Alexander

Alexander
Bab 45



Dear Kartika sahabatku...


Maaf, maaf karena telah merebut pria yang begitu kamu cintai. Maaf,.. Maaf karena aku yang begitu sangat egois telah mengambil pria yang juga begitu sangat mencintaimu. Kau tahu Kartika, aku bahagia melihat senyummu saat kau bercerita tetang sosok pria yang begitu istimewa bagimu. Kau tahu, dari cerita mu aku jadi penasaran siapa sosok pria itu. Dan dari cerita mu, aku pun seakan ikut dan merasa jika aku lah yang ada di ceritamu itu. Dan sejak saat itu, diam-diam aku jatuh cinta dengan sosok pria yang sering kau ceritakan. Diam-diam aku terpesona, saat membaca isi pesan pria yang bernama Alexander itu. Dan sejak saat itu, entah kenapa, aku menjadi egois, aku cemburu, karena kenapa harus kamu Kartika, kenapa bukan aku, kenapa? Tapi aku mampu menyembunyikan rasa cemburuku dengan senyumku saat kau bercerita tentang Alexander. Tapi pikiran picikku muncul dan rasa tidak bersalah pun telah terbesit dalam pikiraku. Semenjak hari itu, setiap surat yang Alex kirimkan padamu, selalu aku ambil dan akulah yang membalasnya. Yah, Alex tidak pergi. Tapi aku lah penyebab surat-suratmu tidak mendapatkan balasan. Dan saat kau pergi Kartika, seakan dunia telah berpihak sepenuhnya padaku. Aku bisa bernafas dengan lega, karena skenario yang telah aku buat berjalan dengan lancar dan sampai pada saat dimana aku bertemu dengan Alex, sungguh sampai saat itu aku belum menyesal sama sekali, karena aku benar-benar jatuh cinta padanya.


Lucu bukan? Aku sahabat yang tidak tahu diri. Saat Alex melamarku dan memintaku untuk menjadikan aku istrinya, dunia seakan menjadi milikku. Aku telah berhasil mendapatkan pria yang aku cintai, walau melalui kebohongan. Terimakasih Kartika, karena mu aku bisa hidup lebih bahagia.


Tapi kau tahu Kartika. Seiring berjalannya waktu, entah kenapa perasaan bersalah muncul di dalam benakku. Kenapa? Kenapa di saat semua baik-baik saja, tiba-tiba aku teringat akan dirimu. Maaf, maafkan aku Kartika..


Dan hari ini, aku tahu jika umurku tidak lagi lama. Aku berharap kau mau memaafkan aku, dan juga tetap mau menjadikan aku sebagai sahabatmu. Kartika, aku telah memiliki dua malaikat, tolong jaga mereka. Sayangi mereka seperti kau menyayangi dirimu sendiri. Aku tahu kau sahabat yang sangat baik. Maka dari itu aku titipkan dua malaikat ku kepadamu.


Maaf.. maafkan aku Kartika. Aku tahu, aku tidak bisa menebus rasa bersalahkau. Tapi aku mohon, tolong jaga anakku. Aku hanya percaya padamu. Dan juga, aku percaya Alex masih mencintaimu. Karena kau tahu Kartika, selama aku menikah, aku sangat sulit menyesuaikan diri menjadi dirimu. Bahkan Alex sering bertanya padaku, kenapa diriku tidak pernah memanggilnya dengan panggilan cinta kalian.


Saat aku tulis pesan ini, aku tersenyum karena membayangkan dirimu akan teriak jika membaca pesan ini. Maaf, karena aku mengembalikan Alex dengan sangat telat. Tolong maafkan aku...


Duarrrrrrr.....


Kaki Alex seperti kehilangan kekuatan saat membaca isi surat yang telah ia ambil dari kamar Molki. Perasaan bersalah kini telah memenuhi diri Alex. Dimana selama ini ia telah berlaku kasar pada wanita yang telah menjadi cinta pertamanya. Pada wanita yang ikhlas menjaga dua anaknya. Alex malu pada dirinya, karena egonya sampai ia tidak percaya dengan apa yang Kartika katakan, karena egonya ia mengeyampingkan kejujuran panggilan sayang yang Kartima katakan.


Alex memegang dadanya yang terasa sakit, seperti sedang teriris silet yang begitu taja. Sakit! Tentu sangat sakit. Dimana dia telah menyiksa wanita yang telah menjadi cinta pertamanya.


"Kartika..." Lirih Alex sambil mengusap pipinya yang basah akibat menangis.