Alexander

Alexander
Bab 29



Duaarrrr....


Bunyi suara pintu yang di dorong keras oleh Alex membuat Kartika yang berada di dalam sana spontak kaget dan menoleh ke arah pintu.


"Kau apakah anakku?" tanya Alex sambil mencengkram kedua pipi Kartika, dan mendorong tubuh Kartika hingga bersandar di dinding.


"Alex sakit." Kata Kartika dengan suara yang tertahan karena sulit untuk berbicara.


Alex menatap tajam pada Kartika.


"Katakan! Kau ingin membunuh anakku?"


"Ti-tidak" Jawab Kartika sambil menggelengkan kepalanya.


"Dad.." Panggil Mora yang baru saja membuka matanya.


Spontan Alex melepas cengkramannya dan mendorong tubuh Kartika ke samping hingga membuat Kartika terjatuh.


"Sayang. Kau baik-baik saja? Mana yang sakit?" Tanya Alex sambil memegang tangan Mora, dan sesekali mencium kening Mora.


"Auhh," Ringis Kartika menahan rasa sakit, namun tak ada yang memperdulikannya.


"Dad. Tante Kartika tidak salah." Ucap Mora.


"Dia salah! Karena sudah membuat mu makan coklat itu."


"Tapi dad."


"Mora!" Bentak Alex.


"Mora sedang sakit. Setidaknya jangan membentaknya. Jika kau marah padaku, lampiaskan padaku, jangan pada Mora." Kata Kartika sambil mendorong Alex agar menjauh dari Mora.


"Kau!" Alex menarik lengan Kartika dengan kasar, dan membuka pintu kamar, lalu mendorong tubuh Kartika keluar dari dalam kamar inap Mora.


" Jangan pernah dekat dengan Mora lagi. Jika berani, maka kau akan."


"Akan apa? Kau hanya bisa mengancamku saja. Tapi...." Belum sempat Kartika menyelesaikan ucapannya, Alex sudah menutup pintu dengan sangat keras.


"Dasar pria dingin. Dia kira rumah sakit ini miliknya, enak saja menutup pintu dengan sanhat keras. Bagaimana kalau ada orang jantungan yang kebetulan lewat?" Kesal Kartika.


"Dan kau juga! Kenapa kau mau tahu siapa aku, ha?" Tanya Kartika pada Aris yang sejak tadi diam bagai patung di depan pintu.


Sehari berlalu. Kini Mora sudah bisa kembali ke rumah. Dan Alex yang tidak ingin melihat Mora dan kartika begitu dekat, memilih agar hari ini ia tidak pergi bekerja.


"Aku sudah menyiapkan bekal mu." Kata Kartika saat di meja makan.


Alex hanya diam saja. Bagaikan patung.


"Molki, hari ini tante tidak membuatkan mu bekal karena ada acara makan bersama yang di adakan di sekolahmu."


"Ya tante." Jawab Molki.


"Dan untukmu sayang, hari ini belum bisa ke sekolah." Kata Kartika sambil mendekat ke arah Mora.


"Jangan dekat dengan Mora."


"Dad." Panggil Mora.


"Mora diam! Dan jangan ikut campur."


Kartika meletakkan jari telunjuknya di depan bibir agar memberikan kode pada Mora agar diam.


"Sudah Mora katakan, tante Kartika tidak salah" ucap Mora dengan kesal lalu pergi dari ruang makan.


Begitupun dengan Molki, ia juga pergi tanpa pamit pada Alex.


"Tante aku ke sekolah dulu."


"Jangan terlalu keras di hadapan anak-anakmu" Kata Kartika sambil berjalan dengan cepat mengikuti Molki yang kini sudah berjalan duluan menuju mobil.


Alex langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Aris menanyakan kabar tentan perkembangan identitas Kartika. Namun sampai sekarang Aris pun belum mendapatkan titik teras.


"Kau ingin tahu siapa aku?" tanya Kartika yang tanpa sengaja mendengar percakapan Alex dengan Aris.


Kartika duduk di kursi.


"Tanyakan saja padaku, apa yang ingin kau tahu. Maka aku akan menjawab semuanya dengan jujur." Kata Kartika sambil menyilang kedua kakinya.


Alex menaikkan satu alisnya, menatap Kartika yang kini sedang duduk di sampingnya.