
Desa Gres, Kerajaan Atheya, Benua Kryna, Ainhra Online, 01 Januari 20XY pukul 09.00 WIB
Rein yang sudah selesai membaca buku di perpustakaan desa Gres akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan kembali berkeliling. Lalu tatapannya terpusat ke satu titik.
"Gedung pelatihan berpedang... Ada juga di sini?"
Walaupun dia adalah seorang Elf yang fokus ke sihir, ia masih harus belajar berpedang agar dirinya masih bisa melindungi diri dalam jarak dekat. Dia tidak sebodoh itu untuk hanya belajar sihir.
Rein masuk ke dalam gedung itu. Gedungnya luas di dalamnya hampir tidak ada orang. Hanya ada Rein yang baru masuk dengan seorang lagi yang sedang bermain pedang, seorang NPC. Orang itu menghentikan permainan pedangnya ketika melihat Rein.
"Oh? Masih ada orang ke sini? Ku kira anak zaman sekarang sudah tidak ada yang tertarik dengan seni pedang." Ucap orang itu.
Orang itu adalah seorang Elf yang kelihatan cukup tua. Wajahnya seperti aktor dengan badan yang berotot. Rambutnya pendek berwarna kuning keemasan.
"Yo anak muda. Apakah kau ke sini untuk berlatih pedang?" Tanya orang itu.
"Benar... Pak." Jawab Rein agak ragu.
Sebenarnya ia hanya berencana untuk melihat-lihat saja mengingat ia belum mendapatkan skill book sihir. Tapi apa boleh buat, dari perkataan orang itu sebelumnya, terlihat kalau sudah sangat lama tidak ada orang ke sini, ia tak ingin mengecewakannya dengan menolak perkataannya. Lagipula, dia memang orang yang sulit menolak permintaan dari orang tua, walau orang tua itu NPC.
'Haih, aku sengaja memilih ras Elf agar bisa menggunakan sihir atau skill dengan lebih baik. Tapi akhirnya di awal game aku berlatih pedang juga.' ucap Rein dalam hati.
"Bagus! Ini, kau bisa menggunakan pedang kayu ini untuk berlatih. Oh ya, namaku Lorence. Kau bisa memanggilku pak Lorence sang instruktur pedang." Ucap orang itu, memberikan Rein sebuah pedang kayu.
"Terimakasih, Pak Lorence." Ucap Rein.
Dia lalu memeriksa status pedang kayu itu dengan mengetuknya sekali.
Nama benda : Pedang Kayu
DUR : 968
Ket : Pedang kayu yang diberikan untuk peserta pelatihan pedang.
Rein terkejut. Karena walau itu hanyalah sebuah pedang kayu, durability nya sangat tinggi.
'Pedang kayu ini terlihat sudah lama. Sepertinya awalnya ia memiliki Dur 1000 namun sudah dipakai berkali-kali selama bertahun-tahun.' ucap Rein dalam hati.
Di gedung itu terdapat beberapa boneka jerami. Rein lalu menggunakan pedang kayu yang didapatkannya untuk menyerang salah satu boneka jerami. Ia lalu menyentuh boneka jerami itu sekali untuk memeriksa statusnya.
Nama benda : Boneka Jerami lv.1
Dur : ????
Ket : Boneka jerami biasa yang digunakan dalam gedung pelatihan pedang.
Rein menelan ludahnya. Dur nya tak diketahui dan terdapat empat tanda tanya. Mungkin saja karena level Rein yang masih nol atau memang tidak bisa diukur.
Rein mengambil nafas panjang, lalu menghembuskannya. Kemudian ia memfokuskan pandangannya ke boneka jerami, menatapnya seakan boneka itu adalah musuh bebuyutannya. Lalu mulai menyerangnya.
1 serangan... 2 serangan... 4 serangan...
Serangannya terus bertambah dan semakin cepat. Entah karena Dex nya cukup tinggi atau Int nya tinggi, yang pasti setiap serangannya fokus ke titik lemah manusia atau ras yang mirip dengannya.
'Kekuatanku mungkin tidak seberapa. Tapi aku memiliki pengalaman berpedang.'
Ini adalah rahasia Rein (Ryn). Dulunya, ia sering berlatih pedang bersama ayahnya. Namun sesuatu terjadi membuatnya tidak melanjutkan pelatihannya lagi.
<*Syarat terpenuhi! Skill baru didapatkan!>
{NEW}
Jenis : Skill Aktif
Stamina yang dibutuhkan : 20
Cooldown : 10 detik
Ket : Setiap pengguna pedang pasti memiliki skill ini.
ATK +50% untuk serangan pertama. ATK 100% untuk serangan kedua. ATK -50% untuk serangan ketiga*.
Rein terus menyerang boneka jerami itu dan sesekali menggunakan skill barunya. Ia terus menyerangnya hingga ia terasa lemah. Namun ia memaksakan dirinya untuk terus menyerang, membuat HP nya berkurang.
