Alexander

Alexander
Bab 49



Satu bulan berlalu. Dan di saat ini Alex benar-benar jatuh ke titik dasar paling rendah. Perusahaan yang ia bangun dan ia jaga selama ini harus rela ia lepaskan, karena sudah tidak sanggup lagi untuk memberikan gaji pada pegawai yan bekerja di perusahaan miliknya. Belum lagi, rumah yang ia tempati kini sudah di ambil alih oleh bank, dan juga rekening tabung milik Alex hanya menyisahkan beberapa jumlah uang saja. Kehidupan mewah yang selama ini di rasakan oleh Alex kini terbalik sudah, harta benda yang ia miliki telah di sita oleh Bank. Dan hanya ada Molki, Mora dan juga Kartika yang kini berada di sisinya.


Mora menangis dengan sangat histeris karena tidak ingin pergi dari rumah di mana tempat ia tumbuh besar. Mora tidak ingin meninggalkan rumah yang memiliki banyak kenangan indah di dalam sana.


"Daddy, Mora ingin tinggal, pokoknya Mora mau tetap di rumah ini." Kata Mora di sela tangisnya. Alex berjongkok di hadapan Mora, sambil mengusap air mata di pipi mulus Mora.


"Maafkan daddy sayang. Daddy janji, suatu saat kita pasti akan kembali ke rumah ini lagi." Janji Alex lalu memeluk tubuh Mora dan mengusap pundak belakang Mora dengan lembut. Sungguh penampilan yang sangat memiluhkan.


Kartika menitihkan air matanya, melihat Alex yang kini nampak begiti bersedih karena tidak bisa mempertahankan miliknya.


"Maafkan aku Alex, maaf. Karena aku kau harus kehilangan segala yang kau miliki. Maaf Alex, hal ini aku lakukan agar bisa memberi sedikit pelajaran padamu. Tapi aku janji, suatu saat aku akan mengembalikan semuanya padamu. Aku janji itu Alex." Batin Kartika sambil menyeka air matanya. Molki yang melihat hanya diam saja, dan berjalan masuk ke dalam mobil.


••••


"Rumah siapa ini?" Tanya Mora saat mobil yang di kendarai oleh Alex berhenti di rumah yang sederhana.


Alex turun dari mobil dan membuka jok belakang, menurunkan satu persatu barang.


"Apa ini rumah kita?" Tanya Mora kembali.


"Sayang. Untuk sementara kita akan tinggal di tempat ini., Sampai daddy mendapatkan kerja kembali." Kata Kartika memberi pengertian pada Mora. Mora yang awalnya cemberut kini bisa kembali tersenyum, saat Kartima terus mengajak Mora bercerita. Sedangkan Alex dan Molki sibuk membawa masuk barang-barang mereka, tak lupa bi Ratih pun juga ikut dengan mereka, membatu Alex dan juga Molki.


Hubungan Alex dan Kartika pun, belum berjalan mulus. Alex masih merasa canggung terhadap Kartika. Lebih tepatnya masih merasa bersalah dan juga malu, harus melakukan apa di hadapan Kartika. Kartika yang jarang mendapatkan perlakuan baik oleh Alex, juga merasa salah tingkah saat Alex mencoba untuk memulai percakapan. Seperti malam ini, Kartika yang sudah mulai mengantuk kini berbaring di atas tempat tidur. Tempat yang lebih kecil dari tempat tidurnya di rumah dahulu.


"Tidurlah, aku belum mengantuk." Kata Alex sambil berjalan menuju jendela. Alex yang merasa gerah karena tidak ada ac memutuskan untuk membuka baju kaos miliknya.


Kartika menelan salivanya secara kasar melihat tubuh Alex yang berotot, dengan keringat yang mengalir di sekujur tubuhnya.


"Besok aku akan ke sekolah anak-anak, aku memutuskan untuk memindahkan Molki dan Mora ke sekolah yang biayanya lebih murah." Kata Alex, namun Kartika tidak menjawab, membuat Alex menoleh ke arah Kartika.


Alex tersenyum melihat Kartika yang terus menatapnnya.


"Apa kau ingin menyentuhnya?" Tanya Alex sambil berjalan mendekat ke arah Kartika.


Kartika yang seperti terhipnotis langsung menganggukkan kepalanya. Alex tersenyum tipis, lalu meletakkan tangan Kartika di dada bidang miliknya.


"Apa aku boleh tidur di sampingmu?" Tanya Alex, dan lagi-lagi Kartika menganggukkan kepalanya. Alex langsung berbaring di samping Kartika.


"Tidurlah, aku akan menjagamu."