Ainhra Online

Ainhra Online
Berburu Serigala



Rein keluar dari toko Pak Hryna. Ia lalu melihat-lihat desa sekali lagi sebelum log out dari game.


<*Log Out?>



"Ya."


Seketika pandangan Rein pudar. Ia kembali ke dunia nyata.


Ryn melepaskan Avera Gear yang ia pakai. Sekarang sudah jam 6 lewat. Artinya ia sudah di dunia game selama 11 jam lebih.


Ia meregangkan otot-otot tubuhnya. Berdiam diri selama 11 jam membuat badannya sakit. Selain itu...


*Grrrlll...*


"Aku melewatkan makan siang dan telat makan malam. Tapi tubuhku juga bau. Aku harus mandi terlebih dahulu."


Ryn mengambil handuknya di jemuran. Ia berjalan ke kamar mandi lalu gosok gigi. Setelah itu ia melepas pakaiannya dan mandi.


Selesai mandi, Ryn memakai handuk lalu berjalan ke kamarnya. Ia mengambil piyama berwarna putih dengan jahitan dan kancing hitam. Ia langsung memakainya dan keluar dari kamar.


Ia memesan sate untuk makan malam dari Go-Robo. Pesanannya diterima. Seharusnya makanannya akan segera sampai setelah menunggu 10 menit.


...


10 menit telah berlalu.


Sesuatu memencet bel apartemen Ryn. Ryn langsung berlari menuju pintu apartemennya dan langsung membukanya.


"Akhirnya datang juga."


Yang mengantarkan makanannya adalah robot pengantar makanan. Jadi bisa dipastikan tidak akan terlambat.


"Terimakasih telah memesan makanan dari layanan pemesanan Go-Robo! Silahkan lakukan lembayaran melalui Go-Bayar."


"Ya, sama-sama." Ryn lalu melakukan pembayaran dari ponselnya.


"Pembayaran terkonfirmasi! Selamat menikmati makanan anda!" Ucap robot itu. Lalu ia pergi dari depan apartemen Ryn.


Ryn langsung mengunci pintu apartemennya. Lalu ia bergegas menuju dapur, mengambil piring, dan menyantap sate pesanannya.


Selesai menyantap sate pesanannya, Ryn masuk ke perangkat Full Dive nya lagi.


<*Selamat Datang Kembali!>





"Ya."


<*Lucky Box SR dibuka!>




Tipe : Rare


DUR : 300


Efek : AGI +5, A.SPD +50%, Mov.SPD +25%, ATK +75*


"Hm, aku mendapatkan item yang sangat bagus. Bagaimana dengan skill nya?" Ucap Rein lalu menggunakan pedang itu sebagai equipment nya.


<*Double Slash (B-1)> {NEW}



"Kalau bisa, tentu."


<*Slash dan Double Slash digabungkan>


{NEW}


Jenis : Skill Aktif


Stamina yang dibutuhkan : 30


Cooldown : 5 detik


Ket : Sekali diaktifkan dapat menyerang 3 kali. Dalat diaktifkan 3 kali dalam waktu yang hampir bersamaan. Setiap serangan ATK +50%, Mov.SPD +50*%.


Rein memperhatikan panel hologram di depannya dengan seksama. Dia tersenyum miring karena panel itu.


"Dengan ini kemungkinan aku menang dari Elemental Snake itu bertambah." Gumamnya.


Ia sekarang berada di samping toko Pak Hynra. Tak jauh dari tempatnya log-out tadi. Untunglah sistem dalam game membuat ketika log-in ia tidak di tempat ramai. Jika tidak...


Yah, sekarang Rein ingin menaikan levelnya terlebih dahulu. Berburu monster saat malam hari memang agak menantang. Karena kekuatan monster meningkat sebanyak 50%. Tapi tentu saja EXP yang didapatkan lebih tinggi daripada di siang hari.


Rein berjalan keluar dari desa. Pada malam hari penjagaan desa meningkat. Kalau waktu siang hari hanya ada satu orang yang berjaga, pada malam hari ada tiga orang.


Rein menyapa ketiga penjaga itu, "Permisi, saya ingin pergi keluar desa."


Penjaga 1 melihat Rein dari atas ke bawah, "untuk apa kau keluar pada malam hari?"


