Alexander

Alexander
Bab 42



Alex membuka layar ponselnya dan mecaritahu tentang identitas dan juga alamat tempat tinggal pemilik perusahaan KJ group, namun tidak ada satupun, yang ada hanya tampilan gambar bunga di layar branda. Dari situ Alex sedikit tahu, pasti pemiliknya adalah seorang wanita. Lalu Alex mencari tahu lebih dalam siapa saja perusahaan yang di ajak kerja sama oleh KJ group agar Alex bisa mencari tahu siapa pemilik asli KJ group dan juga alamat tempat sang pemilik tinggal. Dan hari ini, Alex benar-benar sangat sibuk dari perusahaan satu ke perusahaan lainya untuk bertemu dan mempresentasikan perusahaannya agar orang melirik dan menanam saham, dan tak lupa juga Alex menyelipkan pertanyaan tetang siapa pemilik KK group, namun sejauh ini Alex tidak menemukan titik terang, karena ternyata selama KJ group bekerja sama dengan perusahaan lain, sang pemilik tidak pernah menampakkan wajahnya dan hanya memberikan kepercayaan kepada asistenya yang bernama Rafqi. Alex benar-benar di buat pusing. Sehebat apakan pemilik KJ group sehingga tidak tersentuh oleh orang-orang luar.


Hingga malam tiba, Alex pulang dengan wajah yang sangat lesu. Kartika yang memang sedari tadi menunggu, langsumg berdiri dan menghampiri Alex, mengambil alih tas yang saat ini di genggam oleh Alex. Alex tak banyak bicara, ia hanya berjalan menaiki anak tangga.


"Aku sudah menyiapkan air, jadi mandilah agar kau bisa merasa lebih segar. Aku akan menyiapkan makan malam ku." Kata Kartika saat berada di depan kamar Alex. Dan lagi-lagi Alex tidak menjawab, ia hanya membuka pintuk kamarnya dan masuk ke dalam kamar.


Hingga satu jam berlalu. Alex belum juga turun menyantap makan malamnya hingga membuat Kartika berinisiatif untuk membawakan Alex makan malam di dalam kamar. Saat Kartika membuka pintu secara perlahan, Kartika lalu mengintip masuk. Kartika dapat melihat jika saat ini Alex sedang duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya dengan mata yang terpejam.


Kartika secara perlahan jalan, lalu meletakkan makan malan Alex di atas meja.


"Aku tahu kau pasti sangat lelah, tapi makan lah dulu. Tubuhmu butuh tenanga agar bisa kuat menjalani hidup." Ucap Kartika lalu membalikkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk keluar, namun langkah Kartika terhenti kala Alex tiba-tiba berkata.


"Apa kau masih ingin merawat anak-anakku jika aku jatuh miskin?"


"Kau diam, aku sudah tahu jawabanmu." Ucap Alex lalu kembali menutup matanya.


"Kau tahu apa tentang jawabanku?" Tanya ulang Kartika. "Kau tidak bisa menebak hati seseorang hanya karena seseorang itu terdiam. Tapi kau bisa menebak seseorang dari cara dia memperlakukanmu dan dari mimik wajahnya menatapmu. Dan sejauh ini, apa yang kau lihat dariku? Dan aku rasa kau tahu jawabannya." Ucap Kartika membuat Alex membuka matanya dan menatap Kartika.


"Apa yang kau harap padaku, jika aku sudah jatuh miskin?"


"Bukan kah sudah aku katakan, aku datang ke rumah ini bukan untuk uang dan hartamu. Tapi aku tulus."


"Keluarlah, aku ingin istirahat." Ucap Alex mengusir Kartika dengan halus.


Kartika langsung keluar dari dalam kamar dan bersandar di pintu depan kamar Alex. Kartika mengatur nafasnya.