
"Aku Kartika Wijaya, yang dulu sering kau panggil key." Ucap Kartika saat melihat Alex terdiam.
"Door." Panggil Kartika dan tetap saja Alex masih terdiam, pikiran Alex kembali berkelana ke beberapa tahun belakang, dimana dulu ia pernah jatuh cinta pada gadis yang belum pernah sama sekali ia temui, dan mereka membuat nama panggilan sayang dengat kata 'key, dan door' dan pengakuan Kartika hari ini sungguh mampu membuat Alex berfikir keras.
Selama menikah dengan Sahara, jarang sekali Sahara memanggilkan dengan sebuta 'door' kadang Alex pun bingung, apa benar gadis yang ia nikahi adalah gadis yang mengirim surat padanya.
Namun semua keraguan itu Alex tepis. Alex lalu berjalan dan berbisik di kuping Kartika.
"Bagiku hanya ada satu Key, dan itu adalah Sahara istriku. Jadi jangan pernah kau menjadi kunci yang bisa membuka hatiku." Kata Alex dengan dingin setelah itu berjalan.
"Door." Lirih Kartika, dan saat Kartika kembali berkata 'door', Alex langsung menghentikan langkahnya.
"Aku mencintaimu." Ucap Kartika dengan air mata yang sejak tadi ia tahan kini telah menetes membasahi pipi mulusnya.
Alex tidak menggubris, ia langsung keluar dari kamar.
Hati Kartika sakit, sangat sakit. Ketika ia sudah mau menceritakan semuanya tapi justru ceritanya tidak di anggap benar. Betul kata orang, jika cinta itu buta. Dan itulah yang saat ini Alex rasakan, cintanya kepada Sahara telah berhasil membutakan dan melihat kenyataan yang ada di depan matanya. Kenyataan bahwa sesungguhnya wanita yang ia cintai dulu bukan Sahara, melainkan Kartika.
Setelah beberapa saat, Kartika mengusap pipinya dan keluar dari kamar Alex, dengan cepat Kartika masuk ke dalam kamar tamu, kamar yang telah menjadi kamar tidurnya selama berada di rumah ini.
Kartika mencari ponsel yang selalu ia gunakan di kala dirinya hanya seorang diri.
••••
"Apa???" Teriak Alex saat menerima panggilan telepon dari Roy sang asisten. Yang mengatakan jika pemengang saham terbanyak telah mencabut sahamnya dan juga membatalkan semua kerja sama perusahaan, dan itu sungguh membuat Alex begitu kaget. Dimana selama ini perusahaan yang menanam saham sangat baik-baik saja dengan Alex, yah walau Alex tidak pernah bertemu langsung dengan wajah pemilik saham namun Alex tetap berkomunikasi dengan asisten pemilik saham dan Alex pun juga menjaga nama baik perusahaannya agar pemilik saham terus memberikan investasi dan juga memberikan banyak proyek kepada perusahaannya. Dan, kali ini Alex benar-benar kaget, karena malam hari sang pemilik menarik dan juga menghentikan secara sepikah kontrak kerja mereka.
Dan Alex pun di buat bingung, karena tidak ada alasan yang jelas kenapa mereka menarik saham.
"Perusahaan goyang pak, pemilik saham terkecil pasti akan menarik saham jika tahu berita ini." Ucap Roy,
"Beri aku nomer ponsel asisten pemilik saham dan juga atur rapat besok pagi."
"Baik tuan."
Belum selesai satu masalah di rumah, kini muncul lagi masalah baru di perusahaan dan itu sungguh membuat Alex semakin pusing.
Dan di dalam kamar tamu, Kartika gelisah menunggu pesan dari asistenya. Kartika juga sempat mengirim pesan yang mungkin akan membuat Alex tercegang..
"Aku tidak membencimu. Hanya saja, aku ingin lihat bagaimana kamu berusaha." Gumam Kartika.