<*Skill naik level!>
Jenis : Skill Aktif
Stamina yang dibutuhkan : 20
Cooldown : 5 detik
Ket : Setiap pengguna pedang pasti memiliki skill ini.
ATK +50% untuk serangan pertama. ATK 100% untuk serangan kedua. ATK -40% untuk serangan ketiga*
'Walau aku yang di sini kodratnya adalah Elf yang fokus ke sihir. Tapi aku masih bisa terus menyerang dengan pedang! Ayolah Rein! Kau bisa!'
Ia masih terus menyerang walau tubuhnya terus melemah hingga HP nya tersisa 9% dan nafasnya terengah-engah. Hingga sebuah panel hologram muncul di depannya.
<*Pemain terus menyerang walau dengan stamina yang rendah, selamat! Skill baru didapatkan!>
{NEW}
Jenis : Skill Pasif
MP yang dibutuhkan : 500
Ket : Terus menyerang! Terus menyerang! Terus menyerang melewati batas!
Karena keinginan yang kuat untuk mengalahkan musuh, pemain melewati batasnya dan terus menyerang!
Setiap HP berada di bawah 10%, ATK+50 dan Mov.SPD +50% sampai HP kembali ke 30*%.
Rein tersenyum miring. Dengan skill ini dia bisa terus menyerang boneka Jerami itu. Tapi sebelum Rein memulai serangannya, instrukur pedang, Pak Lorence, menghentikannya.
"Kau, berhenti. Apa yang kau lakukan tadi?" Tanyanya pada Rein.
Wajah Rein yang pucat semakin pucat karena ucapan Pak Lorence. 'Apakah aku melakukan kesalahan?' pikirnya.
"Ehm, saya berlatih pedang, Pak."
"Tidak, bukan itu, awalnya kau seperti terengah-engah, namun seketika kekuatanmu meningkat. Apa yang kau lakukan, bukan, apa yang kau dapatkan di tengah-tengah berlatih tadi?"
Rein langsung mengerti, ia lalu menunjukkan skill nya ke Pak Lorence, "apa maksud bapak skill ini?"
Mata Pak Lorence terbelalak. "Kau... Membahayakan nyawamu hanya karena menyerang sebuah boneka jerami?"
Kali ini gantian Rein yang terkejut. Ia belum memberitahukan syarat mendapatkan skill itu tapi Pak Lorence sudah tau.
Terdapat keheningan selama sedetik sebelum Pak Lorence tertawa terbahak-bahak.
"HAHAHA! HAHAHAHAHA! Ya ampun, sifatmu sangat mirip dengannya..."
Rein membuat ekspresi keheranan. 'Aku mirip dengan siapa? Kenapa ia tertawa?'
Pak Lorence yang tertawa tadi sudah berhenti dan membenarkan posturnya dan raut wajahnya.
"Ekhem, maafkan aku, tadi itu sangat tidak sopan." Ucapnya.
"Tidak apa-apa Pak." Jawab Rein.
"Ehm, bagaimana aku harus memanggilmu, anak muda?"
"Bapak bisa memanggil saya Rein."
"Baiklah, nak Rein. Apa kau sadar berapa lama kau sudah menyerang boneka itu?"
"Kau telah menyerang boneka jerami itu selama 3 jam penuh."
"Huh? 3 jam?!"
"Ya, 3 jam. Sekarang sudah jam 12 siang."
"Sangat tidak terasa... Tapi untuk menghabiskan staminaku dan HP ku hingga 9%... Itu angka yang cukup wajar."
Pak Lorence menganggukkan kepalanya, "Karena itu aku menyuruhmu berhenti. Sekarang sudah jam makan siang. Jika kau ingin melanjutkan lagi berlatih pedang maka lebih baik kau melakukannya besok."
"Aah, baiklah, Pak. Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu." Ucap Rein.
"Ya, hati-hati."
Rein keluar dari gedung pelatihan pedang.
"Nah, tujuanku selanjutnya adalah toko potion dan skill book sihir yang berjarak satu gedung dari sini." Rein berjalan menuju toko itu.
Dari website resmi yang ia baca, pemain tidak bisa mendaftarkan job atau class di desa. Karena tempat pendaftaran job hanya ada di kota. Tapi para pemain masih bisa mendapatkan job khusus dari desa.
Tring! Bunyi lonceng saat Rein masuk ke dalam toko potion dan skill book.
"Selamat datang. Anda ingin membeli skill book atau potion?" Ucap sang penjaga toko, ia adalah seorang laki-laki paruh baya.
"Ah, aku ingin membeli skill book sihir. Namun apakah aku bisa berhutang? Aku akan membayarnya setelah 2 hari." Ucap Rein.
"Hm? Kau ingin membeli skill book tapi tak punya uang? Anak muda, kau cukup berani. Tapi kau tidak perlu berhutang. Sebagai gantinya maukah kau menerima permintaanku?" Ucap penjaga itu.
