karena kau selalu ada di sampingku."


"Ayo kita sarapan, Molki dan Mora pasti sudah menunggu kita." Kata Kartika sambil melepaskan pelukannya.


•••••


Kini Aris dan juga Alex telah berada di perusahaan KJ group menunggu asisten dan juga pemilik perusahaan. Saat Alex membuka beberapa lembar proposalnya membaca ulang berkas yang ia bawah, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Saat melihat nama yang tertera di sana, Alex langsung menjawab panggilan tersebut.


"Ada apa? Kau baik-baik saja?" Tanya Alex karna Kartika hanya diam. "Katakan ada apa?" Ulang Alex sambil melihat ke arah pintu, dan untung saja Rafqi belum datang, jadi Alex masih bisa menjawab panggilan Kartika.


"Alex. Maafkan aku." Kata Kartika.


"Maaf? Untuk apa?"


"Apa pun yang terjadi hari ini, aku harap kau bisa mengerti." Setelah berkata demikian Kartika langsung memutuskan sambungannya. Alex masih bingung kenapa tiba-tiba Kartika berkata demikian, namun pikiran Alex tentang Kartika seketika buyar saat Rafqi langsung masuk ke dalam ruangan yang dimana Alex dan Aris sudah menunggu dari tadi.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu." Kata Rafqi dan langsung duduk di kursi yang kini berhadapan dengan Alex dan Aris. Alex yang penasaran dengan wajah sang pemilik perusahaan terus menoleh ke arah pintu.


"Sebentar lagi pemilik perusahaan akan datang." Kata Rafqi yang seakan tahu apa yang sedang Alex pikirkan.


Beberapa saat kemudian.


Suara heels sepatu terdengar jelas saat bersentuhan dengan lantai perusahaan. Dan semua mata memandang pada sosok wanita yang baru saja masuk. Dan dari informasi yang Rafqi berikan jika pemilik perusahaan akan datang dengan baju kemeja hitam dan di padupadankan dengan rok hijau tua, membuat karyawan-karyawati tersadar, dan langsung membungkukkan kepala mereka. Kini untuk pertama kalinya, pemilik perusahaan datang menginjakkan kaki di perusahaan.


Semua mata tertuju pada heels yang Kartika gunakan. Para pekerja wanita begitu kagum akan senyum yang Kartika berikan. Saat Karyawan-karyawati menunduk, Kartika pun ikut menundukkan kepalanya.


"Tuan Rafqi sudah menunggu anda Bu" kata salah satu staf yang sangat di percaya oleh Rafqi.


"Baiklah."


Dengan hati yang berdebar sangat cepat, Kartika berjalan ke ruang rapat. Dimana di sana ada sang suami yang bahkan hingga saat ini tidak tahu siapa dirinya.


Saat staf membuka pintu, Kartika masuk dan betapa kagetnya Alex saat melihat sang istri yang sudah berada di depan matanya.


"Kartika, apa yang kau lakukan...." Ucapan Alex terhenti kala Aris menyenggol tangannya. Alex yang menoleh langsung melihat Rafqi yang sudah menunduk sambil berkata.


"Selamat datang di perusahaan Bu Kartika."


Kartika tersenyum sambil berjalan menuju Rafqi.


"Kartika." Ucap Alex.


"Kartika Wijaya." Ucap Kartika sambil mengulurkan tangannya.


"Ibu Kartika pemilik perusahaan KJ group." Timpal Rafqi membuat Aris dan juga Alex kaget setengah mati.


Ternyata orang yang selama ini ia cari-cari selalu saja berada di sisinya. Dan orang yang telah menarik semua investasi di perusahaanya adalah Kartika.


"Tolong jelaskan semua ini." Kata Alex sambil terus menatap Kartika.