"Aku ingin pergi berburu."


Penjaga 1 mengangguk lalu memberikan sinyal kepada kedua penjaga lainnya untuk membiarkan Rein keluar, "berhati-hatilah, monster lebih kuat dan agresif saat malam hari dan gelapnya malam akan membuatmu sulit berburu. Aku akan memberikanmu ini supaya kau tidak tersesat dalam gelap." Ucapnya lalu memberikan Rein sebuah tanaman.


Nama Benda : Little Light Flower


Dur : 20


Ket : sebuah tanaman yang jika di beri mana dan mantra sihir akan mengeluarkan cahaya.


Mana yang dibutuhkan : 20/menit


"Kau bisa mengucapkan "Light" untuk membuatnya bersinar. Tanaman ini akan bertahan selama 1 jam." Ucap penjaga itu.


Rein menerima tanaman itu dan mengucapkan, "Terimakasih banyak." Sambil membungkuk.


"Yah, sama-sama. Tanaman itu bisa ditemukan di mana saja dan harganya hanya 1 bronze. Kau tidak perlu seperti itu."


Terdapat 3 jenis koin di Ainhra Online Dari yang terkecil nilainya:


Bronze


Silver (1 Silver \= 100 Bronze)


Gold (1 Gold \= 100 Silver)


"Sekali lagi terimakasih. Saya pergi dulu." Rein segera berjalan keluar dari desa.


"Ya, sekali lagi hati-hati."


Rein membalasnya dengan tersenyum. Ia berjalan ke arah hutan Agresia dan berjalan di daerah luar hutan.


""


Bunga bagian tanaman yang diberikan oleh penjaga bersinar. Rein melanjutkan perjalanannya.


"Hmm, setelah banyak berburu kelinci, bagian luar hutan sudah tidak menegangkan walau saat malam hari. Aku akan masuk lebih jauh lagi."


Hanya setiap 10 level kau bisa mendapatkan Lucky Box. Serta setiap 5 level untuk tambahan HP serta MP secara signifikan. 7 SP akan diberikan setiap kenaikan level 10 level pertama. Hal ini membuat Rein ingin menaikkan levelnya secepat mungkin sebelum menyerang Elemental Snake.


Rein Kembali berkeliling hutan sampai menjumpai sekelompok serigala. Rein bersembunyi terlebih dahulu di semak-semak dan menyembunyikan cahaya Little Light Flower untuk memeriksa serigala-serigala itu.


Nama Monster : Blade Claw Wolf


Level : 5


HP : 700


ATK : 750 (500 + 250)


Monster di Ainhra Online sangat jarang menjatuhkan item. Bukannya aneh kalau kelinci yang tidak memakai apa-apa menjatuhkan pisau apalagi armor yang lebih besar dari tubuhnya? Item seperti armor atau pedang hanya bisa didapatkan dari NPC atau toko Blacksmith.


Rein melangkahkan kakinya ke arah serigala-serigala itu, Little Light Flower yang ia sembunyikan tadi sudah ia masukkan ke storage. Belum sempat ia menyerang, ia sudah diserang dahulu oleh para serigala.


Rein mengelak, tapi tetap saja ia kena serangan dari cakaran serigala itu.


Hp Pemain -689


"Cih! Serangannya benar-benar tinggi!"


Cakaran serigala itu membuat baju Rein terkoyak.


"Kalian... Sangat menyebalkan."


"Triple Slash! Triple Slash! Triple Slash!"


-*375


-369



Serigala lainnya menyerang Rein kembali. Rein menghindari serangan mereka juga.


<*Tidak berhasil menghindar>


HP Pemain -678


-371


-368



-368


-321



-578!



.


.


.




.


.


"Hmm, game ini semakin menyenangkan!"


Rein terus menyerang serigala-serigala itu, membunuhnya satu persatu.


.


<*Black Claw Wolf Terbunuh>



.


.


-567!


Hp Pemain -721




.


.


Tak lama, serigala-serigala yang tadinya masih hidup musnah di tangan Rein. Rein mendapatkan banyak cakar, kulit, serta daging dari perburuannya kali ini. Setelah ia selesai memeriksanya, ia berbalik ke belas pertarungan.


