Alexander

Alexander
Bab 50



"Tidurlah, aku akan menjagamu."


Setelah Alex memastikan jika Kartika tertidur pulas di dalam pelukannya, Alex langsung mengecup kening Kartika dan menatap wajah Kartika yang saat ini sudah memejamkan matanya. Alex mengusap pipi mulus Kartika dengan lembut.


"Maaf, membuat mu terlalu lama menungguku. Dan terima kasih sudah sabar menungguku. Maaf karena aku sadar dengan keadaan yang terpuruk. Maaf belum bisa membuat mu bahagia." Kata Alex dengan lembutnya. Lalu memeluk tubuh Kartika. Kartika yang awalnya hanya berpura-pura menutup mata, dapat mendengar semua ucapan yang di katakan oleh Alex.


"Maafkan aku Alex, aku lah penyebab semua ini." Batin Kartika.


•••••


Pagi harinya, Mora dan juga Molki sudah rapih dengan pakaian seragam sekolah mereka. Saat di meja makan, Alex menatap sedih pada kedua anaknya. Karena harus mengatakan hal, yang akan mungkin menyinggung perasaan anaknya.


"Hari ini mungkin hari kalian bersekolah di sana. Daddy akan mengurus kepindahan kalian."


"Daddy.." Kata Mora yang tidak terima. Di sana Mora sudah memiliki teman dan tidak akan mungkin Mora pindah. Mora tidak ingin menjadi siswi baru. Dan juga cukup rumah yang mereka tinggalkan untuk sekolah Mora tidak bisa bertoleransi.


"Tapi sayang, ini sudah menjadi keputusan yang tepat.


"Tidak! Pokoknya Mora tetap ingin sekolah di sana. Atau tidak sama sekali." Kata Mora dengan nada yang meninggi,. Sungguh Mora sangat kecewa dengan Alex yang memutuskan tanpa bertanya lebih dahulu pada dirinya. Padahal yang bersekolah adalah Mora bukan dirinya.


"Sayang.."


Mora langsung berdiri dari duduknya dan menuju tempat Kartika.


"Bunda, Mora tidak ingin pindah. Mora sudah nyaman di sana." Kata Mora sambil memeluk tubuh Kartika. Kartika mengusap pundak belakang Mora.


"Iya, bunda akan tetap membuat mu bersekolah di sana. Jadi tidak usah menangis."


"Janji?" Kata Mora sambil menaikkan jari kelingkingnya. Kartika menganggukkan kepalanya, lalu menautkan jari kelingkinnya dengan jari Mora. Dan Alex hanya bisa diam saja.


•••


Saat Alex, Molki dan juga Mora telah pergi Kartika langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Rafqi. Banyak hal yang Kartika bicarakan pada Rafqi tentang urusan perusahaan.


"Kartika...." Teriam Juli saat masuk ke dalam rumah. Kartika yang saat ini sedang menelpon langsung di buat kaget dengan kehadiran Juli.


"Juli." Sapa Kartika. Juli langsung memeluk tubuh Kartika dan menangis sesegukan di dalam pelukannya. Banyak pertanyaan yang Juli lontarkan untuk Kartika. Kenapa Kartika harus rela hidup menderita, kenapa Kartika tidak membawa Mora dan Molki saja. Kenapa harus hidup dengan topeng yang ia pakai saat ini. Dan apa yang akan terjadi jika Alex tahu kebenaran yang sebenarnya. Dan masih banyak sekali pertanyaan yang terus di tanyakan oleh Juli, sehingga membuat Kartika hanya bisa tersenyum melihat kekhawatiran sahabatnya. Dan benar saja apa kata Juli, apa yang akan terjadi jika Alex tahu semuanya. Apakah pernikahan yang di dasari dengan kebohongan akan bertahan lama. Mengingat Kartika sudah berbohong tentang latar belakang dirinya. Dan juga dirinya yang menjadi penyebab kebangkrutan perusahaan yang di pimpin oleh Alex.


Satu jam berlalu, saat ini Juli dan Kartika masih saling bercengkrama. Namun mereka tiba-tiba saja diam saat mobil terparkir di pekarangan..


"Alex." Bisik Juli.