"Kalau aku bisa melakukannya, maka akan ku lakukan."
"Hoho, baiklah kalau begitu. Aku ingin membuat HP potion II, tapi terdapat bahan yang kurang. Bisakah kau mendapatkan tanduk untukku?"
<*Sang Penjaga toko potion dan skill book memberikanmu Quest!>
Nama Quest : Permintaan sang penjaga toko.
Tingkat kesulitan : D
Ket : Sebagai ganti skill book darinya, sang penjaga toko memintamu untuk mengumpulkan bahan membuat potion untuknya!
Tanduk Horn Rabbit yang dikumpulkan : 0/10
Reward : Skill Book sihir
Rein berpikir sebentar, barulah ia menjawab, "Baiklah, serahkan padaku."
Sang penjaga toko tersenyum, "Anak muda. Kalau kau ingin membeli skill book sihir, artinya kau belum mempunyai equipment apapun bukan?"
"Eh? Ah, benar."
Penjaga toko itu lalu mengambil sesuatu sari laci lemari yang ada di tokonya. Ternyata itu sebuah pedang.
"Ini, ambillah. Kau pasti membutuhkannya untuk melawan kelinci-kelinci itu." Penjaga toko melempar pedang itu ke Rein.
Rein menangkapnya dengan kedua tangannya lalu memeriksa statusnya.
Nama Benda : Iron Sword
DUR : 215
Ket : Pedang yang terbuat dari besi biasa dan ditempa dengan cara biasa.
Efek : ATK +55
Setelah memeriksa statusnya, Rein dengan senang hati menerima pedang itu dan menggunakannya sebagai equipment nya.
"Terima kasih, ehm, pak?"
"Hynra."
"Baiklah, terimakasih Pak Hynra." Rein membungkukkan badannya.
"Hm, ya, sama-sama."
Setelah itu Rein keluar dari toko lalu berjalan ke arah desa. Awalnya saat ia masuk, penjaga desa membiarkannya lewat karena ia adalah seorang Elf. Namun saat keluar, ia harus melapor terlebih dahulu. Hal itu adalah salah satu aturan desa yang paling umum.
Rein menghampiri pos penjaga desa, "permisi, saya kau keluar untuk menjalankan sebuah quest."
"Quest? Dari siapa?" Tanya si penjaga desa.
"Pak Hynra."
"Orang itu? Ahah, kau pastinya disuruhnya untuk mengumpulkan bahan membuat potion, kan?"
"Iya, jadi bisakah aku lewat?"
"Tentu, berhati-hatilah saat mengerjakan quest."
"Baiklah, terima kasih."
"Sama-sama."
Rein lalu dengan lancar dan mulus keluar dari desa. Sang penjaga desa bahkan tidak mengetahui kalau levelnya masih 0 besar.
**P.S : Ada hal yang lupa Ryu sampaikan pada chap sebelumnya.
Skill memiliki 4 tingkat (Beginner, Intermediate, Advance, Master).
Di level Beginner, Intermediate, dan Advance, dibagi lagi menjadi 3 level.
Level Master adalah level tertinggi dan tidak dibagi.
Jika ingin meningkatkan B-1 ke B-2 itu mudah. Tapi dari B-3 ke I-1 itu sulit. Yang paling sulit adalah dari A-3 ke M.
B \= Beginner kalau B-1 itu artinya Beginner level 1.
I \= Intermediate
A \= Advance
M \= Master
Pemain dapat memodifikasi skill saat ada di tingkat Intermediate untuk skill tingkat rendah, Advance untuk skill tingkat sedang, dan Master untuk skill tingkat tinggi.
Slash adalah contoh skill tingkat rendah. Fast Reading dan Over Limit adalah skill tingkat sedang. Ah, saya rasa cheat yang Rein punya sudah cukup, atau haruskah masih ada?
Skill tingkat rendah (yang aktif dan pasif) dan sedang (yang pasif) dapat didapatkan dari tindakan tertentu. Sedangkan skill tingkat tinggi (Sword Art, Magic Art) alias Skill spesial harus diajarkan atau dipelajari dari skill book atau orang yang sudah di tingkat Advance atau Master. Skill tingkat sedang yang aktif juga begitu namun dapat dipelajari dari orang yang masih di tingkat I-3 (Intermediate akhir).
Namun, skill tingkat rendah dan sedang juga dapat dipelajari dari skill book.
Skill tingkat sedang yang aktif contohnya : Quadruple Slash, Fire Ball Magic, Thunder spear magic.
Skill tingkat tinggi aktif contohnya : XXX Sword Art, XXX Magic Art.
Skill tingkat tinggi pasif contohnya : Regenerasi, One Time XXX.
Kenapa mereka disebut skill tingkat tinggi? Karena mendapatkannya susah + susah ditingkatkan + susah dipelajari + sangat-sangat mahal harganya dalam game + OP parah.
Sebenarnya bilang OP saja sudah tapi tidak apa-apa kan kalau sedikit dilebihkan**?