Monster yang sudah mati tubuhnya masih akan ada sampai beberapa saat sebelum menjadi partikel cahaya. Seketika tempat Rein bertarung tadi menjadi agak terang karena butiran cahaya.


"Mereka hanya monster yang dapat muncul kembali kapan saja, tak harus sungkan membunuh mereka."


Benar saja, tak lama setelah semua Blade Claw Wolf berubah menjadi butiran cahaya, terdapat celah diantara pepohonan. Keluarlah Blade Claw Wolf lagi. Namun jumlahnya berkurang dari sebelumnya, tepatnya tersisa setengah saja.


Rein tidak terlalu peduli dengan hal itu saat ia berburu Horn Rabbit. Namun sekarang ia berpikir, 'Apakah mereka bisa musnah kalau aku terus menerus memburu mereka?'


Rein lalu mencobanya. Ia mulai menghabisi monster-monster itu sekali lagi. Pikiran Rein benar, setelah ia menghabisi mereka, jumlah yang muncul dari celah di antara pepohonan tinggal setengah.


"Ternyata benar... Ini bug atau memang seperti ini? Biasanya monster-monster tidak pernah habis di game MMORPG..."


Rein Kali ini tidak memburu para serigala lagi. Ia memilih untuk kembali ke desa dan log-out. Karena setelah menghabisi para serigala tadi ia naik level hingga level 5 dan mendapatkan tambahan HP, MP, dan SP.


Rein mengambil kembali Little Light Flower dari storage nya. Kemudian ia berjalan menuju desa.


Tepat di depan gerbang, cahaya Little Light Flower redup dan lama kelamaan mati.


"Haha, kau kembali tepat waktu saat bunga itu mati." Ucap Penjaga 1, menyadari keberadaan Rein.


"Ya, Aku sudah selesai berburu."


"Masuklah. Untunglah kau tidak mati dalam hutan itu atau tiba-tiba muncul. Beberapa waktu yang lalu ada orang yang pergi berburu dan berakhir muncul tiba-tiba dekat gerbang dengan kekuatan yang menurun. Aneh sekali dia. Bukan begitu?" Ucapnya lagi.


'Ah, pasti itu pemain yang berburu.' pikir Rein, tapi ia tetap menyetujui ucapan Penjaga.


"Kembalilah ke rumahmu atau penginapan. Sekarang adalah jam tidur anak muda sepertimu. Kau belum berusia 300 tahun, kan?"


Rein menggelengkan kepalanya kuat, "tentu saja belum!"


"Haha, yasudah. Masuk dan pulanglah."


"Baik, terimakasih pak penjaga."


Rein masuk ke dalam desa dan berjalan dengan pelan menuju gang kecil.


"Haah, 300 tahun? Untuk umur Elf itu dewasa muda tapi aku juga manusia di dunia nyata... Ah sudahlah, lebih baik Log-Out dulu."


<*Log-out?>



"Tentu saja, Ya."


---


Ryn kembali ke dunia nyata. Ia keluar dari perangkat Full Dive nya dan melihat jam.


"Masih jam 9... Aku tidak bisa bermain lagi dan lagi karena waktu yang berjalan di Ainhra Online sama dengan yang berjalan di dunia nyata.


Haah, semester depan aku akan disibukkan dengan skripsi... Sebenarnya tidak apa-apa. Namun waktu bermainku akan berkurang drastis."


Ya, Avaryn akan memasuki semester akhirnya di universitas.


Memang, biaya hidup Avaryn telah dibiayai oleh sang CEO Garuda Jaya. Yah, Pak Alden bilang, "keluarga Pradhipta sangat kecil, menghidupi satu orang lagi tidak akan membuat keuangan keluarga menurun." Tapi Ryn tetap ingin memiliki penghasilan sendiri.


"Nantinya aku harus menyelesaikan skripsi itu dengan cepat. Agar aku wisuda dan mendapatkan pejerjaan dengan cepat pula.


Skripsi itu kedengarannya sulit. Tapi aku harus berusaha sebaik mungkin. *sigh*, sebaiknya aku tidur dulu. Nantinya mungkin aku tak bisa tidur malam lagi."


Setelah berkata demikian, Ryn masuk ke dalam kamarnya. Mematikan lampu, dan langsung tidur.